Minggu, 01 Feb 2026 01:47 WIB

Jatim Terima Alokasi 1,5 Juta Dosis Vaksin PMK, 453 Ribu Sudah Tersalurkan

BBVF Pusvetma telah menyerahkan 453.000 dosis vaksin PMK kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. (Dok. Humas Pemprov Jatim).
BBVF Pusvetma telah menyerahkan 453.000 dosis vaksin PMK kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. (Dok. Humas Pemprov Jatim).

selalu.id – Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma telah menyerahkan 453.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Distribusi tahap pertama telah disebarkan ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur pada Rabu (28/1/2029) lalu.

Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila menyampaikan bahwa jumlah vaksin tersebut merupakan bagian dari total alokasi 1.510.000 dosis yang diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk Jawa Timur.

Baca Juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Menurut Edy, setiap ekor ternak perlu divaksin dua kali setahun atau setiap enam bulan, dengan efektivitas vaksin mencapai sekitar 90 persen.

"Vaksin dari bantuan pemerintah bersifat gratis, namun peternak atau koperasi yang melakukan vaksinasi mandiri biasanya menanggung biaya secara swadaya," jelasnya.

Edy mengatakan bahwa peningkatan kasus PMK dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan mobilitas ternak. Penyakit dapat menular melalui udara, terutama pada kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan kandang menjadi becek dan kurang higienis.

Baca Juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

"Selain itu, penularan juga sering terjadi melalui transaksi jual beli ternak di pasar, sehingga disarankan untuk melakukan karantina dan vaksinasi sebelum membeli hewan ternak," paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan vaksin telah tersedia dan mulai digunakan untuk menekan penyebaran penyakit.

Baca Juga: Pengakuan Istri Siri Kusnadi dalam Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim: Dapat Rumah hingga Mobil Mewah

"Fokus utama vaksinasi tahap pertama adalah sapi pedaging karena kasus PMK paling banyak terjadi pada jenis ternak tersebut," katanya.

Emil mengakui bahwa alokasi total sekitar 1,5 juta dosis belum mencakup seluruh populasi ternak di Jawa Timur. Namun, vaksinasi akan dilakukan melalui kombinasi bantuan pemerintah dan swadaya peternak, yang dikoordinasikan oleh Dinas Peternakan Provinsi bersama dinas peternakan kabupaten dan kota.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta.

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.

Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Cak YeBe mengungkapkan, dalam setahun terakhir kepemimpinan Eri-Armuji terdapat sejumlah “rapor merah” yang perlu menjadi perhatian serius.