Kamis, 04 Jun 2026 15:06 WIB

Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Jan 2026 15:35 WIB
Foto: Para siswa SMPN 60 Surabaya sedang belajar di luar kelas, dikarenakan plafon ambruk pada Rabu (28/1/2026).
Foto: Para siswa SMPN 60 Surabaya sedang belajar di luar kelas, dikarenakan plafon ambruk pada Rabu (28/1/2026).

selalu.id - Insiden ambruknya atap ruang kelas di SMP Negeri 60 Surabaya mendorong Komisi D DPRD Kota Surabaya meminta evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Dewan menilai, aspek keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama, terutama di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda Kota Pahlawan.

 

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya segera melakukan pendataan ulang sekaligus pencocokan kondisi fisik sekolah-sekolah yang telah direnovasi, baik jenjang SD maupun SMP.

 

“Harapannya Dinas Pendidikan bisa mendata ulang dan mencocokkan bangunan sekolah yang sudah direnovasi, apakah benar-benar sesuai dengan standar mitigasi bencana. Beberapa bulan terakhir ini cuaca ekstrem, angin kencang sering terjadi, dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” kata Ajeng saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).

 

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya itu menegaskan, insiden ambruknya atap sekolah sangat membahayakan keselamatan siswa. Padahal, menurutnya, sektor sarana pendidikan selalu menjadi prioritas dalam pembahasan anggaran daerah.

 

“Setiap pembahasan anggaran, sarana pendidikan selalu menjadi prioritas. Sudah ada target bangunan SD maupun SMP yang direnovasi, dan seharusnya seluruhnya sudah terstandar mitigasi bencana,” ujarnya.

 

Ajeng menilai, standar mitigasi bencana di lingkungan sekolah perlu diperkuat dan diintegrasikan dengan berbagai potensi risiko, tidak hanya gempa bumi, tetapi juga angin kencang, kebakaran, dan bencana lainnya.

 

“Kita fokuskan pada mitigasi bencana. Mungkin sebelumnya sudah ada SOP, tapi belum cukup mengakomodasi risiko seperti angin kencang atau kebakaran. Ini yang harus terintegrasi,” tuturnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Ia juga meminta agar setiap proses renovasi sekolah, baik skala besar maupun kecil, disesuaikan dengan hasil penilaian risiko yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

 

“Renovasi sekolah harus berdasarkan pendampingan dan penilaian risiko dari BPBD, supaya bangunannya benar-benar aman bagi siswa,” katanya.

 

Selain itu, Komisi D mendorong adanya pengecekan rutin terhadap kondisi fisik bangunan sekolah, minimal setiap tiga bulan, terutama setelah terjadi cuaca ekstrem.

 

“Pengecekan berkala ini penting untuk melihat struktur bangunan, pondasi, hingga atap. Jangan menunggu kejadian dulu baru dievaluasi,” ucap Ajeng.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Panggil Lagi DPRKPP Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari

Ia menambahkan, meski sosialisasi kebencanaan di sekolah telah berjalan dan masuk dalam kurikulum, evaluasi terhadap kondisi fisik bangunan tetap menjadi faktor kunci dalam menjamin keselamatan siswa.

 

“Kita pastikan anak-anak sekolah dalam kondisi aman, bangunannya kuat, lingkungannya tertata, termasuk pengamanan lalu lintas di sekitar sekolah. Anggaran sudah ada, baik dari dana BOS maupun BOPDA, tinggal bagaimana benar-benar diintegrasikan dengan mitigasi bencana,” pungkasnya.

 

Sebelumnya diberitakan, aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 60 Surabaya terganggu setelah plafon ruang kelas di lantai tiga ambruk pada Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Tiga siswa sempat tertimpa reruntuhan dan mengalami syok, namun dipastikan dalam kondisi selamat.

 

Peristiwa terjadi saat kegiatan belajar baru dimulai. Para siswa berada di dalam kelas ketika plafon tiba-tiba runtuh dan menimpa sebagian area tempat duduk. Insiden tersebut diduga dipicu cuaca ekstrem disertai angin kencang yang melanda Surabaya sejak pagi hari.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.