Kamis, 23 Jul 2026 05:04 WIB

Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Jan 2026 14:43 WIB
Foto: Kantor DPRD Surabaya
Foto: Kantor DPRD Surabaya

selalu.id – Kasus dugaan penyimpangan kegiatan Bimbingan Teknis DPRD Surabaya periode 2009–2014 kembali bergulir. Penyidik Polrestabes Surabaya dikabarkan membuka kembali penyelidikan dan mulai meminta keterangan sejumlah pihak.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPRD Kota Surabaya Musdiq Ali Sahudi mengaku tidak mengetahui secara detail perkara lama yang kembali mencuat tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

“Maaf, malah tidak tahu saya, mbak,” ujar Musdiq saat dikonfirmasi selalu.id, Rabu (28/1/2026).

Musdiq menyebut, berdasarkan informasi dari rekan-rekannya, jabatan Sekretaris DPRD pada awal periode 2009–2014 dipegang oleh Drs. Abu Chazim Latief.

“Dari keterangan teman-teman itu jamannya Pak Abu, tahun 2010,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji juga ikut disorot setelah muncul kabar dirinya dipanggil polisi terkait kasus tersebut. Armuji menegaskan tidak terlibat dalam perkara Bimtek yang kini kembali ditangani aparat penegak hukum.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Ia membenarkan pernah datang memenuhi panggilan, namun bukan untuk memberikan kesaksian baru dalam perkara tersebut.

“Tidak ada itu. Tidak ada kesaksian baru. Yang ada adalah penandatanganan ulang. Dan itu dilakukan semuanya oleh anggota DPRD Surabaya zaman Wisnu Wardana, termasuk Sekwan,” ujar Armuji saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (28/1/2026).

Armuji kembali menegaskan bahwa kasus Bimtek tersebut terjadi pada periode sebelum dirinya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

“Tidak lah. Itu zamannya Wisnu Wardana. Ingat kan,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Selalu.id telah mencoba menghubungi Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Heriyanto terkait kabar pemanggilan sejumlah pihak dalam perkara tersebut, namun belum memperoleh respons.

Sebelumnya, informasi yang beredar menyebut penyidik tengah menelusuri kembali administrasi kegiatan, mekanisme penganggaran, serta proses pencairan dana APBD Kota Surabaya pada periode 2009–2014 guna memperjelas peran dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Bimtek DPRD Surabaya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.