Rabu, 26 Jun 2024 00:41 WIB

Pesawat Putar Balik Turunkan Satu Jemaah Haji di Surabaya, Ini Penyebabnya

  • Reporter : Ade Resty
  • | Senin, 20 Mei 2024 21:37 WIB
Ilustrasi keberangkatan haji. Foto: Istimewa

Ilustrasi keberangkatan haji. Foto: Istimewa

selalu.id - Belasan calon jemaah haji (CJH) di Jawa Timur yang berangkat dari Embarkasi Asrama Haji Surabaya batal terbang ke tanah suci.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris mengatakan, total sebanyak 17 orang CJH yang gagal berangkat. Mereka diantaranya ada yang sakit, satu yang meninggal dunia dan satu yang harus kembali ke bandara karena sesak napas.

Baca Juga: Pemulung Mojokerto Naik Haji bersama Istri, Begini Kisahnya

"Sampai saat ini jemaah kita 17 orang, satu wafat, tiga kembali daerah untuk perawatan lebih lanjut, tujuh masih di rumah sakit asrama haji, enam adalah suami dan istri yang sedang dirawat," kata Haris, Senin (20/5/2024).

Haris menyebut salah satu calon jemaah haji itu ada juga yang meninggal dunia. Dia berasal dari Kabupaten Madiun kloter 16, Sastrowiryo Bin Kasanrejo (78) meninggal dunia hari ini, Jumat (17/5), sekitar pukul 07.00 WIB.

Seharusnya, lanjut Haris, Sastrowiryo berangkat ke tanah suci Makkah Kamis (16/5), namun batal karena sakit, lalu meninggal dunia. 

Tak hanya itu,ada calon jemaah haji dari Magetan, Malang dan Lamongan dipulangkan karena sakit.

Baca Juga: DPR RI Tingkatkan Pengawasan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024

"Lamongan gagal ginjal, sisanya anemia dan sesak napas. Kloter 16 Madiun, sakit lambung," ujarnya.

Selain itu, ada juga CJH dari kloter 32 Kabupaten Pasuruan yang mengalami sesak napas usai pesawat lepas landas. Akhirnya pesawat kembali ke bandara dan CJH tersebut menjalani perawatan.

"Iya sesak napas diturunkan ke juanda, sedang dalam proses pengobatan," katanya.

Baca Juga: Kisah Nur Hasanah, Penjual Krupuk Asal Probolinggo yang Berhasil Naik Haji

Haris menyebut, pada saat pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) hasil kesehatannya baik. Namun saat pesawat lepas landas tiba-tiba sesak napas.

"Sakit itu kan ndak permisi, orang karena pikiran takut di pesawat bisa datang karena ketakutan. Bisa karena trauma, takut, kondisi tubuh kurang fit," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto