Minggu, 18 Okt 2026 20:18 WIB

Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Jan 2026 12:26 WIB
Petugas saat melakukan evakuasi mobil yang tercebur sungai. (Dok. Kedaruratan 112 Surabaya).
Petugas saat melakukan evakuasi mobil yang tercebur sungai. (Dok. Kedaruratan 112 Surabaya).

Selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan pentingnya partisipasi warga dan pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan tepi sungai sebagai area parkir maupun perluasan bangunan usaha.

Pernyataan itu dilontarkan Eri buntut kejadian dua mobil, Suzuki Jimny kuning dan MPV putih yang tercebur sungai saat parkir di atas jembatan kemudian ambruk depan restoran Santana Seafood Jalan Arif Rahman Hakim, Klampis Ngadem, Sukolilo, Surabaya pada Senin (26/1/2026) malam. 

Baca Juga: Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

"Kalau ada bangunan dan aktivitas di tepi sungai, saya minta pelaku usaha dan warga tidak menjadikannya sebagai tempat parkir atau perluasan usaha. Contohnya, ada mobil yang terperosok atau tercebur ke sungai karena area itu dipakai parkir," jelas Eri, Jumat (30/1/2026).

Ei menyebut bahwa saat ini masih ditemukan bangunan dan aktivitas usaha yang berdiri terlalu dekat dengan aliran sungai. 

Padahal, area tersebut merupakan sempadan atau garis batas aman sungai yang seharusnya steril demi keselamatan dan kelancaran aliran air.

"Setiap sungai memiliki batas sempadan atau jarak aman antara badan sungai dan bangunan. Namun, di lapangan masih banyak pelanggaran, mulai dari bangunan yang menempel di bibir sungai hingga alih fungsi area menjadi lahan parkir," katanya.

Baca Juga: Satpol PP Ancam Razia Warung Remang Bandel di Surabaya, RT-RW Wajib Catat

Kondisi tersebut dinilai berbahaya dan berpotensi memperparah dampak banjir karena menghambat aliran air.

"Celakanya, kalau bangunan menempel terus dan parkir menutupi sungai, aliran air jadi terganggu. Surabaya tidak bisa ditata hanya oleh pemerintah, tapi harus bersama-sama dengan warga,” tegas Eri.

Pemkot Surabaya, katanya, secara rutin melakukan pengawasan serta penataan kawasan tepi sungai. 

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

Namun, upaya tersebut tidak akan optimal tanpa kesadaran dan keterlibatan masyarakat.

Eri pun mengajak warga turut mengawasi lingkungan sekitar serta melaporkan jika ada pelanggaran pemanfaatan sempadan sungai.

"Semua warga harus memahami bahwa sungai bukan untuk bangunan atau parkir. Dengan kesadaran bersama, Surabaya bisa tertata rapi dan aman," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.