Selasa, 08 Sep 2026 01:13 WIB

Jaga Iklim Bisnis, Satgas Penanganan Premanisme Target Tangkap Pelaku 2x24 Jam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 11 Jan 2026 11:15 WIB
Wali Kita Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kita Surabaya, Eri Cahyadi

Selalu.id - Aksi premanisme yang kerap jadi perbincangan, dijawab Pemerintah kota dan Forkopimda Kota Surabaya melalui Satgas Penanganan Premanisme.

Pemkot menjamin setiap laporan gangguan terhadap pengusaha akan ditangani cepat, terkoordinasi, dan tanpa biaya.

Baca Juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

“Begitu ada laporan, Satgas langsung turun bersama. Target kami jelas, maksimal 2x24 jam harus selesai dan pelakunya tertangkap,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Jumat (9/1/2026).

Eri menegaskan, Satgas Penanganan Premanisme bukan sekadar simbol. Tim ini melibatkan seluruh unsur Forkopimda, mulai dari Pemkot, TNI, Polri, hingga kejaksaan, sehingga penanganan dilakukan satu komando dan tidak berlarut-larut.

Menurut Eri, kehadiran Satgas merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga iklim investasi di Kota Pahlawan. Ia menyebut, pengusaha memiliki peran penting dalam pembangunan kota melalui pajak yang dibayarkan.

“Pengusaha membayar pajak, dan pajak itu kembali ke masyarakat untuk sekolah gratis, layanan kesehatan gratis, hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Maka tugas kami menjaga agar pengusaha merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Untuk memudahkan pengaduan, Pemkot membuka akses pelaporan melalui Call Center 112 dan Call Center Polri 110. Eri memastikan, seluruh layanan Satgas bersifat gratis dan tidak dipungut biaya apa pun.

Dalam kesempatan itu, Eri juga menyinggung kinerja Satgas Anti Mafia Tanah yang telah lebih dulu bergerak menangani sengketa sertipikat tanah. Salah satu kasus bahkan telah berproses di pengadilan.

Baca Juga: Rp1 Triliun Disiapkan untuk Penanganan Genangan Surabaya, Sasar 200 Titik Lokasi

“Sudah ada kasus yang berjalan dan sekarang masuk tahap pembuktian di pengadilan. Ini bukti bahwa Satgas bekerja,” jelasnya.

Selain soal keamanan, Pemkot Surabaya juga mendorong pengusaha menerapkan sistem parkir portal dan pembayaran non tunai berbasis digital. Sistem ini dinilai mampu menekan potensi konflik di lapangan sekaligus menciptakan transparansi.

“Bisa pakai gate system atau EDC. Pembayaran parkir bisa QRIS atau e-money. Ini lebih tertib, transparan, dan menghindari gesekan,” imbuh Eri.

Ketua Apkrindo Jawa Timur, Ferry Setiawan, menyambut positif langkah Pemkot Surabaya. Ia menilai, jaminan keamanan dari Satgas Penanganan Premanisme menjadi angin segar bagi pelaku usaha, khususnya kafe dan restoran yang beroperasi di luar pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

“Selama ini memang ada keluhan, tapi banyak yang memilih diam. Dengan adanya Satgas ini, pengusaha jadi punya keberanian untuk melapor,” kata Ferry.

Ia berharap, upaya Pemkot Surabaya tidak hanya menciptakan rasa aman, tetapi juga berdampak pada peningkatan investasi dan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami mendukung penuh. Kalau ada gangguan, jangan takut melapor. Pemerintah sudah membuka jalannya,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.