Minggu, 01 Feb 2026 01:47 WIB

Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Berdampak Positif: Bullying Turun, Kepercayaan Meningkat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Jan 2026 13:17 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id – Kebijakan pembatasan penggunaan handphone (HP) di sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan dampak positif. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun mengklaim interaksi sosial siswa meningkat dan kasus perundungan (bullying) menurun.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Menurut Eri, pembatasan HP membuat suasana belajar di kelas menjadi lebih hidup. 

Siswa yang sebelumnya cenderung menyendiri dengan HP, kini mulai aktif berinteraksi dengan teman dan guru.
.
“Alhamdulillah dengan pembatasan gawai atau HP ini, yang sudah berjalan sekitar dua bulan, pelaksanaan pendidikan di sekolah semakin interaktif antara guru dan murid. Intinya pembatasan ini untuk membentuk karakter dan kedisiplinan anak,” jelasnya, Jumat (30/1/2026).

Eri mengatakan sebelum kebijakan ini diterapkan, masih ditemukan siswa yang memilih menyendiri di sudut kelas sambil bermain HP. 

Kondisi itu dinilai memicu rasa minder dan menghambat perkembangan sosial anak. Kini, situasi tersebut mulai berubah.

“Kasus bullying dan anak yang diam sendiri seperti minder, yang biasanya main HP di ujung kelas, sekarang sudah mulai tidak ada. Sehingga ada interaksi,” katanya.

Eri menegaskan, tujuan pendidikan tidak semata soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. 

Karena itu, sekolah harus menjadi ruang aman yang mendorong kedisiplinan, keberanian berinteraksi, dan empati sosial.

Selain berdampak pada hubungan antarsiswa, kebijakan ini juga disebut meningkatkan fokus belajar dan mengurangi paparan konten digital yang tidak sesuai usia.

“Rasa aman, fokus dalam pendidikan, dan anak-anak tidak terpapar konten yang tidak dibutuhkan. Dampaknya luar biasa di Surabaya,” ungkap dia.

Baca Juga: Budi Leksono soal Pilkada Dipilih DPRD: Itu Persempit Ruang Demokrasi

Pembatasan HP tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 

Pemkot Surabaya juga menggandeng orang tua melalui sosialisasi rutin di setiap kelas.

Menurut Eri, respons wali murid sejauh ini cenderung positif. Namun, ia mengakui tantangan terbesar justru terletak pada literasi digital orang tua yang sering kali tertinggal dibanding anak-anak mereka.

“HP ini tidak bisa menggantikan peran orang tua. Tolong dilihat cara anak membuka HP, cek riwayatnya. Banyak orang tua yang belum pernah melakukan itu,” katanya.

Eri menekankan pembatasan di sekolah harus diimbangi pengawasan di rumah. 

Tanpa peran aktif orang tua, upaya pembentukan karakter dinilai tidak akan maksimal.

Baca Juga: Mengintip Jamuan Mewah Kerajaan di Legacy Ballroom Surabaya: Dari Hiburan, Tradisi hingga Sajian Kuliner

Eri menyadari kemajuan teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu, pendekatan yang dilakukan bukan pelarangan total, melainkan pembatasan dan pendampingan.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari visi menjadikan Surabaya sebagai Kota Ramah Anak sekaligus menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan memiliki kecerdasan sosial.

“Pendidikan itu tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, dan pemerintah. Sinergi inilah yang membentuk karakter anak-anak kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak guru dan orang tua memberi teladan dalam penggunaan gawai. 

“Membatasi penggunaan HP ini bukan melarang, tapi agar anak-anak tumbuh jadi pemimpin yang bijak, dengan interaksi sosial yang baik dan penggunaan teknologi yang positif,” tandas Eri.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta.

Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Setelah hasil penyelidikan maksimal diperoleh, proses gelar perkara akan segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.