Minggu, 02 Agu 2026 03:38 WIB

Mensos Ajak Muslimat NU Berperan Aktif Pengentasan Kemiskinan

Gus Ipul dalam Muslimat NU
Gus Ipul dalam Muslimat NU

selalu.id – Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, mengajak 36 juta anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan.  Ajakan ini disampaikan dalam Kongres Muslimat NU ke-18 di Surabaya, Rabu malam (12/2/2025).

Mensos, yang juga dikenal sebagai Gus Ipul, menekankan pentingnya peran Muslimat NU dalam menjangkau dan membantu masyarakat miskin.  Beliau menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki satu data tunggal kemiskinan yang telah dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).  Data ini terintegrasi dari berbagai sumber, termasuk kementerian, instansi, dan pemerintah daerah.

"Data tunggal ini sangat komprehensif. Data ini mencakup nama, alamat, dan foto setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), termasuk mereka yang menerima bantuan dari Kementerian Sosial maupun kementerian/instansi lain dan pemerintah daerah.  Dengan data yang akurat dan terintegrasi ini, penyaluran bantuan akan lebih tepat sasaran dan efektif," jelas Gus Ipul

Data tunggal kemiskinan ini akan diperbarui setiap tiga bulan, sejalan dengan siklus penyaluran bansos.  Gus Ipul menjelaskan bahwa hal ini memungkinkan adanya perubahan penerima manfaat dari satu triwulan ke triwulan berikutnya.

"Bisa jadi KPM yang menerima bantuan di triwulan pertama, tidak lagi menerimanya di triwulan kedua karena data terbaru menunjukkan mereka sudah tidak termasuk dalam kategori miskin lagi, atau karena telah mendapatkan pemberdayaan yang cukup," terangnya.

Gus Ipul memastikan bahwa efisiensi anggaran pemerintah tidak akan memengaruhi penyaluran bansos.  Anggaran untuk bansos dan honor para pendamping serta relawan Kementerian Sosial yang telah dialokasikan di tahun berjalan tetap terjaga. 

Kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, dalam kongres tersebut semakin memperkuat komitmen pemerintah untuk memberdayakan perempuan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Dengan keterlibatan Muslimat NU yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan berdampak luas.  Jaringan Muslimat NU yang kuat di tingkat akar rumput dapat membantu menjangkau dan memberikan pendampingan kepada KPM, memastikan bantuan tepat sasaran dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Kerja sama antara pemerintah dan Muslimat NU ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Indonesia yang bebas dari kemiskinan.  Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Muslimat NU untuk memastikan program-program pengentasan kemiskinan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Editor : Ading
Berita Terbaru

Eks Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Divonis 10 Tahun dalam Kasus Korupsi Dindik Jatim

Majelis menyatakan Hudiyono terbukti turut serta dalam perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara bersama mantan Kadispendik Jawa Timur dan Jimmy.

Polisi Buru Pelaku Pembacokan Anggota PSHT di Ambyar Superclub Surabaya

Polrestabes Surabaya berkomitmen memproses seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Urgent! Balita Sakit Anemia Berat di Mojokerto Butuh Bantuan Donor Darah O Bombay Rhesus Positif

Saat ini, bayi yang berusia 2 tahun 3 bulan itu tengah dirawat di RS Sido Waras, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Membutuhkan bantuan segera.

Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Di bawah kepemimpinan Eko Darsono, 200 pohon jeruk Siam Madu ditanam di atas lahan bantaran seluas sekitar 10 hektare. Hasilnya, untuk kebutuhan SPPG.

Pelindo Regional 3 dan Kejati Jatim Sepakati Optimalisasi Tata Kelola Perusahaan

Perjanjian Kerja Sama (PKS) kali ini juga memperkuat aspek pemulihan aset sebagai bagian penting dalam menjaga aset strategis negara.

APBD Sidoarjo 2025 Surplus Rp61,7 Miliar, DPRD Minta Percepatan Penyerapan Belanja

Namun di balik capaian tersebut, DPRD Sidoarjo tetap memberikan sejumlah catatan evaluatif, terutama terkait optimalisasi penyerapan belanja daerah.