Selasa, 29 Sep 2026 21:36 WIB

Sebelum Aturan Pusat Terbit, Surabaya Sudah Jalankan WFA ASN sejak Februari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Jun 2025 11:49 WIB
ASN Pemkot Surabaya
ASN Pemkot Surabaya

selalu.id – Sebelum pemerintah pusat resmi mengatur sistem kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kota Surabaya sudah lebih dulu menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

 

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Kebijakan ini mulai berlaku sejak Februari 2025 melalui surat edaran Sekretaris Daerah Kota Surabaya.

 

Langkah Pemkot tersebut sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2025 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN secara fleksibel atau Flexible Working Arrangement (FWA). Peraturan ini memungkinkan ASN bekerja dari luar kantor, termasuk dari rumah, sesuai kebutuhan dan karakteristik instansi.

 

Di Surabaya, WFA diatur melalui Surat Edaran Sekda Nomor 000.8.3/3415/436.3.2/2025 tentang Implementasi Efisiensi Anggaran dalam Pelaksanaan Fleksibilitas Kerja, yang diteken pada 17 Februari 2025.

 

ASN Pemkot diperbolehkan bekerja di luar kantor selama memenuhi durasi kerja 7,5 jam per hari dan total 37,5 jam per minggu.

 

Meski fleksibel, ASN tetap wajib menjaga komunikasi dengan atasan dan kolega, serta melaporkan hasil pekerjaan secara berkala. Kehadiran dicatat melalui aplikasi Kantorku setiap kali memulai dan mengakhiri pekerjaan.

 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan sistem kerja fleksibel tidak akan menurunkan kinerja ASN. Ia menilai yang terpenting adalah pekerjaan bisa diselesaikan secara terukur dan tepat waktu.

 

“Karena saya inginnya ada sesuatu yang terukur di dalam pekerjaan. Artinya, yang terpenting adalah bagaimana pekerjaan itu selesai,” kata Eri, Jumat (20/6/2025).

Baca Juga: Mulai Bulan Depan ASN Surabaya Ngantor di Balai RW, Ini Perintah Tegas Wali Kota Eri

 

Ia menambahkan, prinsip kerja di luar kantor bukan hal baru. Sebelum istilah WFA dikenal, Eri sudah meminta camat dan lurah untuk berkantor di Balai RW guna mendekatkan pelayanan ke masyarakat.

 

“Kenapa saya dahulu minta di Balai RW? Supaya orang Pemkot terbiasa turun ke bawah, dan masyarakat tahu pelayanan bisa dilakukan di sana,” ujarnya.

 

Selain efisiensi pelayanan, sistem kerja fleksibel dinilai dapat menghemat anggaran, mulai dari listrik, alat tulis kantor (ATK), hingga kebutuhan komputer.

 

Baca Juga: Begini Modus Oknum THL Dishub-Satpol PP Surabaya Tipu Empat Korbannya

Karena itu, Eri mendorong ASN menggunakan perangkat pribadi seperti tablet atau ponsel pintar untuk mendukung pekerjaan.

 

“Kalau di zaman saya, (pekerjaan) bisa dikerjakan lewat handphone. Misal kepala dinas pakai tablet karena mungkin pekerjaannya lebih banyak, camat juga begitu,” katanya.

 

Ia berharap penerapan aplikasi kerja digital menjadi budaya baru bagi ASN Surabaya. Lewat aplikasi tersebut, target kinerja harian bisa dipantau langsung oleh kepala perangkat daerah, lurah, dan camat.

 

“Saya berharap dengan diterapkannya ini (WFA), ada penghematan listrik hingga ATK,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.

Jatanras Polda Jatim Gulung Komplotan Curanmor Lintas Kota, Ini Tampang Pelakunya

Saat ini, polisi terus melakukan pendalaman lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau selalu waspada dengan segala bentuk modus kejahatan.

Arah Baru Pengembangan Rumah Sakit di Sidoarjo

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan medis yang proporsional dan tidak menumpuk di satu titik.