Minggu, 01 Feb 2026 03:38 WIB

Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Jan 2026 12:26 WIB
Petugas saat melakukan evakuasi mobil yang tercebur sungai. (Dok. Kedaruratan 112 Surabaya).
Petugas saat melakukan evakuasi mobil yang tercebur sungai. (Dok. Kedaruratan 112 Surabaya).

Selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan pentingnya partisipasi warga dan pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan tepi sungai sebagai area parkir maupun perluasan bangunan usaha.

Pernyataan itu dilontarkan Eri buntut kejadian dua mobil, Suzuki Jimny kuning dan MPV putih yang tercebur sungai saat parkir di atas jembatan kemudian ambruk depan restoran Santana Seafood Jalan Arif Rahman Hakim, Klampis Ngadem, Sukolilo, Surabaya pada Senin (26/1/2026) malam. 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

"Kalau ada bangunan dan aktivitas di tepi sungai, saya minta pelaku usaha dan warga tidak menjadikannya sebagai tempat parkir atau perluasan usaha. Contohnya, ada mobil yang terperosok atau tercebur ke sungai karena area itu dipakai parkir," jelas Eri, Jumat (30/1/2026).

Ei menyebut bahwa saat ini masih ditemukan bangunan dan aktivitas usaha yang berdiri terlalu dekat dengan aliran sungai. 

Padahal, area tersebut merupakan sempadan atau garis batas aman sungai yang seharusnya steril demi keselamatan dan kelancaran aliran air.

"Setiap sungai memiliki batas sempadan atau jarak aman antara badan sungai dan bangunan. Namun, di lapangan masih banyak pelanggaran, mulai dari bangunan yang menempel di bibir sungai hingga alih fungsi area menjadi lahan parkir," katanya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siagakan 97 Mobil PMK hingga Robot Khusus untuk Hadapi Bencana Alam

Kondisi tersebut dinilai berbahaya dan berpotensi memperparah dampak banjir karena menghambat aliran air.

"Celakanya, kalau bangunan menempel terus dan parkir menutupi sungai, aliran air jadi terganggu. Surabaya tidak bisa ditata hanya oleh pemerintah, tapi harus bersama-sama dengan warga,” tegas Eri.

Pemkot Surabaya, katanya, secara rutin melakukan pengawasan serta penataan kawasan tepi sungai. 

Baca Juga: Pembatasan HP di Sekolah Surabaya Berdampak Positif: Bullying Turun, Kepercayaan Meningkat

Namun, upaya tersebut tidak akan optimal tanpa kesadaran dan keterlibatan masyarakat.

Eri pun mengajak warga turut mengawasi lingkungan sekitar serta melaporkan jika ada pelanggaran pemanfaatan sempadan sungai.

"Semua warga harus memahami bahwa sungai bukan untuk bangunan atau parkir. Dengan kesadaran bersama, Surabaya bisa tertata rapi dan aman," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta.

Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Setelah hasil penyelidikan maksimal diperoleh, proses gelar perkara akan segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.