Minggu, 01 Feb 2026 03:38 WIB

Pinjam Alat, Begini Perjuangan Atlet Asal Mojokerto Sabet Perunggu di Sea Games Thailand

Wahyu Wijaya saat beraksi di SEA Games Thailand
Wahyu Wijaya saat beraksi di SEA Games Thailand

selalu.id - Wahyu Wijaya, atlet paramotor asal Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur berhasil menyabet medali perunggu di Sea Games, Thailand.

Perjuangan Wahyu Wijaya yang akrab dipanggil Je ini sangatlah besar. Ia harus dengan meminjam mesin dan parasut paramotor milik orang Papua untuk bisa berlaga di cabang olahraga (cabor) Sea Games.

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Je pertama kali bertanding di cabor paramotor dalam ajang Sea Games. Je harus meminjam mesin dan parasut milik orang Papua lantaran mesin miliknya sendiri rusak.

Sedangkan parasut miliknya sendiri sudah porositas atau tidak layak pakai sehingga ayah dan ibu Je harus berputar otak agar anaknya bisa mengikuti ajang bergengsi se Asia Tenggara ini.

"Ya, sebagai orang tua cukup bangga karena bisa berprestasi di Sea Games. Untuk anak saya, pertama kali ikut Sea Games. Cabor paramotor di Sea Games Thailand ini yang pertama. Untuk Sea Games yang berikutnya di Malaysia di pertandingan lagi," kata Akbar, Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga: Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ia menambahkan, sebelum berangkat ke Thailand, dirinya dan ibunya Je berpesan agar semangat dan jaga kesehatan sebelum bertanding.

"Pesannya kemarin sama anak saya, saya kasih semangat terus jaga kesehatan supaya tidak sakit karena untuk bisa pertandingan itu butuh fisik yang sehat dan mental yang kuat," ujarnya.

Menurut pria yang biasa dipanggil Ilung ini, anaknya mengalami kendala di alat yang dimiliki sehingga harus meminjam alat dari Papua.

Baca Juga: KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi ke Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto: Ada Jetski, Mobil hingga Tanah

"Kemarin kendalanya cuma di alat saja. Alatnya kita pinjam sama tim dari Papua. Bukan, pinjam dari tim Papua karena yang saya punya nggak layak untuk berangkat ke sana karena belum sempat saya terbang. Jadi nggak sempat, saya minta tolong ke teman pinjam alat mesin dengan parasut dari tim Papua. Saya juga pinjam dari tim Papua. Alhamdulillah teman juga mensupport untuk kegiatan ini. Jadi mereka juga rela meminjamkan alatnya. Tidak pakai alat sendiri. Ini minjam ya? Minjam dari teman," jelasnya.

Ilung berharap, agar anaknya lebih giat berlatih dan mengasah kemampuan supaya bisa meningkatkan prestasi dan juga ada perhatian dari pemerintah daerah.

"Harapan saya supaya dia berlatih untuk meningkatkan prestasi dan diperhatikan dari pemerintah setempat. Untuk usia, kalau saya lihat anak saya paling muda. Paling muda. Lawan-lawannya sudah senior-senior semua," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Setelah hasil penyelidikan maksimal diperoleh, proses gelar perkara akan segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.

Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Cak YeBe mengungkapkan, dalam setahun terakhir kepemimpinan Eri-Armuji terdapat sejumlah “rapor merah” yang perlu menjadi perhatian serius.

Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

Korupsi dana hibah pokok pikiran (pokir) DPRD Jatim yang ditangani KPK menjerat 21 tersangka, termasuk mantan Ketua DPRD Kusnadi dan anggota DPRD Hasanuddin.