Selasa, 10 Feb 2026 13:56 WIB

Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Berdampak Positif: Bullying Turun, Kepercayaan Meningkat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Jan 2026 13:17 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id – Kebijakan pembatasan penggunaan handphone (HP) di sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan dampak positif. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun mengklaim interaksi sosial siswa meningkat dan kasus perundungan (bullying) menurun.

Baca Juga: Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Menurut Eri, pembatasan HP membuat suasana belajar di kelas menjadi lebih hidup. 

Siswa yang sebelumnya cenderung menyendiri dengan HP, kini mulai aktif berinteraksi dengan teman dan guru.
.
“Alhamdulillah dengan pembatasan gawai atau HP ini, yang sudah berjalan sekitar dua bulan, pelaksanaan pendidikan di sekolah semakin interaktif antara guru dan murid. Intinya pembatasan ini untuk membentuk karakter dan kedisiplinan anak,” jelasnya, Jumat (30/1/2026).

Eri mengatakan sebelum kebijakan ini diterapkan, masih ditemukan siswa yang memilih menyendiri di sudut kelas sambil bermain HP. 

Kondisi itu dinilai memicu rasa minder dan menghambat perkembangan sosial anak. Kini, situasi tersebut mulai berubah.

“Kasus bullying dan anak yang diam sendiri seperti minder, yang biasanya main HP di ujung kelas, sekarang sudah mulai tidak ada. Sehingga ada interaksi,” katanya.

Eri menegaskan, tujuan pendidikan tidak semata soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. 

Karena itu, sekolah harus menjadi ruang aman yang mendorong kedisiplinan, keberanian berinteraksi, dan empati sosial.

Selain berdampak pada hubungan antarsiswa, kebijakan ini juga disebut meningkatkan fokus belajar dan mengurangi paparan konten digital yang tidak sesuai usia.

“Rasa aman, fokus dalam pendidikan, dan anak-anak tidak terpapar konten yang tidak dibutuhkan. Dampaknya luar biasa di Surabaya,” ungkap dia.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Pembatasan HP tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 

Pemkot Surabaya juga menggandeng orang tua melalui sosialisasi rutin di setiap kelas.

Menurut Eri, respons wali murid sejauh ini cenderung positif. Namun, ia mengakui tantangan terbesar justru terletak pada literasi digital orang tua yang sering kali tertinggal dibanding anak-anak mereka.

“HP ini tidak bisa menggantikan peran orang tua. Tolong dilihat cara anak membuka HP, cek riwayatnya. Banyak orang tua yang belum pernah melakukan itu,” katanya.

Eri menekankan pembatasan di sekolah harus diimbangi pengawasan di rumah. 

Tanpa peran aktif orang tua, upaya pembentukan karakter dinilai tidak akan maksimal.

Baca Juga: 5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Eri menyadari kemajuan teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu, pendekatan yang dilakukan bukan pelarangan total, melainkan pembatasan dan pendampingan.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari visi menjadikan Surabaya sebagai Kota Ramah Anak sekaligus menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan memiliki kecerdasan sosial.

“Pendidikan itu tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, dan pemerintah. Sinergi inilah yang membentuk karakter anak-anak kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak guru dan orang tua memberi teladan dalam penggunaan gawai. 

“Membatasi penggunaan HP ini bukan melarang, tapi agar anak-anak tumbuh jadi pemimpin yang bijak, dengan interaksi sosial yang baik dan penggunaan teknologi yang positif,” tandas Eri.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

Menurut Fathoni, posisi tersebut murni ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dalam pemilu 2024, yang mana Adela meraih suara terbanyak kedua.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman.

Perayaan HPN 2026 di Polda Metro Jaya: Brigjen Dekananto: Pers Mitra Strategis Polri

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Balai Wartawan Polri Polda Metro Jaya itu berlangsung penuh kehangatan.

Diam-diam Presiden Prabowo Bertemu Pimpinan TNI-Polri di Istana, Ini yang Dibahas

Presiden Prabowo memberikan arahan langsung dari rapat yang berlangsung 3,5 jam.