Selasa, 21 Jul 2026 14:56 WIB

Wali Kota Eri Bentuk Satgas Teknis Cek Bangunan Sekolah Setelah Plafon SMPN 60 Runtuh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Jan 2026 17:56 WIB
Foto: Satgas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah menyusul insiden runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi.
Foto: Satgas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah menyusul insiden runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi.

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan sekolah menyusul insiden runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya pada Rabu (28/1/2026) pagi.

 

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, kewenangan pengelolaan fisik bangunan sekolah kini berada di bawah Dinas Pendidikan (Dispendik) seiring perubahan aturan dan nomenklatur organisasi perangkat daerah (OPD).

 

“Sekarang bukan lagi di DPRKPP, tapi di Dinas Pendidikan. Karena aturan baru, urusan fisik pembangunan sekolah melekat ke dinas terkait,” kata Eri, Kamis (29/1/2026).

 

Meski demikian, Eri mengakui Dispendik bukan dinas teknis di bidang konstruksi. Karena itu, pemkot tetap melibatkan tenaga teknis dari Dinas Cipta Karya/DPRKPP untuk membantu penanganan sarana dan prasarana sekolah.

 

“Saya minta teman-teman teknis dari Cipta Karya ikut turun. Nanti ada satgas di sana untuk membantu,” ujarnya.

 

Satgas tersebut akan bertugas melakukan perbaikan sekaligus evaluasi kondisi fisik bangunan sekolah secara bertahap. Secara struktur, satgas berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan.

 

Baca Juga: Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Timpa Tiga Siswa   

Untuk memperkuat pengelolaan sarana prasarana, Pemkot Surabaya juga membentuk jabatan baru di lingkungan Dispendik, yakni Kepala Bidang Sarana dan Prasarana yang diisi oleh tenaga berlatar belakang teknis.

 

“Sekarang ada Kabid sarana-prasarana yang dari orang teknis. Karena tidak mungkin guru mengurusi persoalan plafon atau konstruksi bangunan,” kata Eri

.

Terkait kegiatan belajar mengajar, siswa dari kelas VIIE yang terdampak sementara digabung dengan kelas lain yang setingkat sambil menunggu proses perbaikan ruang kelas selesai.

 

Baca Juga: Atap Gerbang Tol Banyuurip Ambruk, Truk Diduga Sebabkan Kecelakaan

“Kita gabungkan dengan kelas VII lain. Jumlah siswa memang lebih banyak sementara waktu, tapi perbaikan akan dipercepat,” ujarnya.

 

Diketahui, plafon ruang kelas VIIE SMPN 60 Surabaya runtuh saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Peristiwa tersebut diduga dipicu tekanan angin cukup kuat serta kondisi plafon berbahan gypsum yang telah rapuh.

 

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Para siswa langsung dievakuasi, sementara kegiatan pembelajaran sementara dipindahkan ke ruang laboratorium dan perpustakaan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.