Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 30 Jan 2026 12:26 WIB
Selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan pentingnya partisipasi warga dan pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan tepi sungai sebagai area parkir maupun perluasan bangunan usaha.
Pernyataan itu dilontarkan Eri buntut kejadian dua mobil, Suzuki Jimny kuning dan MPV putih yang tercebur sungai saat parkir di atas jembatan kemudian ambruk depan restoran Santana Seafood Jalan Arif Rahman Hakim, Klampis Ngadem, Sukolilo, Surabaya pada Senin (26/1/2026) malam.
Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
"Kalau ada bangunan dan aktivitas di tepi sungai, saya minta pelaku usaha dan warga tidak menjadikannya sebagai tempat parkir atau perluasan usaha. Contohnya, ada mobil yang terperosok atau tercebur ke sungai karena area itu dipakai parkir," jelas Eri, Jumat (30/1/2026).
Ei menyebut bahwa saat ini masih ditemukan bangunan dan aktivitas usaha yang berdiri terlalu dekat dengan aliran sungai.
Padahal, area tersebut merupakan sempadan atau garis batas aman sungai yang seharusnya steril demi keselamatan dan kelancaran aliran air.
"Setiap sungai memiliki batas sempadan atau jarak aman antara badan sungai dan bangunan. Namun, di lapangan masih banyak pelanggaran, mulai dari bangunan yang menempel di bibir sungai hingga alih fungsi area menjadi lahan parkir," katanya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Siagakan 97 Mobil PMK hingga Robot Khusus untuk Hadapi Bencana Alam
Kondisi tersebut dinilai berbahaya dan berpotensi memperparah dampak banjir karena menghambat aliran air.
"Celakanya, kalau bangunan menempel terus dan parkir menutupi sungai, aliran air jadi terganggu. Surabaya tidak bisa ditata hanya oleh pemerintah, tapi harus bersama-sama dengan warga,” tegas Eri.
Pemkot Surabaya, katanya, secara rutin melakukan pengawasan serta penataan kawasan tepi sungai.
Baca Juga: Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Berdampak Positif: Bullying Turun, Kepercayaan Meningkat
Namun, upaya tersebut tidak akan optimal tanpa kesadaran dan keterlibatan masyarakat.
Eri pun mengajak warga turut mengawasi lingkungan sekitar serta melaporkan jika ada pelanggaran pemanfaatan sempadan sungai.
"Semua warga harus memahami bahwa sungai bukan untuk bangunan atau parkir. Dengan kesadaran bersama, Surabaya bisa tertata rapi dan aman," tandasnya.
Editor : Zein Muhammad