Minggu, 19 Jul 2026 20:41 WIB

Wali Kota Eri Berencana Bikin Festival Sambelan, Pecinta Pedas Merapat!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Mei 2024 18:35 WIB
Festival Rujak Uleg Surabaya
Festival Rujak Uleg Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membawa kabar gembira bagi para pecinta makanan pedas. Menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 tahun 2025, ia berencana menggelar Festival Sambelan. Festival ini diharapkan menjadi daya tarik baru dan memperkaya kemeriahan HJKS.

"Ke depan kita juga sudah menghitung sambelan. Karena wong Suroboyo (orang Surabaya) suka sambelan. Jadi nanti bukan lagi rujak uleg saja, tapi ada macam-macam sambelan Suroboyo kita juga tampilkan," kata Wali Kota Eri Cahyadi di sela-sela Festival Rujak Uleg yang berlangsung di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Minggu (19/5/2024).

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Lebih dari sekadar festival kuliner, Wali Kota Eri menargetkan Festival Sambelan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Dengan demikian, momen HJKS tidak hanya dikenal dengan Rujak Uleg dan Parade Bunga, tetapi juga sambalnya.

"Karena yang kita masukkan KEN itu kan dua (event), ada Rujak Uleg sama Parade Bunga. Jadi nanti insyaAllah kita juga masukkan lagi sambelan, di tahun depan kita adakan sambelan," bebernya.

Menurut dia, setiap tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyajikan berbagai event menarik dan berbeda-beda tema dalam menyambut HJKS. Seperti di antaranya Festival Rujak Uleg yang tahun ini berlangsung di Taman Surya Balai Kota Surabaya.

Karena itu, ia menyebut, bahwa Festival Rujak Uleg kali ini pun terasa lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasa digelar di Jalan Kembang Jepun, Kya-kya Surabaya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

"Kali ini jumlah rujak yang dibagikan ada 731, yang dari Pemkot Surabaya, tapi dari peserta (yang dibagikan) ada 800. Jadi ada sekitar 1500 lebih yang kita bagikan tadi," ungkapnya.

Di momen spesial ini, Wali Kota Eri tak lupa berpesan kepada seluruh warga Surabaya. Ia berharap warga tetap menjaga semangat gotong-royong dan kebersamaan, sebagaimana filosofi Rujak Uleg, yang menjadi kunci kemajuan kota.

"Karena filosofinya Rujak Uleg adalah kebersamaan dan kekeluargaan," ujar Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Berkat kebersamaan ini, Wali Kota Eri mengungkapkan bahwa Surabaya berhasil menekan angka kemiskinan dan stunting. Makanya, ia kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus saling menguatkan dalam mewujudkan kesejahteraan warga Surabaya.

"Karena Surabaya belum merdeka, masih ada kemiskinan, masih ada stunting, masih ada anak putus sekolah. Maka kita membutuhkan kekuatan kebersamaan seperti Rujak Uleg menjadi satu bagian besar," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.