Rabu, 11 Feb 2026 00:42 WIB

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Ilustrasi Penipuan Online. (Dok. Freepik/Ist).
Ilustrasi Penipuan Online. (Dok. Freepik/Ist).

selalu.id - Di dunia digital kini yang semakin canggih, modus penipuan online pun merajalela.

Baru-baru ini, riset mengungkap ribuan model bahasa besar (large language models/LLM) open-source berpotensi dimanfaatkan peretas dan pelaku kejahatan siber untuk aktivitas ilegal berskala global.

Baca Juga: Rasiyo Diundang Untuk Klarifikasi Kasus RS Pura Raharja, Ishaq Laporkan Balik Ke Polda Jatim  

Penelitian yang dilakukan perusahaan keamanan siber SentinelOne dan Censys selama hampir 10 bulan menemukan bahwa LLM open-source yang dijalankan secara mandiri di server publik dapat dengan mudah diambil alih, terutama jika dijalankan tanpa pagar pengaman atau guardrails.

Para peneliti menjelaskan, komputer yang menjalankan LLM open-source bisa diarahkan untuk membuat konten phishing, menyebarkan spam, hingga menjalankan kampanye disinformasi, tanpa harus menembus sistem keamanan ketat milik platform AI besar. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi korban, termasuk kerugian keuangan. 

Tak hanya itu, riset tersebut menemukan potensi penggunaan LLM untuk peretasan, ujaran kebencian, pelecehan secara online, pencurian data pribadi, penipuan keuangan, bahkan dalam kasus lain, produksi konten pelecehan seksual terhadap anak.

Meski ribuan varian LLM open-source beredar, mayoritas model yang dapat diakses publik merupakan turunan dari Llama milik Meta dan Gemma dari Google DeepMind. 

Sayangnya, ratusan implementasi ditemukan telah secara sengaja menghapus guardrails yang seharusnya membatasi perilaku berbahaya AI.

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Baca Juga: Konsumen Dirugikan, Sales BYD di Surabaya Didakwa Penipuan Wall Charging  

"Kapasitas AI yang berlebihan ini dimanfaatkan untuk berbagai hal-sebagian sah, namun sebagian jelas kriminal," tegasnya.

Dari sisi geografis, sekitar 30% server LLM open-source yang diamati beroperasi dari China, disusul Amerika Serikat sekitar 20%. 

Fakta ini menegaskan bahwa risiko penyalahgunaan AI bersifat lintas negara dan sulit dikendalikan oleh satu yurisdiksi saja.

CEO Global Center on AI Governance, Rachel Adams, menilai tanggung jawab penyalahgunaan AI open-source tidak bisa dibebankan ke satu pihak. 

Baca Juga: Bupati Sidoarjo dan Anggota DPRD Dilaporkan Dugaan Penipuan, Bareskrim Naikkan Kasus ke Penyidikan

Meski pengembang tidak bisa mengantisipasi seluruh risiko, mereka tetap memiliki kewajiban kehati-hatian, mulai dari dokumentasi risiko hingga penyediaan alat mitigasi.

Microsoft pun mengakui risiko tersebut. Perusahaan menyatakan melakukan evaluasi ketat sebelum merilis model AI dan terus memantau pola ancaman baru. 

Namun, raksasa teknologi lain seperti Google, Anthropic, dan Ollama belum memberikan tanggapan resmi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.