Selasa, 21 Jul 2026 08:56 WIB

Kisah Supiyah, Tukang Pijat yang Menabung 43 Tahun untuk Naik Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Mei 2024 18:02 WIB
Supiyah saat memijat di Asrama Haji Surabaya sebelum berangkat ke tanah suci
Supiyah saat memijat di Asrama Haji Surabaya sebelum berangkat ke tanah suci

selalu.id - Seorang tukang pijat keliling di Surabaya berhasil menabung untuk ongkos naik haji. Tidak main, wanita berusia 60 tahun ini sudah menabung sejak usia 17 tahun.

Supiyah, seorang jemaah haji asal Surabaya menceritakan kisahnya menabung sejak usia 17 tahun untuk pembiayaan haji.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Nenek yang sudah berusia 60 tahun merupakan jemaah haji kloter 15 asal Surabaya tak menyangka jika ia bisa berangkat menunaikan ibadah haji tahun 2024 ini.

Supiyah sudah bekerja sebagai tukang pijat keliling, sejak usia 17 tahun, bahkan di usianya yang lanjut, Supiyah masih menjalankan profesinya tersebut.

Dia mampu memijat kurang lebih dua jam untuk sekali pengerjaan. Dari hasil kerja kerasnya, dia menyisihkan uang Rp 10 ribu setiap harinya selama 24 tahun.

"Penghasilan saya tak tentu, kalau sebentar kadang dibayar 30 ribu, ada juga yang membayar 70 ribu," tutur warga Jalan Sombo, Surabaya ini.

Penghasilannya yang tak menentu, tak menyurutkan harapan Supiyah untuk mewujudkan cita-cita sejak ia masih muda, yakni menunaikan rukun Islam kelima.

Dari tekad kuat tersebut, Supiyah tekun menabung hingga pada suatu ketika ia dapat membeli emas seberat 60 gram untuk mendaftar biaya haji di tahun 2010 sebesar Rp 25 juta. Dia terus berjuang untuk bisa melunasi biaya perjalanan ibadah haji.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Meskipun penghasilan saya tidak tetap, Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya bisa nabung untuk haji yang penting tekadnya kuat," tuturnya.

Supiyah mengaku seharusnya berangkat haji di tahun 2021, namun karena pandemi Covid-19 membuatnya tidak bisa berangkat ke tanah suci, keberangkatan ibadah haji pun ditiadakan.

"Harusnya 2021 berangkat tapi karena Covid-19 akhirnya mundur dan juga baru sempat ada uang juga untuk melunasi, akhirnya berangkat tahun ini," ungkap ibu lima anak tersebut.

Supiyah sudah menyiapkan doa khusus ketika di tanah suci. Ia berharap agar senantiasa diberikan kesehatan, murah rezeki dan panjang umur.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Ya doanya gak banyak-banyak diberi sehat, lancar rezeki dan panjang umur," ujar Supiah.

Bahkan ketika nanti di Arab Saudi ada yang memintanya untuk memijat maka dia sanggup melakukan itu, asalkan tidak mengganggu waktu ibadah.

"Waktu masuk di asrama haji saja sudah ada yang pijat. Alhamdulillah diberi imbalan Rp 50 ribu. Ya nanti jika sudah di Makkah ada yang minta pijat ya tetap dilayani kan membantu orang dapat pahala," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.