Kamis, 17 Sep 2026 10:59 WIB

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 31 Jan 2026 17:20 WIB
Seminar Nasional Indonesia Darurat Pengusaha di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Seminar Nasional Indonesia Darurat Pengusaha di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Isu rendahnya jumlah wirausaha dan kesiapan mental pelaku usaha pemula menjadi sorotan dalam Seminar Nasional bertajuk "Indonesia Darurat Pengusaha" yang digelar komunitas Ruang Tumbuh di Surabaya, Sabtu (31/1/2026).

Dalam forum tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai banyak pelaku usaha kecil memulai bisnis bukan karena perencanaan, melainkan karena keterpaksaan akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan.

“Banyak yang akhirnya membuka usaha karena tidak mendapatkan pekerjaan, bukan karena sejak awal bercita-cita menjadi pengusaha. Akibatnya, mental dan kemampuannya sebagai pengusaha belum terbentuk,” jelasnya. 

Menurut Eri, kondisi itu berdampak pada keberlanjutan usaha yang dijalankan. 

Karena itu, Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.

Eri menyebut, salah satu opsi yang disiapkan adalah pemanfaatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik daerah untuk membantu permodalan pelaku usaha yang dinilai layak.

“Kami ingin ada kepastian dalam proses perizinan dan memikirkan keberlanjutan usahanya. Soal permodalan, salah satunya melalui BPR yang ada di Surabaya,” katanya.

Selain dukungan administratif dan pembiayaan, Eri menekankan pentingnya pembentukan karakter kewirausahaan. 

Menurutnya, pelatihan berbasis kelas dapat menjadi ruang untuk membangun pola pikir dan mental bisnis.

Semetara pengusaha nasional sekaligus Founder Hotel Namira Surabaya, Mustofa Bawazir, menyampaikan bahwa banyak usaha rintisan gagal berkembang karena pelaku usahanya belum memiliki dasar pengetahuan bisnis yang memadai.

“Selama ini banyak yang masuk dunia usaha karena keadaan, bukan karena perencanaan. Padahal menjadi pengusaha itu perlu ilmu, mulai dari kepemimpinan sampai pengelolaan keuangan,” kata Mustofa.

Ia menjelaskan, melalui kelas pembinaan, peserta akan diseleksi secara alami berdasarkan minat dan keseriusan. 

Mereka yang dinilai siap akan mendapat pendampingan lanjutan, termasuk peluang bertemu dengan pelaku usaha yang lebih berpengalaman.

“Di kelas itu akan terlihat mana yang memang punya minat dan kesiapan. Pendampingan akan diarahkan sesuai potensi masing-masing,” jelas Mustofa.

Kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah sangat diperlukan agar pembinaan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut pada pendampingan usaha.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kecelakaan Dua Motor di Mojokerto, Satu Pemotor asal Jombang Tewas

Polisi masih menyelidiki kronologi lengkap dan penyebab pasti tabrakan dua sepeda motor tersebut.

Hasil Carabao Cup: Man United Angkat Koper, Kena Comeback Brighton

Brighton mampu comeback 2-3 dan MU harus angkat koper dari ajang Carabao Cup 2026/2026 di hadapan pendukungnya sendiri.

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Fasilitas milik Pemkot Surabaya yang seharusnya bebas retribusi, itu disinyalir menjadi ajang jual beli hingga sewa-menyewa lapak secara ilegal.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.