Kamis, 03 Sep 2026 17:37 WIB

Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Berdampak Positif: Bullying Turun, Kepercayaan Meningkat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Jan 2026 13:17 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id – Kebijakan pembatasan penggunaan handphone (HP) di sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan dampak positif. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun mengklaim interaksi sosial siswa meningkat dan kasus perundungan (bullying) menurun.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Menurut Eri, pembatasan HP membuat suasana belajar di kelas menjadi lebih hidup. 

Siswa yang sebelumnya cenderung menyendiri dengan HP, kini mulai aktif berinteraksi dengan teman dan guru.
.
“Alhamdulillah dengan pembatasan gawai atau HP ini, yang sudah berjalan sekitar dua bulan, pelaksanaan pendidikan di sekolah semakin interaktif antara guru dan murid. Intinya pembatasan ini untuk membentuk karakter dan kedisiplinan anak,” jelasnya, Jumat (30/1/2026).

Eri mengatakan sebelum kebijakan ini diterapkan, masih ditemukan siswa yang memilih menyendiri di sudut kelas sambil bermain HP. 

Kondisi itu dinilai memicu rasa minder dan menghambat perkembangan sosial anak. Kini, situasi tersebut mulai berubah.

“Kasus bullying dan anak yang diam sendiri seperti minder, yang biasanya main HP di ujung kelas, sekarang sudah mulai tidak ada. Sehingga ada interaksi,” katanya.

Eri menegaskan, tujuan pendidikan tidak semata soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. 

Karena itu, sekolah harus menjadi ruang aman yang mendorong kedisiplinan, keberanian berinteraksi, dan empati sosial.

Selain berdampak pada hubungan antarsiswa, kebijakan ini juga disebut meningkatkan fokus belajar dan mengurangi paparan konten digital yang tidak sesuai usia.

“Rasa aman, fokus dalam pendidikan, dan anak-anak tidak terpapar konten yang tidak dibutuhkan. Dampaknya luar biasa di Surabaya,” ungkap dia.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Pembatasan HP tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 

Pemkot Surabaya juga menggandeng orang tua melalui sosialisasi rutin di setiap kelas.

Menurut Eri, respons wali murid sejauh ini cenderung positif. Namun, ia mengakui tantangan terbesar justru terletak pada literasi digital orang tua yang sering kali tertinggal dibanding anak-anak mereka.

“HP ini tidak bisa menggantikan peran orang tua. Tolong dilihat cara anak membuka HP, cek riwayatnya. Banyak orang tua yang belum pernah melakukan itu,” katanya.

Eri menekankan pembatasan di sekolah harus diimbangi pengawasan di rumah. 

Tanpa peran aktif orang tua, upaya pembentukan karakter dinilai tidak akan maksimal.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Eri menyadari kemajuan teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu, pendekatan yang dilakukan bukan pelarangan total, melainkan pembatasan dan pendampingan.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari visi menjadikan Surabaya sebagai Kota Ramah Anak sekaligus menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan memiliki kecerdasan sosial.

“Pendidikan itu tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, dan pemerintah. Sinergi inilah yang membentuk karakter anak-anak kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak guru dan orang tua memberi teladan dalam penggunaan gawai. 

“Membatasi penggunaan HP ini bukan melarang, tapi agar anak-anak tumbuh jadi pemimpin yang bijak, dengan interaksi sosial yang baik dan penggunaan teknologi yang positif,” tandas Eri.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.