Selasa, 20 Okt 2026 09:20 WIB

Wali Kota Eri Bentuk Satgas Teknis Cek Bangunan Sekolah Setelah Plafon SMPN 60 Runtuh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Jan 2026 17:56 WIB
Foto: Satgas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah menyusul insiden runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi.
Foto: Satgas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah menyusul insiden runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi.

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah menyusul insiden runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi.

 

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, kewenangan pengelolaan fisik bangunan sekolah kini berada di bawah Dinas Pendidikan (Dispendik) seiring perubahan aturan dan nomenklatur organisasi perangkat daerah (OPD).

 

“Sekarang bukan lagi di DPRKPP, tapi di Dinas Pendidikan. Karena aturan baru, urusan fisik pembangunan sekolah melekat ke dinas terkait,” kata Eri, Kamis (29/1/2026).

 

Meski demikian, Eri mengakui Dispendik bukan dinas teknis di bidang konstruksi. Karena itu, pemkot tetap melibatkan tenaga teknis dari Dinas Cipta Karya/DPRKPP untuk membantu penanganan sarana dan prasarana sekolah.

 

“Saya minta teman-teman teknis dari Cipta Karya ikut turun. Nanti ada satgas di sana untuk membantu,” ujarnya.

 

Satgas tersebut akan bertugas melakukan perbaikan sekaligus evaluasi kondisi fisik bangunan sekolah secara bertahap. Secara struktur, satgas berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan.

 

Baca Juga: Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Timpa Tiga Siswa   

Untuk memperkuat pengelolaan sarana prasarana, Pemkot Surabaya juga membentuk jabatan baru di lingkungan Dispendik, yakni Kepala Bidang Sarana dan Prasarana yang diisi oleh tenaga berlatar belakang teknis.

 

“Sekarang ada Kabid sarana-prasarana yang dari orang teknis. Karena tidak mungkin guru mengurusi persoalan plafon atau konstruksi bangunan,” kata Eri

.

Terkait kegiatan belajar mengajar, siswa dari kelas VIIE yang terdampak sementara digabung dengan kelas lain yang setingkat sambil menunggu proses perbaikan ruang kelas selesai.

 

Baca Juga: Atap Gerbang Tol Banyuurip Ambruk, Truk Diduga Sebabkan Kecelakaan

“Kita gabungkan dengan kelas VII lain. Jumlah siswa memang lebih banyak sementara waktu, tapi perbaikan akan dipercepat,” ujarnya.

 

Diketahui, plafon ruang kelas VIIE SMPN 60 Surabaya runtuh saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Peristiwa tersebut diduga dipicu tekanan angin cukup kuat serta kondisi plafon berbahan gypsum yang telah rapuh.

 

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Para siswa langsung dievakuasi, sementara kegiatan pembelajaran sementara dipindahkan ke ruang laboratorium dan perpustakaan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.