Sabtu, 31 Okt 2026 12:02 WIB

Mensos Ajak Muslimat NU Berperan Aktif Pengentasan Kemiskinan

Gus Ipul dalam Muslimat NU
Gus Ipul dalam Muslimat NU

selalu.id – Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, mengajak 36 juta anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan.  Ajakan ini disampaikan dalam Kongres Muslimat NU ke-18 di Surabaya, Rabu malam (12/2/2025).

Mensos, yang juga dikenal sebagai Gus Ipul, menekankan pentingnya peran Muslimat NU dalam menjangkau dan membantu masyarakat miskin.  Beliau menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki satu data tunggal kemiskinan yang telah dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).  Data ini terintegrasi dari berbagai sumber, termasuk kementerian, instansi, dan pemerintah daerah.

"Data tunggal ini sangat komprehensif. Data ini mencakup nama, alamat, dan foto setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), termasuk mereka yang menerima bantuan dari Kementerian Sosial maupun kementerian/instansi lain dan pemerintah daerah.  Dengan data yang akurat dan terintegrasi ini, penyaluran bantuan akan lebih tepat sasaran dan efektif," jelas Gus Ipul

Data tunggal kemiskinan ini akan diperbarui setiap tiga bulan, sejalan dengan siklus penyaluran bansos.  Gus Ipul menjelaskan bahwa hal ini memungkinkan adanya perubahan penerima manfaat dari satu triwulan ke triwulan berikutnya.

"Bisa jadi KPM yang menerima bantuan di triwulan pertama, tidak lagi menerimanya di triwulan kedua karena data terbaru menunjukkan mereka sudah tidak termasuk dalam kategori miskin lagi, atau karena telah mendapatkan pemberdayaan yang cukup," terangnya.

Gus Ipul memastikan bahwa efisiensi anggaran pemerintah tidak akan memengaruhi penyaluran bansos.  Anggaran untuk bansos dan honor para pendamping serta relawan Kementerian Sosial yang telah dialokasikan di tahun berjalan tetap terjaga. 

Kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, dalam kongres tersebut semakin memperkuat komitmen pemerintah untuk memberdayakan perempuan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Dengan keterlibatan Muslimat NU yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan berdampak luas.  Jaringan Muslimat NU yang kuat di tingkat akar rumput dapat membantu menjangkau dan memberikan pendampingan kepada KPM, memastikan bantuan tepat sasaran dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Kerja sama antara pemerintah dan Muslimat NU ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Indonesia yang bebas dari kemiskinan.  Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Muslimat NU untuk memastikan program-program pengentasan kemiskinan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Pada akhirnya, ekonomi yang sehat bukanlah ekonomi yang paling pandai menghasilkan angka optimistis, melainkan ekonomi yang membuat angka pertumbuhan

Terseret Korupsi Dana Hibah Koni Pasuruan, Kabag Hukum Pemkab Probolinggo Ditahan

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Persebaya Berbagi Poin saat Jamu Persijap, Tavares Kritik Wasit

Persebaya merangsek ke posisi tiga klasemen sementara dengan raihan 13 poin. Sementara Persijap masih berada di juru kunci dengan poin 2.

Top 5 Berita: Polemik Pasar Tanjungsari hingga Diduga Pelaku Pembacokan Lompat Sungai

Pembaca tertarik pemberitaan peristiwa, viral sampai kriminal.

Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Poster tersebut memuat foto seorang wanita berinisial ZR tanpa mengenakan busana disertai tulisan bernada pencemaran nama baik.

Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Jaka Jatim membeberkan bahwa Anwar Sadad diduga kuat menerima aliran dana gratifikasi hingga mencapai Rp22,2 miliar. Sadad juga mangkir 3 kali dipanggil KPK.