Jumat, 06 Feb 2026 22:32 WIB

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Feb 2026 21:05 WIB
Kantor KPK. (Dok. Istimewa).
Kantor KPK. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat adanya kenaikan tren emas sebagai alat suap.

"Memang betul trennya seperti itu. Tentunya dengan beberapa kali kita mendapatkan barang bukti pada saat tertangkap tangan ini berupa emas," kata Plt Deputi dan Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Gubernur Khofifah Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim, Ini Dalihnya

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Terbaru, KPK mampu mengamankan alat bukti berupa 5,3 kilogram emas sebagai alat transaksi suap di Direktorat Jenderal Bea Cukai saat melakukan OTT pada Kamis (5/2/2026).

Lebih rinci logam mulia seberat 2,5 Kg atau setara Rp7,4 miliar dan logam mulia seberat 2,8 Kg atau setara Rp8,3 miliar.

Emas tersebut diamankan KPK beserta bukti lain seperti uang tunai dan jam tangan mewah, yang jika ditotal senilai Rp40,5 miliar.

KPK menjelaskan bahwa kasus ini terjadi berawal dari permufakatan jahat antara para tersangka untuk mengatur perencanaan jalur importasi barang yang akan masuk ke Indonesia. 

Dengan ada pengkondisian tersebut, barang-barang yang dibawa oleh PT Blueray diduga tidak melalui pemeriksaan fisik.

Baca Juga: OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

"Sehingga barang-barang yang diduga palsu, KW, dan ilegal bisa masuk ke Indonesia tanpa pengecekan oleh petugas Bea Cukai," jelas Asep.

Diketahui, dalam OTT di Kantor DJBC, KPK menetapkan enam orang. Berikut daftar Namanya:

1. RZL selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026;

2. SIS selaku Kepala Subdirektorat Inteljien Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC);

Baca Juga: Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

3. ORL selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (kasi Intel DJBC);

4. JF selaku Pemilk PT Blueray

5. AND selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray

6. DK selaku Manager Operasional PT Blueray.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Eri mengungkapkan, dugaan persoalan pengelolaan keuangan di tubuh KBS tersebut sudah berlangsung lama, bahkan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai wali kota.

DPRD Surabaya Turut Sesalkan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo

DPRD Surabaya langsung bergerak menelusuri informasi karena bangunan tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi perjuangan bangsa dan Kota Surabaya.

Jember Resmi Launching FORPROV Jatim III 2026, KORMI Siap Berikan yang Terbaik

KORMI Jember optimistis FORPROV III Jawa Timur 2026 akan berjalan sukses serta menjadi salah satu festival olahraga rekreasi terbaik di tingkat provinsi.

Sekjen: Kemenag Terus Perjuangkan Guru Swasta Bisa Diangkat PPPK

Selain soal PPPK, Sekjen Kemenag juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan akselerasi dalam program sertifikasi guru.

Balita 2 Tahun di Probolinggo yang Hilang Misterius Belum Ditemukan

Sebelum dikabarkan hilang, korban terlihat berada di depan teras rumahnya. Tak berselang lama, korban dikabarkan hilang.