Jumat, 05 Jun 2026 21:53 WIB

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Momen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari  Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Momen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengikuti workshop pengelolaan sampah atas undangan resmi dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI).

Dalam workshop ini, Ning Ita bersama rombongan dari Indonesia dipimpin langsung oleh Rofi Alhanif, Asdep Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan yang didampingi oleh Kirsfianti Linda Ginoga, Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kemenko Bidang Pangan RI. 

Baca Juga: Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Rombongan juga diterima secara langsung oleh Mr. YOSHIDA, President of AOTS dan ⁠Mrs. AOKI, Ministry of Economic, Trade and Industry. 

Menurut Ning Ita-sapaan akrab wali kota, workshop yang berlangsung selama lima hari (26-30 Januari 2026) tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berharga, baik secara profesional, personal, maupun institusional.

“Program ini memberikan banyak pembelajaran penting bagi kami dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi teknis dan regulasi, tetapi juga bagaimana membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” kata Ning Ita, Jumat (30/1/2026).

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang.Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Ning Ita juga merasa terhormat karena ditampilkan sebagai salah satu praktik baik dalam kolaborasi lintas sektor pengelolaan sampah. 

Pengakuan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari kemitraan yang telah dibangun bersama Rekosistem serta berbagai mitra sektor swasta Jepang, seperti Ajinomoto, Yakult, Unicharm, Panasonic, dan Marubeni.

“Pengakuan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi dorongan bagi kami untuk terus melanjutkan dan mengembangkan berbagai upaya yang telah dirintis di Kota Mojokerto,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga memaparkan sejumlah praktik pengelolaan sampah yang telah dijalankan. 

Baca Juga: Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Melalui kolaborasi TPS3R di Kelurahan Magersari bersama Rekosistem dan mitra Jepang, Kota Mojokerto berhasil menurunkan timbulan sampah hingga 46,53 persen pada tahun 2025 melalui daur ulang, pengomposan, serta pengurangan sampah dari sumbernya.

Ning Ita menambahkan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto mengimplementasikan Program Ibu Meguru yang memberdayakan ibu rumah tangga sebagai pelaku utama pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. 

“Program ini didukung dengan kantong sampah khusus serta sistem insentif, dan terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku,” terangnya.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di JepangMomen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita menyampaikan bahwa di Kota Mojokerto juga menyelenggarakan kegiatan SPOGOMI, kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan aksi pengumpulan sampah. 

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran publik melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.

Selama mengikuti workshop di Jepang, Ning Ita juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pengelolaan sampah di JFE dan J-Circular, Kawasaki dan Meguro, pembelajaran kelas terkait regulasi pengelolaan sampah di Jepang, implementasi di Kota Osaki dan SOO Recycling, serta penerapan mekanisme Extended Producer Responsibility (EPR) oleh JCPRA memberikan wawasan berharga mengenai sinergi antara teknologi, sektor swasta, tata kelola pemerintahan, dan partisipasi masyarakat.

Dengan mengikuti workshop di Jepang tersebut, Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta. 

Setelah berhasil dengan pengelolaan sampah Bersama Rekosistem dan Perusahaan konsorsium Jepang, Ning Ita berharap akan berlanjut untuk pengelolaan sampah di Sungai. 

“Ke depan semoga ada sinergi tentang pengelolaan sampah di sungai, karena Kota Mojokerto dialiri 7 anak sungai, dan saat ini Tengah mengembangkan wisata sungai di Taman Bahari Mojopahit (TBM),” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.