Kamis, 04 Jun 2026 15:08 WIB

Wali Kota Eri Bentuk Satgas Teknis Cek Bangunan Sekolah Setelah Plafon SMPN 60 Runtuh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Jan 2026 17:56 WIB
Foto: Satgas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah menyusul insiden runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi.
Foto: Satgas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah menyusul insiden runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi.

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah menyusul insiden runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi.

 

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, kewenangan pengelolaan fisik bangunan sekolah kini berada di bawah Dinas Pendidikan (Dispendik) seiring perubahan aturan dan nomenklatur organisasi perangkat daerah (OPD).

 

“Sekarang bukan lagi di DPRKPP, tapi di Dinas Pendidikan. Karena aturan baru, urusan fisik pembangunan sekolah melekat ke dinas terkait,” kata Eri, Kamis (29/1/2026).

 

Meski demikian, Eri mengakui Dispendik bukan dinas teknis di bidang konstruksi. Karena itu, pemkot tetap melibatkan tenaga teknis dari Dinas Cipta Karya/DPRKPP untuk membantu penanganan sarana dan prasarana sekolah.

 

“Saya minta teman-teman teknis dari Cipta Karya ikut turun. Nanti ada satgas di sana untuk membantu,” ujarnya.

 

Satgas tersebut akan bertugas melakukan perbaikan sekaligus evaluasi kondisi fisik bangunan sekolah secara bertahap. Secara struktur, satgas berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan.

 

Baca Juga: Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Timpa Tiga Siswa   

Untuk memperkuat pengelolaan sarana prasarana, Pemkot Surabaya juga membentuk jabatan baru di lingkungan Dispendik, yakni Kepala Bidang Sarana dan Prasarana yang diisi oleh tenaga berlatar belakang teknis.

 

“Sekarang ada Kabid sarana-prasarana yang dari orang teknis. Karena tidak mungkin guru mengurusi persoalan plafon atau konstruksi bangunan,” kata Eri

.

Terkait kegiatan belajar mengajar, siswa dari kelas VIIE yang terdampak sementara digabung dengan kelas lain yang setingkat sambil menunggu proses perbaikan ruang kelas selesai.

 

Baca Juga: Atap Gerbang Tol Banyuurip Ambruk, Truk Diduga Sebabkan Kecelakaan

“Kita gabungkan dengan kelas VII lain. Jumlah siswa memang lebih banyak sementara waktu, tapi perbaikan akan dipercepat,” ujarnya.

 

Diketahui, plafon ruang kelas VIIE SMPN 60 Surabaya runtuh saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Peristiwa tersebut diduga dipicu tekanan angin cukup kuat serta kondisi plafon berbahan gypsum yang telah rapuh.

 

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Para siswa langsung dievakuasi, sementara kegiatan pembelajaran sementara dipindahkan ke ruang laboratorium dan perpustakaan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.