Minggu, 01 Feb 2026 01:45 WIB

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Momen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari  Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Momen Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengikuti workshop pengelolaan sampah atas undangan resmi dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI).

Dalam workshop ini, Ning Ita bersama rombongan dari Indonesia dipimpin langsung oleh Rofi Alhanif, Asdep Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan yang didampingi oleh Kirsfianti Linda Ginoga, Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kemenko Bidang Pangan RI. 

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Rombongan juga diterima secara langsung oleh Mr. YOSHIDA, President of AOTS dan ⁠Mrs. AOKI, Ministry of Economic, Trade and Industry. 

Menurut Ning Ita-sapaan akrab wali kota, workshop yang berlangsung selama lima hari (26-30 Januari 2026) tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berharga, baik secara profesional, personal, maupun institusional.

“Program ini memberikan banyak pembelajaran penting bagi kami dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi teknis dan regulasi, tetapi juga bagaimana membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” kata Ning Ita, Jumat (30/1/2026).

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang.Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Ning Ita juga merasa terhormat karena ditampilkan sebagai salah satu praktik baik dalam kolaborasi lintas sektor pengelolaan sampah. 

Pengakuan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari kemitraan yang telah dibangun bersama Rekosistem serta berbagai mitra sektor swasta Jepang, seperti Ajinomoto, Yakult, Unicharm, Panasonic, dan Marubeni.

“Pengakuan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi dorongan bagi kami untuk terus melanjutkan dan mengembangkan berbagai upaya yang telah dirintis di Kota Mojokerto,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga memaparkan sejumlah praktik pengelolaan sampah yang telah dijalankan. 

Baca Juga: KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi ke Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto: Ada Jetski, Mobil hingga Tanah

Melalui kolaborasi TPS3R di Kelurahan Magersari bersama Rekosistem dan mitra Jepang, Kota Mojokerto berhasil menurunkan timbulan sampah hingga 46,53 persen pada tahun 2025 melalui daur ulang, pengomposan, serta pengurangan sampah dari sumbernya.

Ning Ita menambahkan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto mengimplementasikan Program Ibu Meguru yang memberdayakan ibu rumah tangga sebagai pelaku utama pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. 

“Program ini didukung dengan kantong sampah khusus serta sistem insentif, dan terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku,” terangnya.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di JepangMomen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita menyampaikan bahwa di Kota Mojokerto juga menyelenggarakan kegiatan SPOGOMI, kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan aksi pengumpulan sampah. 

Baca Juga: Kebakaran Gudang dan Pabrik Sepatu di Mojokerto, Kerugian 300 Juta

Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran publik melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.

Selama mengikuti workshop di Jepang, Ning Ita juga berkesempatan untuk melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pengelolaan sampah di JFE dan J-Circular, Kawasaki dan Meguro, pembelajaran kelas terkait regulasi pengelolaan sampah di Jepang, implementasi di Kota Osaki dan SOO Recycling, serta penerapan mekanisme Extended Producer Responsibility (EPR) oleh JCPRA memberikan wawasan berharga mengenai sinergi antara teknologi, sektor swasta, tata kelola pemerintahan, dan partisipasi masyarakat.

Dengan mengikuti workshop di Jepang tersebut, Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta. 

Setelah berhasil dengan pengelolaan sampah Bersama Rekosistem dan Perusahaan konsorsium Jepang, Ning Ita berharap akan berlanjut untuk pengelolaan sampah di Sungai. 

“Ke depan semoga ada sinergi tentang pengelolaan sampah di sungai, karena Kota Mojokerto dialiri 7 anak sungai, dan saat ini Tengah mengembangkan wisata sungai di Taman Bahari Mojopahit (TBM),” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Setelah hasil penyelidikan maksimal diperoleh, proses gelar perkara akan segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.

Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Cak YeBe mengungkapkan, dalam setahun terakhir kepemimpinan Eri-Armuji terdapat sejumlah “rapor merah” yang perlu menjadi perhatian serius.

Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

Korupsi dana hibah pokok pikiran (pokir) DPRD Jatim yang ditangani KPK menjerat 21 tersangka, termasuk mantan Ketua DPRD Kusnadi dan anggota DPRD Hasanuddin.