Senin, 20 Jul 2026 13:43 WIB

Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Jan 2026 12:26 WIB
Petugas saat melakukan evakuasi mobil yang tercebur sungai. (Dok. Kedaruratan 112 Surabaya).
Petugas saat melakukan evakuasi mobil yang tercebur sungai. (Dok. Kedaruratan 112 Surabaya).

Selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan pentingnya partisipasi warga dan pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan tepi sungai sebagai area parkir maupun perluasan bangunan usaha.

Pernyataan itu dilontarkan Eri buntut kejadian dua mobil, Suzuki Jimny kuning dan MPV putih yang tercebur sungai saat parkir di atas jembatan kemudian ambruk depan restoran Santana Seafood Jalan Arif Rahman Hakim, Klampis Ngadem, Sukolilo, Surabaya pada Senin (26/1/2026) malam. 

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

"Kalau ada bangunan dan aktivitas di tepi sungai, saya minta pelaku usaha dan warga tidak menjadikannya sebagai tempat parkir atau perluasan usaha. Contohnya, ada mobil yang terperosok atau tercebur ke sungai karena area itu dipakai parkir," jelas Eri, Jumat (30/1/2026).

Ei menyebut bahwa saat ini masih ditemukan bangunan dan aktivitas usaha yang berdiri terlalu dekat dengan aliran sungai. 

Padahal, area tersebut merupakan sempadan atau garis batas aman sungai yang seharusnya steril demi keselamatan dan kelancaran aliran air.

"Setiap sungai memiliki batas sempadan atau jarak aman antara badan sungai dan bangunan. Namun, di lapangan masih banyak pelanggaran, mulai dari bangunan yang menempel di bibir sungai hingga alih fungsi area menjadi lahan parkir," katanya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Kondisi tersebut dinilai berbahaya dan berpotensi memperparah dampak banjir karena menghambat aliran air.

"Celakanya, kalau bangunan menempel terus dan parkir menutupi sungai, aliran air jadi terganggu. Surabaya tidak bisa ditata hanya oleh pemerintah, tapi harus bersama-sama dengan warga,” tegas Eri.

Pemkot Surabaya, katanya, secara rutin melakukan pengawasan serta penataan kawasan tepi sungai. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Namun, upaya tersebut tidak akan optimal tanpa kesadaran dan keterlibatan masyarakat.

Eri pun mengajak warga turut mengawasi lingkungan sekitar serta melaporkan jika ada pelanggaran pemanfaatan sempadan sungai.

"Semua warga harus memahami bahwa sungai bukan untuk bangunan atau parkir. Dengan kesadaran bersama, Surabaya bisa tertata rapi dan aman," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Ini adalah trofi kedua kalinya bagi La Furia Roja setelah yang pertama di 2010 alias 16 tahun lalu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Tipis Bosku, Seperti Kemenangan Spanyol vs Argentina

Dikutip dari situs Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp1.449.500.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Semua Bintang Lagi Baik, Dari Keuangan hingga Cinta

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Semua diulas lengkap hari ini.

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.