Prihatin Anak Driver Ojol Ikut Keliling, Eri Siapkan PAUD dan Penitipan Gratis
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 25 Jan 2026 10:53 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya memperkuat kolaborasi nyata, menyusul dibentuknya Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) di Polrestabes Surabaya.
Langkah ini ditegaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau pelaksanaan Bazar Kendaraan Bermotor (Ranmor) di Polrestabes Surabaya, Kamis (23/1/2026) lalu.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Menurutnya, kehadiran Satres PPA-PPO menjadi penguat penting bagi program perlindungan perempuan dan anak yang selama ini dijalankan Pemkot.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada Kasat yang khusus menangani perempuan dan anak. Ini membuat program perlindungan bisa berjalan lebih masif dan terkoordinasi,” ujar Eri.
Salah satu fokus perhatian Pemkot Surabaya adalah fenomena pengemudi ojek online (ojol) perempuan yang terpaksa membawa anak saat bekerja. Eri menilai kondisi tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan anak, terutama di jalan raya.
“Kami punya program agar perempuan-perempuan ojol tidak lagi mengajak anaknya saat bekerja. Itu sangat berbahaya,” tegasnya.
Program ini, kata Eri, berawal dari kejadian sederhana namun menyentuh. Saat Kapolrestabes Surabaya tengah makan di luar, ditemukan seorang pengemudi ojol yang kehilangan helm. Dari situ terungkap, pengemudi tersebut bekerja sambil mengajak anaknya yang masih berusia empat tahun.
“Anaknya masih kecil, umur empat tahun. Tentu ini rawan kalau terus diajak ke jalan,” ujarnya.
Pemkot Surabaya kemudian turun tangan, Anak tersebut difasilitasi untuk masuk PAUD milik pemerintah kota sekaligus mendapatkan layanan penitipan anak, sehingga sang ibu bisa bekerja dengan lebih aman dan tenang.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
“Anaknya kita sekolahkan di PAUD Pemkot, kita siapkan juga penitipannya,” kata Eri.
Ke depan, Pemkot Surabaya akan menggandeng Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.
Pemkot juga memastikan kesiapan fasilitas sekolah dan penitipan anak sebagai bagian dari solusi.
“Nanti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan berkolaborasi dengan Satres PPA-PPO untuk mengundang ojol perempuan, memberi imbauan sekaligus solusi,” jelasnya.
Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
Eri menegaskan, langkah ini bukan sekadar larangan, melainkan bentuk kehadiran negara untuk melindungi anak dan perempuan. “Pemerintah kota menyiapkan sekolah dan penitipan, agar anak merasa aman dan tidak terpapar bahaya,” imbuhnya.
Ia pun mengapresiasi Polrestabes Surabaya atas dilantiknya Kepala Satres PPA-PPO yang baru. “Matur nuwun Pak Kapolres. Semoga perlindungan anak dan perempuan di Surabaya semakin kuat dan menyeluruh,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan kesiapan jajarannya mendukung penuh program Pemkot Surabaya. Ia memastikan Satres PPA-PPO akan langsung bergerak dan berkolaborasi lintas sektor.
“Saya minta Bu Kasat yang baru segera berkolaborasi dengan tim Pak Wali Kota, untuk mendukung terwujudnya Surabaya sebagai kota ramah anak dan perempuan,” pungkas Luthfie.
Editor : Yasin