Selasa, 21 Jul 2026 20:18 WIB

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Ilustrasi Penipuan Online. (Dok. Freepik/Ist).
Ilustrasi Penipuan Online. (Dok. Freepik/Ist).

selalu.id - Di dunia digital kini yang semakin canggih, modus penipuan online pun merajalela.

Baru-baru ini, riset mengungkap ribuan model bahasa besar (large language models/LLM) open-source berpotensi dimanfaatkan peretas dan pelaku kejahatan siber untuk aktivitas ilegal berskala global.

Baca Juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

Penelitian yang dilakukan perusahaan keamanan siber SentinelOne dan Censys selama hampir 10 bulan menemukan bahwa LLM open-source yang dijalankan secara mandiri di server publik dapat dengan mudah diambil alih, terutama jika dijalankan tanpa pagar pengaman atau guardrails.

Para peneliti menjelaskan, komputer yang menjalankan LLM open-source bisa diarahkan untuk membuat konten phishing, menyebarkan spam, hingga menjalankan kampanye disinformasi, tanpa harus menembus sistem keamanan ketat milik platform AI besar. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi korban, termasuk kerugian keuangan. 

Tak hanya itu, riset tersebut menemukan potensi penggunaan LLM untuk peretasan, ujaran kebencian, pelecehan secara online, pencurian data pribadi, penipuan keuangan, bahkan dalam kasus lain, produksi konten pelecehan seksual terhadap anak.

Meski ribuan varian LLM open-source beredar, mayoritas model yang dapat diakses publik merupakan turunan dari Llama milik Meta dan Gemma dari Google DeepMind. 

Sayangnya, ratusan implementasi ditemukan telah secara sengaja menghapus guardrails yang seharusnya membatasi perilaku berbahaya AI.

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Baca Juga: Beli Daihatsu GrandMax Berujung Petaka, Warga Surabaya Tertipu Sales Gadungan Ratusan Juta

"Kapasitas AI yang berlebihan ini dimanfaatkan untuk berbagai hal-sebagian sah, namun sebagian jelas kriminal," tegasnya.

Dari sisi geografis, sekitar 30% server LLM open-source yang diamati beroperasi dari China, disusul Amerika Serikat sekitar 20%. 

Fakta ini menegaskan bahwa risiko penyalahgunaan AI bersifat lintas negara dan sulit dikendalikan oleh satu yurisdiksi saja.

CEO Global Center on AI Governance, Rachel Adams, menilai tanggung jawab penyalahgunaan AI open-source tidak bisa dibebankan ke satu pihak. 

Baca Juga: Polres Gresik Ungkap Tersangka Penipuan PPPK, Modus Janjikan Lolos ASN

Meski pengembang tidak bisa mengantisipasi seluruh risiko, mereka tetap memiliki kewajiban kehati-hatian, mulai dari dokumentasi risiko hingga penyediaan alat mitigasi.

Microsoft pun mengakui risiko tersebut. Perusahaan menyatakan melakukan evaluasi ketat sebelum merilis model AI dan terus memantau pola ancaman baru. 

Namun, raksasa teknologi lain seperti Google, Anthropic, dan Ollama belum memberikan tanggapan resmi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.