Selasa, 20 Okt 2026 13:07 WIB

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Momen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari  Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Momen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengikuti workshop pengelolaan sampah atas undangan resmi dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI).

Dalam workshop ini, Ning Ita bersama rombongan dari Indonesia dipimpin langsung oleh Rofi Alhanif, Asdep Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan yang didampingi oleh Kirsfianti Linda Ginoga, Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kemenko Bidang Pangan RI. 

Baca Juga: 150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

Rombongan juga diterima secara langsung oleh Mr. YOSHIDA, President of AOTS dan ⁠Mrs. AOKI, Ministry of Economic, Trade and Industry. 

Menurut Ning Ita-sapaan akrab wali kota, workshop yang berlangsung selama lima hari (26-30 Januari 2026) tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berharga, baik secara profesional, personal, maupun institusional.

“Program ini memberikan banyak pembelajaran penting bagi kami dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi teknis dan regulasi, tetapi juga bagaimana membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” kata Ning Ita, Jumat (30/1/2026).

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang.Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Ning Ita juga merasa terhormat karena ditampilkan sebagai salah satu praktik baik dalam kolaborasi lintas sektor pengelolaan sampah. 

Pengakuan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari kemitraan yang telah dibangun bersama Rekosistem serta berbagai mitra sektor swasta Jepang, seperti Ajinomoto, Yakult, Unicharm, Panasonic, dan Marubeni.

“Pengakuan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi dorongan bagi kami untuk terus melanjutkan dan mengembangkan berbagai upaya yang telah dirintis di Kota Mojokerto,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga memaparkan sejumlah praktik pengelolaan sampah yang telah dijalankan. 

Baca Juga: 5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Melalui kolaborasi TPS3R di Kelurahan Magersari bersama Rekosistem dan mitra Jepang, Kota Mojokerto berhasil menurunkan timbulan sampah hingga 46,53 persen pada tahun 2025 melalui daur ulang, pengomposan, serta pengurangan sampah dari sumbernya.

Ning Ita menambahkan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto mengimplementasikan Program Ibu Meguru yang memberdayakan ibu rumah tangga sebagai pelaku utama pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. 

“Program ini didukung dengan kantong sampah khusus serta sistem insentif, dan terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku,” terangnya.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di JepangMomen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita menyampaikan bahwa di Kota Mojokerto juga menyelenggarakan kegiatan SPOGOMI, kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan aksi pengumpulan sampah. 

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran publik melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.

Selama mengikuti workshop di Jepang, Ning Ita juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pengelolaan sampah di JFE dan J-Circular, Kawasaki dan Meguro, pembelajaran kelas terkait regulasi pengelolaan sampah di Jepang, implementasi di Kota Osaki dan SOO Recycling, serta penerapan mekanisme Extended Producer Responsibility (EPR) oleh JCPRA memberikan wawasan berharga mengenai sinergi antara teknologi, sektor swasta, tata kelola pemerintahan, dan partisipasi masyarakat.

Dengan mengikuti workshop di Jepang tersebut, Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta. 

Setelah berhasil dengan pengelolaan sampah Bersama Rekosistem dan Perusahaan konsorsium Jepang, Ning Ita berharap akan berlanjut untuk pengelolaan sampah di Sungai. 

“Ke depan semoga ada sinergi tentang pengelolaan sampah di sungai, karena Kota Mojokerto dialiri 7 anak sungai, dan saat ini Tengah mengembangkan wisata sungai di Taman Bahari Mojopahit (TBM),” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.