Sabtu, 05 Sep 2026 16:21 WIB

Pinjam Alat, Begini Perjuangan Atlet Asal Mojokerto Sabet Perunggu di Sea Games Thailand

Wahyu Wijaya saat beraksi di SEA Games Thailand
Wahyu Wijaya saat beraksi di SEA Games Thailand

selalu.id - Wahyu Wijaya, atlet paramotor asal Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur berhasil menyabet medali perunggu di Sea Games, Thailand.

Perjuangan Wahyu Wijaya yang akrab dipanggil Je ini sangatlah besar. Ia harus dengan meminjam mesin dan parasut paramotor milik orang Papua untuk bisa berlaga di cabang olahraga (cabor) Sea Games.

Baca Juga: Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Je pertama kali bertanding di cabor paramotor dalam ajang Sea Games. Je harus meminjam mesin dan parasut milik orang Papua lantaran mesin miliknya sendiri rusak.

Sedangkan parasut miliknya sendiri sudah porositas atau tidak layak pakai sehingga ayah dan ibu Je harus berputar otak agar anaknya bisa mengikuti ajang bergengsi se Asia Tenggara ini.

"Ya, sebagai orang tua cukup bangga karena bisa berprestasi di Sea Games. Untuk anak saya, pertama kali ikut Sea Games. Cabor paramotor di Sea Games Thailand ini yang pertama. Untuk Sea Games yang berikutnya di Malaysia di pertandingan lagi," kata Akbar, Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Ia menambahkan, sebelum berangkat ke Thailand, dirinya dan ibunya Je berpesan agar semangat dan jaga kesehatan sebelum bertanding.

"Pesannya kemarin sama anak saya, saya kasih semangat terus jaga kesehatan supaya tidak sakit karena untuk bisa pertandingan itu butuh fisik yang sehat dan mental yang kuat," ujarnya.

Menurut pria yang biasa dipanggil Ilung ini, anaknya mengalami kendala di alat yang dimiliki sehingga harus meminjam alat dari Papua.

Baca Juga: Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

"Kemarin kendalanya cuma di alat saja. Alatnya kita pinjam sama tim dari Papua. Bukan, pinjam dari tim Papua karena yang saya punya nggak layak untuk berangkat ke sana karena belum sempat saya terbang. Jadi nggak sempat, saya minta tolong ke teman pinjam alat mesin dengan parasut dari tim Papua. Saya juga pinjam dari tim Papua. Alhamdulillah teman juga mensupport untuk kegiatan ini. Jadi mereka juga rela meminjamkan alatnya. Tidak pakai alat sendiri. Ini minjam ya? Minjam dari teman," jelasnya.

Ilung berharap, agar anaknya lebih giat berlatih dan mengasah kemampuan supaya bisa meningkatkan prestasi dan juga ada perhatian dari pemerintah daerah.

"Harapan saya supaya dia berlatih untuk meningkatkan prestasi dan diperhatikan dari pemerintah setempat. Untuk usia, kalau saya lihat anak saya paling muda. Paling muda. Lawan-lawannya sudah senior-senior semua," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.