Jumat, 05 Jun 2026 13:13 WIB

Jatim Terima Alokasi 1,5 Juta Dosis Vaksin PMK, 453 Ribu Sudah Tersalurkan

BBVF Pusvetma telah menyerahkan 453.000 dosis vaksin PMK kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. (Dok. Humas Pemprov Jatim).
BBVF Pusvetma telah menyerahkan 453.000 dosis vaksin PMK kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. (Dok. Humas Pemprov Jatim).

selalu.id – Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma telah menyerahkan 453.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Distribusi tahap pertama telah disebarkan ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur pada Rabu (28/1/2029) lalu.

Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila menyampaikan bahwa jumlah vaksin tersebut merupakan bagian dari total alokasi 1.510.000 dosis yang diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk Jawa Timur.

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Menurut Edy, setiap ekor ternak perlu divaksin dua kali setahun atau setiap enam bulan, dengan efektivitas vaksin mencapai sekitar 90 persen.

"Vaksin dari bantuan pemerintah bersifat gratis, namun peternak atau koperasi yang melakukan vaksinasi mandiri biasanya menanggung biaya secara swadaya," jelasnya.

Edy mengatakan bahwa peningkatan kasus PMK dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan mobilitas ternak. Penyakit dapat menular melalui udara, terutama pada kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan kandang menjadi becek dan kurang higienis.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Selain itu, penularan juga sering terjadi melalui transaksi jual beli ternak di pasar, sehingga disarankan untuk melakukan karantina dan vaksinasi sebelum membeli hewan ternak," paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan vaksin telah tersedia dan mulai digunakan untuk menekan penyebaran penyakit.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Fokus utama vaksinasi tahap pertama adalah sapi pedaging karena kasus PMK paling banyak terjadi pada jenis ternak tersebut," katanya.

Emil mengakui bahwa alokasi total sekitar 1,5 juta dosis belum mencakup seluruh populasi ternak di Jawa Timur. Namun, vaksinasi akan dilakukan melalui kombinasi bantuan pemerintah dan swadaya peternak, yang dikoordinasikan oleh Dinas Peternakan Provinsi bersama dinas peternakan kabupaten dan kota.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.