Kamis, 18 Jun 2026 06:40 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 31 Jan 2026 17:20 WIB
Seminar Nasional Indonesia Darurat Pengusaha di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Seminar Nasional Indonesia Darurat Pengusaha di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Isu rendahnya jumlah wirausaha dan kesiapan mental pelaku usaha pemula menjadi sorotan dalam Seminar Nasional bertajuk "Indonesia Darurat Pengusaha" yang digelar komunitas Ruang Tumbuh di Surabaya, Sabtu (31/1/2026).

Dalam forum tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai banyak pelaku usaha kecil memulai bisnis bukan karena perencanaan, melainkan karena keterpaksaan akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan.

“Banyak yang akhirnya membuka usaha karena tidak mendapatkan pekerjaan, bukan karena sejak awal bercita-cita menjadi pengusaha. Akibatnya, mental dan kemampuannya sebagai pengusaha belum terbentuk,” jelasnya. 

Menurut Eri, kondisi itu berdampak pada keberlanjutan usaha yang dijalankan. 

Karena itu, Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.

Eri menyebut, salah satu opsi yang disiapkan adalah pemanfaatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik daerah untuk membantu permodalan pelaku usaha yang dinilai layak.

“Kami ingin ada kepastian dalam proses perizinan dan memikirkan keberlanjutan usahanya. Soal permodalan, salah satunya melalui BPR yang ada di Surabaya,” katanya.

Selain dukungan administratif dan pembiayaan, Eri menekankan pentingnya pembentukan karakter kewirausahaan. 

Menurutnya, pelatihan berbasis kelas dapat menjadi ruang untuk membangun pola pikir dan mental bisnis.

Semetara pengusaha nasional sekaligus Founder Hotel Namira Surabaya, Mustofa Bawazir, menyampaikan bahwa banyak usaha rintisan gagal berkembang karena pelaku usahanya belum memiliki dasar pengetahuan bisnis yang memadai.

“Selama ini banyak yang masuk dunia usaha karena keadaan, bukan karena perencanaan. Padahal menjadi pengusaha itu perlu ilmu, mulai dari kepemimpinan sampai pengelolaan keuangan,” kata Mustofa.

Ia menjelaskan, melalui kelas pembinaan, peserta akan diseleksi secara alami berdasarkan minat dan keseriusan. 

Mereka yang dinilai siap akan mendapat pendampingan lanjutan, termasuk peluang bertemu dengan pelaku usaha yang lebih berpengalaman.

“Di kelas itu akan terlihat mana yang memang punya minat dan kesiapan. Pendampingan akan diarahkan sesuai potensi masing-masing,” jelas Mustofa.

Kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah sangat diperlukan agar pembinaan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut pada pendampingan usaha.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Foto: Euforia Ulang Tahun Persebaya Surabaya ke-99

Persebaya yang lahir pada 18 Juni 1927 itu genap berusia 99 tahun menuju satu abad, Kamis (18/6/2026). Selamat ulang tahun Persebaya Surabaya.

Euforia Bonek-Bonita di Ultah Persebaya Surabaya ke-99

Bendera, spanduk, hingga flare terlihat dibawa oleh para suporter yang merayakan momen menuju ulang tahun klub kebanggaan warga Surabaya tersebut.

Kios Tambal Ban di Sidoarjo Terbakar, Uang Rp70 Juta hingga Motor Ludes

Pemilik kios, Arief, memperkirakan nilai kerugian dari kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp300 juta. 

Bentrok Mencekam di Kalijudan Surabaya: Satu Tewas, 2 Terluka

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto. Ia menyatakan saat ini kejadian tersebut tengah dalam penyelidikan.

Insiden Proyek Maut Margorejo Surabaya, DPRD Jatim Desak Evaluasi Keamanan

Lilik menyatakan kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan yang bertujuan memperbaiki fasilitas umum tak boleh mengorbankan keselamatan warga.

Pemkab Probolinggo Kucurkan Hadiah Rp1,08 Miliar bagi Atlet Berprestasi di Porprov Jatim

Pemberian reward ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah atas perjuangan dan kerja keras para atlet selama menjalani proses latihan hingga meraih prestasi.