Senin, 03 Agu 2026 06:43 WIB

Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Menteri Sosial Gus Ipul
Menteri Sosial Gus Ipul

selalu.id - Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menetapkan target penambahan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahunnya, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. 

Baca Juga: Cara Cek BPJS PBI JK Sudah Diaktifkan Lagi atau Belum

Target ini disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
 
"Bertahun-tahun ke depan, insyaAllah kita akan menambah 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahunnya sesuai target yang diberikan Presiden," ujar Gus Ipul usai menghadiri acara tersebut di Surabaya, Jumat (16/1/2026) sore.
 
Menurut Mensos, Sekolah Rakyat permanen dirancang dengan kapasitas antara 300 hingga 500 siswa per tahap awal. Gedung yang dibangun secara permanen diharapkan dapat menyerap lebih banyak siswa dari keluarga desil 1 atau kelompok kurang mampu.
 
"Gedung permanen yang sudah rampung akan dilengkapi fasilitas yang memadai, dengan pembagian kapasitas sekitar 100 siswa untuk jenjang SD, 100 siswa untuk SMP, dan 100 siswa untuk SMA," jelasnya.
 
Saat ini, kapasitas Sekolah Rakyat di berbagai daerah belum merata, dengan jumlah siswa yang ditampung berkisar antara 25 hingga 50 orang per lokasi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan gedung yang sebagian besar masih bersifat sementara.
 
"Saat ini kondisi gedung masih belum memenuhi standar, sehingga kapasitasnya terbatas. Namun dengan gedung permanen, kita bisa menerima 300 siswa baru setiap tahunnya, dan dalam tiga tahun ke depan diharapkan dapat mencapai kapasitas penuh hingga lebih dari 1000 siswa untuk jenjang SD dan SMP," tambahnya.
 
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Gus Ipul menyatakan bahwa setidaknya setiap kabupaten akan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen dengan kapasitas menampung 1000 siswa untuk jenjang SD dan SMP.
 
"Kita sudah mulai melakukan langkah awal di daerah-daerah terluar, dan pada akhirnya setiap kabupaten akan memiliki fasilitas pendidikan ini untuk menjangkau lebih banyak anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu," pungkasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M

Maruarar mengungkapkan, meski sebelumnya ada wacana menggelar laga krusial tersebut di Surabaya, namun keputusan laga akhirnya digelar di Bali.

Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Menurutnya, aspek administrasi, keamanan, hingga perlindungan bagi petugas harus menjadi perhatian utama untuk mencegah terjadinya insiden di lapangan.

Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

Ida Widayati menjelaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres setempat untuk memverifikasi kebenaran informasi yang meresahkan publik itu.

Tak Ada Ongkos Berobat? Pemkab Jember Kirim Nakes dan Dokter Spesialis Langsung ke Rumah Warga

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa program dengan konsep jemput bola ini lahir dari keprihatinan atas kondisi riil di lapangan.

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Sumenep: Korban Selamat jadi 231, Lima Tewas

Unsur SAR hingga kini masih bersiaga di lokasi untuk melanjutkan pencarian sekaligus memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.

Evakuasi Dramatis Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Hingga kini, KN SAR 249 Permadi bersama tim SAR gabungan masih menyisir lokasi untuk pencarian korban dan pendataan ulang.