Kamis, 04 Jun 2026 06:56 WIB

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Petugas gabungan saat evakuasi pohon tumbang yang bikin macet. (Foto: Supri/selalu.id).
Petugas gabungan saat evakuasi pohon tumbang yang bikin macet. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Hujan disertai angin kencang melanda beberapa desa di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026) sore.

Akibatnya, beberapa pohon tumbang dan rumah warga rusak. Bahkan, pohon tumbang di Jalan Ngrame, Pungging sempat mengakibatkan kemacetan.

Baca Juga: Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, saat ini pihaknya serta TNI dan Polri masih melakukan assessment.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!

"Terkait hujan deras sore ini ada laporan pohon tumbang di Pungging dan sekarang sedang dievakuasi. Ini tim masih mendata di lapangan terkait dampak angin kencang," kata Rinaldi saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, sementara dari hasil asesmen petugas yang berada di lokasi terdapat empat rumah warga terdampak angin kencang.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BPBD Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini

"Sementara ada empat rumah warga terdampak angin kencang di Dusun Panggerman, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging," sebut Rinaldi.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.