Redaksi selalu.id dan Wawali Armuji
- Penulis : Arif Ardianto
- | Minggu, 19 Okt 2025 08:45 WIB
selalu.id - Video wawancara Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji pada Selasa (14/10/2025) lalu, cukup cepat terunggah di media sosial. Dalam video itu, Armuji mengutarakan kekesalannya pada jurnalis media selalu.id yang ikut mewawancarainya pasca sidang paripurna di DPRD Surabaya. Ia menuding selalu.id tendensius dan terus memberitakan hal negatif tentangnya.
Dalam konteks inilah, kami selaku redaksi selalu.id mengevaluasi diri dan merasa perlu memberikan penjelasan lebih lanjut. Hal ini tidak terlepas dari posisi pers dan media massa sebagai pilar ke empat demokrasi.
Baca Juga: Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya
Peristiwa itu bermula saat jurnalis selalu.id Ade Resty melakukan aktivitas jurnalistiknya meliput sidang paripurna. Wawali Armuji (yang saat itu hadir menggantikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi) didekati awak media untuk wawancara doorstop.
Dalam rekaman video yang tersebar, terdengar suara Ade yang menanyakan soal prosedur dan protokoler kunjungan Armuji ke Malang untuk menemui Yai Mim. Setelah pertanyaan itu, Armuji menanggapinya dengan menuding selalu.id tendensius.
Selaku redaksi, kami (selalu.id) berkesimpulan wajar jika muncul pertanyaan tersebut. Sebab Wakil Walikota Surabaya digaji menggunakan APBD Surabaya. Sehingga peran dan kinerja Wawali juga seharusnya untuk kepentingan dan persoalan Surabaya. Maka tidak aneh jika jurnalis selalu.id merasa perlu menanyakan kehadiran kunjungan Armuji ke Yai Min, dengan persoalan yang sedang viral di Malang.
Berikut penggalan percakapan antara jurnalis selalu.id dan Wawali Armuji:
Jurnalis selalu.id: Terkait viralnya Bapak ke Malang, itu kan jam kerja?
Wawali Armuji: Jare sopo, wong aku jam setengah limo aku nang omahe dek e. Iku gak jam kerja. Awakmu teko Endi?
(Kata siapa, aku setengah lima di rumahnya dia. Itu bukan jam kerja. Kamu dari mana?)
Jurnalis selalu.id: selalu.id pak
Wawali Armuji: Lho mesti to kon, sing tendensius Iki mesti DOT id (yang dimaksud mungkin selalu.id) terus terhadap saya. Selalu beritanya jelek, Iki terus terang ae lho.
Percakapan lebih lengkap silahkan saksikan di TikTok selalu.id https://vt.tiktok.com/ZSUXytcNp/
Saat itu, jurnalis selalu.id beranggapan bahwa Wawali Armuji meninggalkan tempat kerja di jam kerja, untuk mendatangi kasus pribadi warga Malang yang lagi viral. Hal itu tidak sesuai aturan dalam Peraturan Walikota Surabaya Nomor 73 Tahun 2024 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi dan Pegawai di Lingkungan Pemkot Surabaya.
Aturan tersebut menyebutkan bahwa jam kerja instansi dan pegawai ASN ditetapkan sebanyak 37 jam 30 menit dalam satu minggu, tidak termasuk jam istirahat. Contoh jam kerja normal (non-Ramadhan) untuk instansi, yakni Senin–Kamis: mulai pukul 07.30 WIB sampai 16.00 WIB.
Jika Wawali Armuji menyebutkan setengah lima (16.30 WIB) sudah di lokasi, artinya Wawali Armuji meninggalkan Surabaya sebelum pukul 16.00 WIB. Mengingat jarak Surabaya- Malang berdasarkan perhitungan google maps berjarak sekitar 94,6 KM yang ditempuh dengan durasi waktu sekitar 1 jam 34 menit lewat Jalan TOL dan 2 jam 25 menit non TOL.
Menurut kami, cukup relevan pertanyaan tersebut dilontarkan oleh jurnalis kami dengan selisih jam yang sudah disebutkan di atas. Terlebih kasus Yai Min adalah kasus pribadi yang sama sekali tidak melibatkan warga Surabaya.
Menyikapi pernyataan tendensius dan pemberitaan negatif yang ditudingkan Wawali Armuji kepada selalu.id, kami merangkum beberapa pemberitaan positif serta keberhasilan Wawali Armuji dalam menjalankan tugasnya.
Berikut link pemberitaan positif Wawali Armuji yang dimuat dalam selalu.id:
https://selalu.id/news-9587-bela-warga-soal-ijazah-ditahan-wawali-armuji-malah-dilaporkan-ke-polisi
https://selalu.id/news-7399-begini-cara-wawali-armuji-dukung-umkm-surabaya-naik-kelas
https://selalu.id/news-6169-wawali-armuji-hotel-vasa-kebacut-tak-beri-santunan-personel-band-meninggal
https://selalu.id/news-4877-diamuk-siswa-smk-prapanca-ini-reaksi-wawali-armuji
Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
Sebagai wujud evaluasi di meja redaksi selalu.id, kamipun menganalisa apa latar belakang yang mendorong tudingan Armuji kepada kami. Setelah beberapa hari, kami mengasumsikan tendensius dan negatif yang terlontar dari Wawali Armuji bermula dari pemberitaan terkait aset YKP yang diduga dikuasai dan digunakan oleh Wawali Armuji.
Pemberitaan tersebut sebenarnya juga sudah terkonfirmasi dan dibenarkan oleh Ketua YKP Maria Theresia Ekawati Rahayu. Redaksi memberitakan sesuai dengan fakta dan data yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini YKP.
Berikut link berita soal peminjaman aset YKP oleh Wawali Armuji:
https://selalu.id/news-10403-ykp-resmi-surati-wawali-armuji-perihal-pembatalan-pinjam-pakai-aset
https://selalu.id/news-10404-aset-ykp-diminta-wawali-armuji-harus-bongkar-pendopo
https://selalu.id/news-10415-aset-ykp-ditarik-wawali-armuji-disebutkan-bongkar-pendopo
Dengan pemberitaan yang cover both side tersebut, kami berkeyakinan bahwa yang kami sajikan berimbang tanpa tendensi, lantaran sesuai data yang dikeluarkan oleh pihak yang berkompeten.
Sehari setelah video tudingan Wawali Armuji kepada selalu.id tersebar, kami meminta jurnalis Ade Resty untuk mempertanyakan maksud pernyataan Wawali Armuji melalui media WhatApp. Armuji menjawab dengan dua kali panggilan telfon pada Rabu tanggal 15 Oktober 2025.
Pada panggilan telfon yang pertama, Armuji mendesak kepada Ade untuk dipertemukan dengan pemilik media selalu.id. Sementara dipanggilan kedua, Armuji mempertanyakan kenapa selalu.id belum mau diajak bertemu.
Berikut kutipan percakapan Wawali Armuji dengan jurnalis selalu.id:
Armuji: Ayo ketemu ngomong sing enak Podo-podo fair'e. Ayo ketemu kapan?
Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah
Jurnalis selalu.id: emm.... Saya harus ngomong ke kantor dulu ya pak kalau mau ketemu
Armuji: Oh.... Silahkan, Fair Podo-podo ketemune, dadi gak Podo diplintire ngono lho. Wes terserah koen ngajak sopo silahkan gak masalah. Dan saya tidak pernah ngomong di video semua media seperti itu. Aku cuma ngomong, selalu.id yang tendensius terhadap saya. Wes tak jelasno, ayo ketemu, nek gak ketemu gak isok. Iki tak speaker Iki, Iki tak rekam, ngomong Karo koen Iki tak rekam, ayo ketemu dijelaskan sing nggenah, ayo genah-genahan yok opo, supaya Podo-podo fair'e. Ngono lho ayo ketemu wes.
Jurnalis selalu.id: Nanti saya kabarin ya pak, saya konfirmasi dulu ke kantor saya dulu.
Armuji: Iyo, nggone Pentol opo nggone Bentet? (Merujuk pemilik selalu.id, Taufik Rahmat dan Arif Fajar Ardianto)
Jurnalis selalu.id: Mas Bentet
Armuji: Bentet, oh...Yo wes, Yo, Iki dirungokno wong akeh, tak rekam omonganmu, Ben enak Podo-podo enake.
Tak lama berselang, Wawali Armuji kembali menghubungi jurnalis selalu.id dan mempertanyakan kenapa belum mau diajak bertemu.
"Halo Ade Risti, kenekopo gak gelem dijak ketemu, nek ketemu kan enak. Selalu tidak pernah mau diajak ketemu, ini kan aneh, anehnya apa, kalau aku balas dengan WA atau tulisan takut kamu pelintir," ujar Armuji.
"Semua wartawan yang ada di Surabaya kalau saya ajak ketemu konfirmasi mau semua. Kamu aja yang nggak mau, ini yang menjadi pertanyaan bagi saya. Keberatanya apa diajak ketemu?," pinta Armuji.
Selaku redaksi, desakan pertemuan dengan Armuji itu kami anggap langkah yang tidak relevan. Jika Armuji ingin mengklarifikasi atau menggunakan hak jawabnya tentang pemberitaan, tentu jurnalis kami siap untuk menulisnya. Itu merupakan langkah yang proporsional dan profesional, sebagaimana diatur dalam UU Pers no 40 tahun 1999.
Kami mengakui, bahwa sebagai tokoh politik senior di Surabaya, sosok Armuji telah banyak mewarnai pembangunan dan kebijakan di kota pahlawan ini. Redaksi selalu juga tidak bisa melupakan hubungan baik dengan Wawali Armuji. Politisi lulusan ITATS itu menyempatkan hadir saat launching kantor selalu.id di Pandigiling. Armuji juga hadir di perayaan HUT ke-2 selalu.id di Hotel JW Marriott.
Kami sangat berterima kasih atas perhatian serta hubungan baik yang selalu terjalin. Namun mengemban tugas sebagai pilar keempat demokrasi, tidak berlebihan kiranya kami tetap menjalankan fungsi sebagai penjaga atau "Watchdog" bagi jalannya pemerintahan Kota Surabaya.
Kami akan berupaya terus menjalankan pers sebagaimana perannya. Memberitakan sesuai fakta dan data, mengkritik sebagai pengingat, dan mengapresiasi untuk membangun. Kami bertekad akan tetap menjalankan fungsi tersebut, tanpa sama sekali menyinggung ranah pribadi seseorang.
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-11150-redaksi-selaluid-dan-wawali-armuji
