Rabu, 21 Okt 2026 23:37 WIB

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Feb 2026 21:05 WIB
Kantor KPK. (Dok. Istimewa).
Kantor KPK. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat adanya kenaikan tren emas sebagai alat suap.

"Memang betul trennya seperti itu. Tentunya dengan beberapa kali kita mendapatkan barang bukti pada saat tertangkap tangan ini berupa emas," kata Plt Deputi dan Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Ini Lho Rek, Nama-nama Penjabat yang Tega Korupsi Dana Bencana di Indonesia

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Terbaru, KPK mampu mengamankan alat bukti berupa 5,3 kilogram emas sebagai alat transaksi suap di Direktorat Jenderal Bea Cukai saat melakukan OTT pada Kamis (5/2/2026).

Lebih rinci logam mulia seberat 2,5 Kg atau setara Rp7,4 miliar dan logam mulia seberat 2,8 Kg atau setara Rp8,3 miliar.

Emas tersebut diamankan KPK beserta bukti lain seperti uang tunai dan jam tangan mewah, yang jika ditotal senilai Rp40,5 miliar.

KPK menjelaskan bahwa kasus ini terjadi berawal dari permufakatan jahat antara para tersangka untuk mengatur perencanaan jalur importasi barang yang akan masuk ke Indonesia. 

Dengan ada pengkondisian tersebut, barang-barang yang dibawa oleh PT Blueray diduga tidak melalui pemeriksaan fisik.

Baca Juga: KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Bencana, Adik Eks Kepala BNPB Ikut Terseret

"Sehingga barang-barang yang diduga palsu, KW, dan ilegal bisa masuk ke Indonesia tanpa pengecekan oleh petugas Bea Cukai," jelas Asep.

Diketahui, dalam OTT di Kantor DJBC, KPK menetapkan enam orang. Berikut daftar Namanya:

1. RZL selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026;

2. SIS selaku Kepala Subdirektorat Inteljien Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC);

Baca Juga: KPK Geledah Rumah Tersangka Dirjen PPTT Lampri di Nganjuk

3. ORL selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (kasi Intel DJBC);

4. JF selaku Pemilk PT Blueray

5. AND selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray

6. DK selaku Manager Operasional PT Blueray.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.