Sabtu, 06 Jun 2026 09:43 WIB

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Ilustrasi Penipuan Online. (Dok. Freepik/Ist).
Ilustrasi Penipuan Online. (Dok. Freepik/Ist).

selalu.id - Di dunia digital kini yang semakin canggih, modus penipuan online pun merajalela.

Baru-baru ini, riset mengungkap ribuan model bahasa besar (large language models/LLM) open-source berpotensi dimanfaatkan peretas dan pelaku kejahatan siber untuk aktivitas ilegal berskala global.

Baca Juga: 84 Biduan Dangdut di Jatim Korban Arisan Bodong Mengadu ke Armuji, Kerugian Rp1,8 Miliar

Penelitian yang dilakukan perusahaan keamanan siber SentinelOne dan Censys selama hampir 10 bulan menemukan bahwa LLM open-source yang dijalankan secara mandiri di server publik dapat dengan mudah diambil alih, terutama jika dijalankan tanpa pagar pengaman atau guardrails.

Para peneliti menjelaskan, komputer yang menjalankan LLM open-source bisa diarahkan untuk membuat konten phishing, menyebarkan spam, hingga menjalankan kampanye disinformasi, tanpa harus menembus sistem keamanan ketat milik platform AI besar. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi korban, termasuk kerugian keuangan. 

Tak hanya itu, riset tersebut menemukan potensi penggunaan LLM untuk peretasan, ujaran kebencian, pelecehan secara online, pencurian data pribadi, penipuan keuangan, bahkan dalam kasus lain, produksi konten pelecehan seksual terhadap anak.

Meski ribuan varian LLM open-source beredar, mayoritas model yang dapat diakses publik merupakan turunan dari Llama milik Meta dan Gemma dari Google DeepMind. 

Sayangnya, ratusan implementasi ditemukan telah secara sengaja menghapus guardrails yang seharusnya membatasi perilaku berbahaya AI.

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Baca Juga: Waspada Kejahatan Layanan OTP, Begini Cara Mulus Pelaku Tipu Korban

"Kapasitas AI yang berlebihan ini dimanfaatkan untuk berbagai hal-sebagian sah, namun sebagian jelas kriminal," tegasnya.

Dari sisi geografis, sekitar 30% server LLM open-source yang diamati beroperasi dari China, disusul Amerika Serikat sekitar 20%. 

Fakta ini menegaskan bahwa risiko penyalahgunaan AI bersifat lintas negara dan sulit dikendalikan oleh satu yurisdiksi saja.

CEO Global Center on AI Governance, Rachel Adams, menilai tanggung jawab penyalahgunaan AI open-source tidak bisa dibebankan ke satu pihak. 

Baca Juga: Perselisihan Bisnis Vanili di Surabaya Memanas, Berujung Saling Lapor

Meski pengembang tidak bisa mengantisipasi seluruh risiko, mereka tetap memiliki kewajiban kehati-hatian, mulai dari dokumentasi risiko hingga penyediaan alat mitigasi.

Microsoft pun mengakui risiko tersebut. Perusahaan menyatakan melakukan evaluasi ketat sebelum merilis model AI dan terus memantau pola ancaman baru. 

Namun, raksasa teknologi lain seperti Google, Anthropic, dan Ollama belum memberikan tanggapan resmi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.