Minggu, 01 Feb 2026 01:47 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 31 Jan 2026 17:20 WIB
Seminar Nasional Indonesia Darurat Pengusaha di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Seminar Nasional Indonesia Darurat Pengusaha di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Isu rendahnya jumlah wirausaha dan kesiapan mental pelaku usaha pemula menjadi sorotan dalam Seminar Nasional bertajuk "Indonesia Darurat Pengusaha" yang digelar komunitas Ruang Tumbuh di Surabaya, Sabtu (31/1/2026).

Dalam forum tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai banyak pelaku usaha kecil memulai bisnis bukan karena perencanaan, melainkan karena keterpaksaan akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan.

“Banyak yang akhirnya membuka usaha karena tidak mendapatkan pekerjaan, bukan karena sejak awal bercita-cita menjadi pengusaha. Akibatnya, mental dan kemampuannya sebagai pengusaha belum terbentuk,” jelasnya. 

Menurut Eri, kondisi itu berdampak pada keberlanjutan usaha yang dijalankan. 

Karena itu, Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.

Eri menyebut, salah satu opsi yang disiapkan adalah pemanfaatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik daerah untuk membantu permodalan pelaku usaha yang dinilai layak.

“Kami ingin ada kepastian dalam proses perizinan dan memikirkan keberlanjutan usahanya. Soal permodalan, salah satunya melalui BPR yang ada di Surabaya,” katanya.

Selain dukungan administratif dan pembiayaan, Eri menekankan pentingnya pembentukan karakter kewirausahaan. 

Menurutnya, pelatihan berbasis kelas dapat menjadi ruang untuk membangun pola pikir dan mental bisnis.

Semetara pengusaha nasional sekaligus Founder Hotel Namira Surabaya, Mustofa Bawazir, menyampaikan bahwa banyak usaha rintisan gagal berkembang karena pelaku usahanya belum memiliki dasar pengetahuan bisnis yang memadai.

“Selama ini banyak yang masuk dunia usaha karena keadaan, bukan karena perencanaan. Padahal menjadi pengusaha itu perlu ilmu, mulai dari kepemimpinan sampai pengelolaan keuangan,” kata Mustofa.

Ia menjelaskan, melalui kelas pembinaan, peserta akan diseleksi secara alami berdasarkan minat dan keseriusan. 

Mereka yang dinilai siap akan mendapat pendampingan lanjutan, termasuk peluang bertemu dengan pelaku usaha yang lebih berpengalaman.

“Di kelas itu akan terlihat mana yang memang punya minat dan kesiapan. Pendampingan akan diarahkan sesuai potensi masing-masing,” jelas Mustofa.

Kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah sangat diperlukan agar pembinaan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut pada pendampingan usaha.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta.

Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Setelah hasil penyelidikan maksimal diperoleh, proses gelar perkara akan segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Cak YeBe mengungkapkan, dalam setahun terakhir kepemimpinan Eri-Armuji terdapat sejumlah “rapor merah” yang perlu menjadi perhatian serius.