Jumat, 05 Jun 2026 18:43 WIB

Sebelum Aturan Pusat Terbit, Surabaya Sudah Jalankan WFA ASN sejak Februari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Jun 2025 11:49 WIB
ASN Pemkot Surabaya
ASN Pemkot Surabaya

selalu.id – Sebelum pemerintah pusat resmi mengatur sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kota Surabaya sudah lebih dulu menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

 

Baca Juga: 1.773 Calon Komcad dari ASN Ikuti Latihan Dasar Militer Selama 1,5 Bulan

Kebijakan ini mulai berlaku sejak Februari 2025 melalui surat edaran Sekretaris Daerah Kota Surabaya.

 

Langkah Pemkot tersebut sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2025 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN secara fleksibel atau Flexible Working Arrangement (FWA). Peraturan ini memungkinkan ASN bekerja dari luar kantor, termasuk dari rumah, sesuai kebutuhan dan karakteristik instansi.

 

Di Surabaya, WFA diatur melalui Surat Edaran Sekda Nomor 000.8.3/3415/436.3.2/2025 tentang Implementasi Efisiensi Anggaran dalam Pelaksanaan Fleksibilitas Kerja, yang diteken pada 17 Februari 2025.

 

ASN Pemkot diperbolehkan bekerja di luar kantor selama memenuhi durasi kerja 7,5 jam per hari dan total 37,5 jam per minggu.

 

Meski fleksibel, ASN tetap wajib menjaga komunikasi dengan atasan dan kolega, serta melaporkan hasil pekerjaan secara berkala. Kehadiran dicatat melalui aplikasi Kantorku setiap kali memulai dan mengakhiri pekerjaan.

 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan sistem kerja fleksibel tidak akan menurunkan kinerja ASN. Ia menilai yang terpenting adalah pekerjaan bisa diselesaikan secara terukur dan tepat waktu.

 

“Karena saya inginnya ada sesuatu yang terukur di dalam pekerjaan. Artinya, yang terpenting adalah bagaimana pekerjaan itu selesai,” kata Eri, Jumat (20/6/2025).

Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Minta ASN Fokus Beri Pelayanan Terbaik usai Libur Lebaran

 

Ia menambahkan, prinsip kerja di luar kantor bukan hal baru. Sebelum istilah WFA dikenal, Eri sudah meminta camat dan lurah untuk berkantor di Balai RW guna mendekatkan pelayanan ke masyarakat.

 

“Kenapa saya dahulu minta di Balai RW? Supaya orang Pemkot terbiasa turun ke bawah, dan masyarakat tahu pelayanan bisa dilakukan di sana,” ujarnya.

 

Selain efisiensi pelayanan, sistem kerja fleksibel dinilai dapat menghemat anggaran, mulai dari listrik, alat tulis kantor (ATK), hingga kebutuhan komputer.

 

Baca Juga: Sepanjang 2025, Pemkot Surabaya Fokus Tekan Pungli Lewat Pembinaan ASN

Karena itu, Eri mendorong ASN menggunakan perangkat pribadi seperti tablet atau ponsel pintar untuk mendukung pekerjaan.

 

“Kalau di zaman saya, (pekerjaan) bisa dikerjakan lewat handphone. Misal kepala dinas pakai tablet karena mungkin pekerjaannya lebih banyak, camat juga begitu,” katanya.

 

Ia berharap penerapan aplikasi kerja digital menjadi budaya baru bagi ASN Surabaya. Lewat aplikasi tersebut, target kinerja harian bisa dipantau langsung oleh kepala perangkat daerah, lurah, dan camat.

 

“Saya berharap dengan diterapkannya ini (WFA), ada penghematan listrik hingga ATK,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.