Senin, 20 Jul 2026 09:52 WIB

Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Berdampak Positif: Bullying Turun, Kepercayaan Meningkat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Jan 2026 13:17 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id – Kebijakan pembatasan penggunaan handphone (HP) di sekolah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan dampak positif. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun mengklaim interaksi sosial siswa meningkat dan kasus perundungan (bullying) menurun.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Menurut Eri, pembatasan HP membuat suasana belajar di kelas menjadi lebih hidup. 

Siswa yang sebelumnya cenderung menyendiri dengan HP, kini mulai aktif berinteraksi dengan teman dan guru.
.
“Alhamdulillah dengan pembatasan gawai atau HP ini, yang sudah berjalan sekitar dua bulan, pelaksanaan pendidikan di sekolah semakin interaktif antara guru dan murid. Intinya pembatasan ini untuk membentuk karakter dan kedisiplinan anak,” jelasnya, Jumat (30/1/2026).

Eri mengatakan sebelum kebijakan ini diterapkan, masih ditemukan siswa yang memilih menyendiri di sudut kelas sambil bermain HP. 

Kondisi itu dinilai memicu rasa minder dan menghambat perkembangan sosial anak. Kini, situasi tersebut mulai berubah.

“Kasus bullying dan anak yang diam sendiri seperti minder, yang biasanya main HP di ujung kelas, sekarang sudah mulai tidak ada. Sehingga ada interaksi,” katanya.

Eri menegaskan, tujuan pendidikan tidak semata soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. 

Karena itu, sekolah harus menjadi ruang aman yang mendorong kedisiplinan, keberanian berinteraksi, dan empati sosial.

Selain berdampak pada hubungan antarsiswa, kebijakan ini juga disebut meningkatkan fokus belajar dan mengurangi paparan konten digital yang tidak sesuai usia.

“Rasa aman, fokus dalam pendidikan, dan anak-anak tidak terpapar konten yang tidak dibutuhkan. Dampaknya luar biasa di Surabaya,” ungkap dia.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Pembatasan HP tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 

Pemkot Surabaya juga menggandeng orang tua melalui sosialisasi rutin di setiap kelas.

Menurut Eri, respons wali murid sejauh ini cenderung positif. Namun, ia mengakui tantangan terbesar justru terletak pada literasi digital orang tua yang sering kali tertinggal dibanding anak-anak mereka.

“HP ini tidak bisa menggantikan peran orang tua. Tolong dilihat cara anak membuka HP, cek riwayatnya. Banyak orang tua yang belum pernah melakukan itu,” katanya.

Eri menekankan pembatasan di sekolah harus diimbangi pengawasan di rumah. 

Tanpa peran aktif orang tua, upaya pembentukan karakter dinilai tidak akan maksimal.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Eri menyadari kemajuan teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu, pendekatan yang dilakukan bukan pelarangan total, melainkan pembatasan dan pendampingan.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari visi menjadikan Surabaya sebagai Kota Ramah Anak sekaligus menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan memiliki kecerdasan sosial.

“Pendidikan itu tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, dan pemerintah. Sinergi inilah yang membentuk karakter anak-anak kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak guru dan orang tua memberi teladan dalam penggunaan gawai. 

“Membatasi penggunaan HP ini bukan melarang, tapi agar anak-anak tumbuh jadi pemimpin yang bijak, dengan interaksi sosial yang baik dan penggunaan teknologi yang positif,” tandas Eri.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.