Kamis, 04 Jun 2026 18:27 WIB

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 01 Feb 2026 22:22 WIB
Pemain Persebaya Surabaya saat berebut bola dengan pemain Dewa United. (Dok. Instagram @officialpersebaya).
Pemain Persebaya Surabaya saat berebut bola dengan pemain Dewa United. (Dok. Instagram @officialpersebaya).

selalu.id - Laga sengit antara Persebaya Surabaya Vs Dewa United yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Minggu (1/2/2026) malam, berakhir dengan skor 1-1.

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Meski begitu, Persebaya masih menjaga trend positifnya yang tak pernah kalah dalam empat laga sebelumnya.

Jalannya Pertandingan

Dewa United sebagai tim tamu justru lebih banyak menguasai jalannya permainan dibabak pertama. Alexis Messidoro dan kawan-kawan begitu dominan memainkan bola.

Selain itu, Dewa United juga beberapa kali mengancam pertahanan Persebaya namun selalu mampu digagalkan oleh para pemain tuan rumah.

Persebaya sendiri di bawah asuhan Bernardo Tavares kembali bermain lebih pragmatis. Dengan skema bertahan yang kuat, Persebaya mencoba balas serangan melalui serangan balik cepat.

Bola yang direbut pemain bertahan Persebaya dengan cepat langsung diarahkan ke barisan penyerang.

Trio Malik Risaldi, Bruno Moreira dan Gali Freitas beberapa kali mengancam pertahanan Dewa United. Skema tersebut benar-benar berjalan baik, ketika Gali Freitas menerima umpan dari Toni Firmansyah.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Dengan kontrol yang baik, Gali meneruskan bola ke Catur Pamungkas yang bergerak cepat dari lini kedua dan langsung masuk ke kotak penalti lawan.

Tanpa pikir panjang ia memberi umpan kepada Francisco Rivera yang kemudian menjadi gol di menit ke-29.

Gol tersebut memacu motivasi skuad Bajol Ijo untuk menambah keunggulan. Dengan skema yang sama, beberapa kali gawang Dewa United terancam.

Tertinggal satu gol, Dewa United tak tinggal diam dan kembali mengambil inisiatif serangan. Gol balasan akhirnya tercipta pada menit ke-30 melalui eksekusi Kafiatur yang menerima umpan dari rekannya.

Pasca gol penyeimbang, pertandingan berjalan makin seru karena kedua tim saling balas serangan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Skema serangan balik Persebaya membuat Dewa United kehilangan satu pemainnya, setelah Nick Kuipers sebagai pemain terakhir melakukan pelanggaran kepada Malik Risaldi. Namun, hingga babak pertama tidak ada gol tambahan dan skor bertahan 1-1.

Di babak kedua, unggul pemain membuat Persebaya lebih banyak memberikan tekanan ke gawang Dewa United. Namun, dengan tempo yang menurun membuat Persebaya mengalami kebuntuan untuk bisa menembus pertahanan rapat lawan. 

Persebaya nyaris saja menambah keunggulan setelah Mihailo Perovic yang masuk di babak kedua sukses menyundul bola umpan Risto Mitrevski di akhir pertandingan. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah melihat adanya pelanggaran melalui VAR.

Pertandingan sengit ini pun tak berubah hingga peluit dibunyikan. Persebaya berbagai angka 1-1.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.