Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 01 Feb 2026 10:13 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutus kontrak dua proyek pembangunan pompa air yang mengalami keterlambatan setelah kontraktor pelaksana dinilai gagal memenuhi kewajiban pekerjaan.
Dua proyek itu dijatuhkan sanksi daftar hitam (blacklist) selama dua tahun. Lokasinya, berada di Jalan Ahmad Yani dekat Taman Pelangi serta kawasan Tengger Kandangan.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Padahal, proyek ini penting bagian dari infrastruktur pengendalian banjir yang dibutuhkan menjelang puncak musim hujan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyatakan secara umum proyek Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) tahun anggaran 2025 telah selesai. Namun, dua proyek pompa air tidak rampung karena wanprestasi kontraktor.
“Akhir tahun kemarin semua proyek selesai, kecuali dua pembangunan pompa air yang tidak bisa diselesaikan karena wanprestasi kontraktornya,” katanya, Sabtu (31/1/2026).
Karena tidak memungkinkan perpanjangan waktu akibat penutupan tahun anggaran, kontrak kedua penyedia jasa diputus.
Jaminan pelaksanaan dicairkan, dan perusahaan terkait dilarang mengikuti proyek Pemkot Surabaya selama dua tahun.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Meski demikian, keterlambatan proyek membuat penyelesaian harus dialihkan melalui skema swakelola oleh DSDABM dengan melibatkan satuan tugas internal.
Mekanisme ini ditempuh agar pompa air tetap bisa difungsikan dalam waktu dekat.
“Dua-duanya dilanjutkan swakelola oleh DSDABM. Ditargetkan Februari sudah bisa dioperasionalkan,” jelas Syamsul.
Syamsul tidak merinci berapa nilai sisa pekerjaan maupun potensi kerugian akibat keterlambatan tersebut. Ia hanya menyebut progres fisik kini telah memasuki tahap akhir.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Syamsul menambahkan dua pompa air ini dinilai penting untuk memperkuat sistem drainase kota, terutama menghadapi pola hujan ekstrem yang diperkirakan meningkat pada Februari.
“Biasanya setelah puncak musim hujan masuk masa pancaroba, intensitas hujan tinggi meski durasinya singkat. Itu yang rawan,” katanya.
Keterlambatan proyek infrastruktur pengendali banjir ini menambah daftar pekerjaan strategis yang tidak selesai sesuai jadwal pada akhir tahun anggaran, meski pemerintah memastikan fungsinya tetap dikejar melalui jalur nonkontraktual.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-12227-pemkot-surabaya-putus-2-kontraktor-proyek-pompa-air-karena-wanprestasi
