Kamis, 24 Sep 2026 20:37 WIB

Sempat Dicap Gangguan Jiwa, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Kasus Ibu Miskin 2 Tahun Tak Bisa Temui Anaknya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 20 Jan 2026 15:22 WIB
Foto: Anggota Komisi D DPRD Surabaya Dr Michael
Foto: Anggota Komisi D DPRD Surabaya Dr Michael

selalu.id – Komisi D DPRD Surabaya menyoroti kasus seorang ibu miskin yang terpisah dari anak-anaknya selama hampir dua tahun dan sempat dicap mengalami gangguan jiwa. Kasus tersebut dibahas dalam rapat hearing Komisi D bersama Organisasi Perangkat Daerah, Selasa (20/1/2026).

Seorang ibu berinisial D, warga Simorukun, mengadu ke DPRD Surabaya karena ingin kembali bertemu anak-anaknya yang saat ini berada dalam pengasuhan negara.

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Dr Michael menyatakan bahwa persoalan tersebut tidak bisa dilihat semata sebagai gangguan kejiwaan. Berdasarkan hasil penelusuran, akar masalah justru berasal dari kondisi kemiskinan ekstrem yang berdampak pada tekanan psikologis keluarga.

“Ini bukan sekadar soal sakit jiwa. Dari hasil penelusuran kami, faktor utamanya adalah kemiskinan yang luar biasa, tekanan hidup, dan ketakutan,” ujar Dr Michael usai hearing.

Ia menjelaskan, ibu tersebut hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, yang bersangkutan harus memulung dan meninggalkan anak-anaknya di rumah. Kondisi tersebut menyebabkan anak-anak tidak bersekolah dan mengalami gangguan psikologis, termasuk hiperaktif dan kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Permasalahan semakin kompleks setelah salah satu anaknya meninggal dunia. Karena takut dianggap melakukan tindak pidana, sang ibu tidak berani melapor dan memilih menyembunyikan jenazah anaknya. Situasi ini kemudian memicu stigma dari lingkungan sekitar yang menilai ibu tersebut mengalami gangguan jiwa.

Namun hasil penelusuran Komisi D ke Rumah Sakit Jiwa Menur menunjukkan bahwa ibu tersebut dinyatakan dalam kondisi normal secara medis oleh dua dokter.

“Secara medis sudah dinyatakan normal oleh dua dokter. Yang kami sayangkan, hak seorang ibu untuk bertemu anaknya justru terhambat,” kata Dr Michael.

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

Saat ini, ketiga anak ibu tersebut berada dalam pengasuhan negara dan telah mendapatkan akses pendidikan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sementara itu, sang ibu masih harus menjalani tes psikologi lanjutan sebagai syarat untuk dapat bertemu anak-anaknya secara berkala.

“Jika lulus tes psikologi, dia bisa bertemu anaknya dua minggu sekali. Bahkan bisa lebih sering jika dinilai stabil,” jelasnya.

Dr Michael menegaskan, perlindungan negara seharusnya tidak hanya diberikan kepada anak, tetapi juga kepada ibu sebagai bagian dari satu kesatuan keluarga.

“Yang dilindungi pemerintah itu bukan hanya anak, tetapi juga ibu dan anak. Negara harus hadir secara utuh,” ujarnya.

Baca Juga: Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

Ia juga menyinggung klaim bahwa Kota Surabaya telah bebas dari kemiskinan ekstrem. Menurutnya, fakta di lapangan masih menunjukkan adanya warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makan dan pendidikan anak.

“Ini menjadi catatan penting. Masih ada warga yang untuk makan saja harus memulung,” katanya.

Komisi D DPRD Surabaya mendorong penguatan peran RT dan RW serta Kampung Surabaya Hebat sebagai garda terdepan dalam mendeteksi warga miskin ekstrem. DPRD juga menekankan pentingnya koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah, seperti Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Pendidikan agar kasus serupa tidak terulang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.