Senin, 20 Jul 2026 08:32 WIB

Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 31 Jan 2026 15:45 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau akrab disapa Cak YeBe. (Foto: Ade/selalu.id).
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau akrab disapa Cak YeBe. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu id - Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji dinilai masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, terutama di sektor hukum, keamanan, dan kebijakan strategis.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau akrab disapa Cak YeBe menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan sebelum memasuki tahun kedua pemerintahan. Menurutnya, sejumlah persoalan berpotensi menimbulkan instabilitas jika tidak segera dibenahi.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

“Sebagai figur yang bergerak di bidang hukum dan pemerintahan, saya mencatat ada beberapa kejadian menonjol yang berpotensi menggoyang stabilitas jika tidak segera diperbaiki,” jelas Cak YeBe saat ditemui di sela kegiatan bakti sosial donor darah dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra di Kantor DPC Gerindra Surabaya, Sabtu (31/1/2026).

Cak YeBe yang juga Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya itu menyebut, meskipun pelayanan publik menunjukkan capaian yang cukup baik, sektor hukum masih menjadi titik lemah pemerintahan saat ini.

“Pelayanan publik sudah menunjukkan performa yang cukup apik, tapi celah di bidang hukum gap-nya masih sangat besar,” katanya.

Cak YeBe mengungkapkan, dalam setahun terakhir terdapat sejumlah “rapor merah” yang perlu menjadi perhatian serius.

Ia menyoroti kebijakan hukum serta minimnya pelibatan publik dalam proses pengambilan keputusan.

“Ada sejumlah rapor merah, khususnya terkait kebijakan hukum dan minimnya pelibatan publik dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.

Cak YeBe juga menyinggung beberapa program dan kebijakan Pemkot Surabaya yang sempat memicu polemik di masyarakat. Di antaranya survei DTSEN, penanganan organisasi kemasyarakatan (ormas), pembentukan satuan tugas (satgas), program kampung tematik, hingga pengelolaan aset daerah.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Beberapa kasus sempat viral dan kontraproduktif di masyarakat. Ini tentu harus menjadi bahan evaluasi,” paparnya.

Menurut Cak YeBe, persoalan sengketa tanah, dinamika ormas, serta tata kelola parkir menjadi pemicu utama potensi kerawanan sosial dan politik di Kota Pahlawan. Ia menekankan penyelesaian persoalan tersebut harus cepat, tepat secara regulasi, dan melibatkan masyarakat.

“Masalah-masalah ini harus diselesaikan dengan pendekatan hukum yang benar agar tidak menimbulkan gejolak lanjutan,” katanya.

Selain substansi kebijakan, Cak YeBe juga mengkritik pola komunikasi Pemkot Surabaya yang dinilai kerap tidak melibatkan DPRD sejak tahap awal perencanaan.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

“Kami di legislatif sering kali tidak diajak diskusi di awal. Tapi ketika sudah muncul kendala di lapangan, baru kemudian melibatkan legislatif dan juga APH untuk mencari solusi,” ujarnya.

Cak YeBe menyarankan agar setiap rencana pembangunan ke depan melalui kajian yang komprehensif, melibatkan partisipasi publik, serta dibahas bersama DPRD sejak tahap perencanaan.

Meski menyampaikan kritik, ia tetap meyakini Eri Cahyadi dan Armuji memiliki kapasitas untuk melakukan perbaikan pada tahun berikutnya.

“Saya yakin Eri dan Armuji punya kapasitas untuk berbenah. Sinergi yang lebih erat antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat akan sangat menentukan agar Surabaya tidak dibayangi instabilitas hukum dan politik,” pungkas Cak YeBe.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.