Selasa, 20 Okt 2026 08:06 WIB

Bupati Sidoarjo dan Anggota DPRD Dilaporkan Dugaan Penipuan, Bareskrim Naikkan Kasus ke Penyidikan

Foto: Bupati Sidoarjo Subandi
Foto: Bupati Sidoarjo Subandi

selalu.id – Bareskrim Polri meningkatkan penanganan kasus dugaan penipuan senilai Rp28 miliar yang melibatkan Bupati Sidoarjo Subandi dan anggota DPRD Sidoarjo M Rafi Wibisono ke tahap penyidikan.

Peningkatan status perkara tersebut disampaikan melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang telah diterima oleh pihak pelapor.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Dorong Fatayat NU jadi Motor Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan Perempuan

Kasus ini dilaporkan oleh Dimas Yemahura Alfarauq ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 16 September 2025 dengan nomor laporan LP/B/451/IX/2025/SPKT/Bareskrim Polri.

Dimas menyampaikan, penyidikan resmi dimulai berdasarkan Surat Perintah Tugas Penyidikan nomor SP.Gas.Sidik/70.2b/I/RES.1.11./2026/Dittipidum yang diterbitkan pada 20 Januari 2026.

“Dengan terbitnya surat perintah tersebut, perkara ini resmi naik ke tahap penyidikan,” kata Dimas kepada wartawan di kantor Bareskrim Polri, Rabu (21/1/2026).

Menurut Dimas, Subandi bersama M Rafi Wibisono diduga melakukan penipuan dengan modus investasi proyek pembangunan perumahan pada tahun 2024. Keduanya menawarkan kerja sama investasi dengan janji pembangunan komplek perumahan yang diklaim akan memberikan keuntungan kepada investor.

“Dana investasi yang dihimpun mencapai Rp28 miliar. Namun hingga saat ini tidak ada pertanggungjawaban yang jelas dan proyek yang dijanjikan tidak pernah terealisasi,” ujarnya.

Baca Juga: Polda Jatim Usut Kasus Dugaan Penipuan Arisan Meow Rp3,5 Miliar

Dimas menjelaskan, lokasi yang dijanjikan sebagai kawasan perumahan hingga kini masih berupa lahan persawahan dan tidak ditemukan aktivitas pembangunan sebagaimana yang dijanjikan kepada investor.

Sebelum melaporkan perkara ini ke kepolisian, pihaknya mengaku telah beberapa kali melayangkan somasi kepada pihak terlapor, namun tidak mendapat respons.

“Somasi sudah dilakukan, namun tidak ada itikad baik ataupun kejelasan dari pihak yang dilaporkan,” katanya.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Desak Proyek Jembatan Candinegoro Dipercepat

Atas kerugian tersebut, Dimas berharap penyidik Bareskrim Polri dapat mengusut perkara ini secara tuntas dan segera menetapkan tersangka sesuai dengan hasil penyidikan.

Ia juga mengimbau pihak lain yang merasa menjadi korban dalam kasus serupa agar berani melapor kepada aparat penegak hukum.

“Kami berharap proses hukum berjalan objektif dan transparan, tanpa memandang jabatan atau kedudukan pihak yang dilaporkan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).