Minggu, 01 Feb 2026 01:50 WIB

Mensos Ajak Muslimat NU Berperan Aktif Pengentasan Kemiskinan

Gus Ipul dalam Muslimat NU
Gus Ipul dalam Muslimat NU

selalu.id – Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, mengajak 36 juta anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan.  Ajakan ini disampaikan dalam Kongres Muslimat NU ke-18 di Surabaya, Rabu malam (12/2/2025).

Mensos, yang juga dikenal sebagai Gus Ipul, menekankan pentingnya peran Muslimat NU dalam menjangkau dan membantu masyarakat miskin.  Beliau menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki satu data tunggal kemiskinan yang telah dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).  Data ini terintegrasi dari berbagai sumber, termasuk kementerian, instansi, dan pemerintah daerah.

"Data tunggal ini sangat komprehensif. Data ini mencakup nama, alamat, dan foto setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), termasuk mereka yang menerima bantuan dari Kementerian Sosial maupun kementerian/instansi lain dan pemerintah daerah.  Dengan data yang akurat dan terintegrasi ini, penyaluran bantuan akan lebih tepat sasaran dan efektif," jelas Gus Ipul

Data tunggal kemiskinan ini akan diperbarui setiap tiga bulan, sejalan dengan siklus penyaluran bansos.  Gus Ipul menjelaskan bahwa hal ini memungkinkan adanya perubahan penerima manfaat dari satu triwulan ke triwulan berikutnya.

"Bisa jadi KPM yang menerima bantuan di triwulan pertama, tidak lagi menerimanya di triwulan kedua karena data terbaru menunjukkan mereka sudah tidak termasuk dalam kategori miskin lagi, atau karena telah mendapatkan pemberdayaan yang cukup," terangnya.

Gus Ipul memastikan bahwa efisiensi anggaran pemerintah tidak akan memengaruhi penyaluran bansos.  Anggaran untuk bansos dan honor para pendamping serta relawan Kementerian Sosial yang telah dialokasikan di tahun berjalan tetap terjaga. 

Kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, dalam kongres tersebut semakin memperkuat komitmen pemerintah untuk memberdayakan perempuan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Dengan keterlibatan Muslimat NU yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan berdampak luas.  Jaringan Muslimat NU yang kuat di tingkat akar rumput dapat membantu menjangkau dan memberikan pendampingan kepada KPM, memastikan bantuan tepat sasaran dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Kerja sama antara pemerintah dan Muslimat NU ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Indonesia yang bebas dari kemiskinan.  Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Muslimat NU untuk memastikan program-program pengentasan kemiskinan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Editor : Ading
Berita Terbaru

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta.

Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Setelah hasil penyelidikan maksimal diperoleh, proses gelar perkara akan segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.