Kamis, 15 Okt 2026 02:21 WIB

Kisah Supiyah, Tukang Pijat yang Menabung 43 Tahun untuk Naik Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Mei 2024 18:02 WIB
Supiyah saat memijat di Asrama Haji Surabaya sebelum berangkat ke tanah suci
Supiyah saat memijat di Asrama Haji Surabaya sebelum berangkat ke tanah suci

selalu.id - Seorang tukang pijat keliling di Surabaya berhasil menabung untuk ongkos naik haji. Tidak main, wanita berusia 60 tahun ini sudah menabung sejak usia 17 tahun.

Supiyah, seorang jemaah haji asal Surabaya menceritakan kisahnya menabung sejak usia 17 tahun untuk pembiayaan haji.

Baca Juga: Jejak Kelam Kampung Narkoba Jalan Kunti Surabaya

Nenek yang sudah berusia 60 tahun merupakan jemaah haji kloter 15 asal Surabaya tak menyangka jika ia bisa berangkat menunaikan ibadah haji tahun 2024 ini.

Supiyah sudah bekerja sebagai tukang pijat keliling, sejak usia 17 tahun, bahkan di usianya yang lanjut, Supiyah masih menjalankan profesinya tersebut.

Dia mampu memijat kurang lebih dua jam untuk sekali pengerjaan. Dari hasil kerja kerasnya, dia menyisihkan uang Rp 10 ribu setiap harinya selama 24 tahun.

"Penghasilan saya tak tentu, kalau sebentar kadang dibayar 30 ribu, ada juga yang membayar 70 ribu," tutur warga Jalan Sombo, Surabaya ini.

Penghasilannya yang tak menentu, tak menyurutkan harapan Supiyah untuk mewujudkan cita-cita sejak ia masih muda, yakni menunaikan rukun Islam kelima.

Dari tekad kuat tersebut, Supiyah tekun menabung hingga pada suatu ketika ia dapat membeli emas seberat 60 gram untuk mendaftar biaya haji di tahun 2010 sebesar Rp 25 juta. Dia terus berjuang untuk bisa melunasi biaya perjalanan ibadah haji.

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

"Meskipun penghasilan saya tidak tetap, Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya bisa nabung untuk haji yang penting tekadnya kuat," tuturnya.

Supiyah mengaku seharusnya berangkat haji di tahun 2021, namun karena pandemi Covid-19 membuatnya tidak bisa berangkat ke tanah suci, keberangkatan ibadah haji pun ditiadakan.

"Harusnya 2021 berangkat tapi karena Covid-19 akhirnya mundur dan juga baru sempat ada uang juga untuk melunasi, akhirnya berangkat tahun ini," ungkap ibu lima anak tersebut.

Supiyah sudah menyiapkan doa khusus ketika di tanah suci. Ia berharap agar senantiasa diberikan kesehatan, murah rezeki dan panjang umur.

Baca Juga: Wacana Siswa Bisa Tidak Naik Kelas 2027, DPRD Surabaya Ingatkan Rawan Pungli

"Ya doanya gak banyak-banyak diberi sehat, lancar rezeki dan panjang umur," ujar Supiah.

Bahkan ketika nanti di Arab Saudi ada yang memintanya untuk memijat maka dia sanggup melakukan itu, asalkan tidak mengganggu waktu ibadah.

"Waktu masuk di asrama haji saja sudah ada yang pijat. Alhamdulillah diberi imbalan Rp 50 ribu. Ya nanti jika sudah di Makkah ada yang minta pijat ya tetap dilayani kan membantu orang dapat pahala," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Bos Biro Umroh Surabaya Dipolisikan Kasus Kekerasan Seksual-Aborsi, Kuasa Hukum Bantah Begini

Berdasarkan keterangan kuasa hukum pelapor, kedua belah pihak awalnya bertetangga. Kedekatan bermula setelah suami korban meninggal dunia pada 2023. 

Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

Dalam dinamika ini, Kaji Ipuk juga menyinggung perlunya edukasi bagi kader yang dinilai masih perlu memahami nilai dan jati diri partai.

Marhaen Lantik 103 Pejabat Pemkab Nganjuk, Tekankan Layanan Kecamatan dan Netralitas Pilkades

Marhaen menekankan agar para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi di tempat tugas yang baru dan langsung bekerja untuk masyarakat.

Kebakaran Hanguskan Dua Rumah di Sukodono, Pemkab Sidoarjo Langsung Perbaiki

Pemkab Sidoarjo menargetkan perbaikan mulai dikerjakan pekan ini dengan menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Usut Dugaan Penyerobotan Lahan 13 Tahun di Pasuruan, Bareskrim Temukan Bukti Khusus

Penguasaan sebagian lahan ini juga membuat keseluruhan areal tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga menimbulkan kerugian materiil yang nyata.

Foto: Tim Gabungan Gerebek Kampung Narkoba di Jalan Kunti Surabaya

Saat ini, tim gabungan terus mendata orang yang diamankan serta barang bukti yang ditemukan di lokasi.