Jumat, 06 Feb 2026 18:27 WIB

Sekjen: Kemenag Terus Perjuangkan Guru Swasta Bisa Diangkat PPPK

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Kamaruddin Amin. (Dok. Kemenag).
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Kamaruddin Amin. (Dok. Kemenag).

selalu.id - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag), Kamaruddin Amin menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah lelah untuk terus memperjuangkan guru madrasah swasta agar bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal ini ditegaskan Sekjen Kemenag saat menerima Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Heri Purnama di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Sekjen Kamaruddin Amin dan Heri Purnawa mendiskusikan sejumlah langkah untuk memperjuangkan guru-guru kita.

Baca Juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

“Kami berdiskusi cukup panjang dan saya menegaskan bahwa Kementerian Agama dengan seluruh kewenangan yang ada akan terus melakukan mengambil langkah-langkah produktif, membuat kebijakan untuk memperjuangkan dan memuliakan guru,” tegasnya, Jumat (6/2/2026).

“Termasuk di antaranya, kita masih memperjuangkan bagaimana guru honorer, jika memungkinkan serta masih ada ruang dan masih ada peluang, kita akan terus memperjuangkan itu, agar guru swasta kita itu bisa diangkat menjadi PPPK,” tambah Kamaruddin.

Selain soal PPPK, Sekjen Kemenag juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan akselerasi dalam program sertifikasi guru. Saat ini, Kementerian Agama membina 1.157.050 guru, terdiri atas: 360.632 (31.2%) guru PNS dan 796.418 guru Non PNS.

Jumlah ini termasuk guru madrasah, guru pesantren (Pendidikan Diniyah Formal dan Muadalah), serta guru pendidikan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Hingga saat ini, kata Kamaruddin, masih ada 497.893 guru yang belum mengikuti sertifikasi. Jumlah ini terdiri atas, 423.398 guru madrasah, 24.057 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), 11.501 guru PDF dan Muadalah, 29.291 guru binaan Ditjen Bimas Kristen, 8.791 guru binaan Ditjen Bimas Katolik, 310 guru binaan Ditjen Bimas Buddha, 375 guru binaan Ditjen Bimas Hindu, dan 170 guru binaan Pusat Pendidikan dan Bimbingan Khonghucu.

“Kami juga akan terus berikhtiar agar mereka bisa disertifikasi. Juga terus mengupayakan berbagai kebijakan lain untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Indonesia secara umum, dan tentu kualitas guru sebagai salah satu ekosistem terpenting dalam ekosistem pendidikan ini,” jelas dia.

Sementara Ketua PGMNI, Heri Purnama mengaku memahami upaya dan langkah yang sedang diperjuangkan Kementerian Agama.

Ia berharap upaya Kamaruddin Amin dalam memperjuangkan guru madrasah dan guru binaan Kementerian Agama bisa berhasil, baik terkait pengangkatan PPPK atau lainnya.

“Mohon doa semuanya dan keberkahan dari Allah datang buat kita semua, seluruh guru madrasah di Indonesia Sejahtera, di bawah komando Kementerian Agama dan Sekjen Kementerian Agama. Mudah-mudahan pertemuan kami hari ini berkah dan bisa memahami teman-teman semua,” ujarnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jember Resmi Launching FORPROV Jatim III 2026, KORMI Siap Berikan yang Terbaik

KORMI Jember optimistis FORPROV III Jawa Timur 2026 akan berjalan sukses serta menjadi salah satu festival olahraga rekreasi terbaik di tingkat provinsi.

Balita 2 Tahun di Probolinggo yang Hilang Misterius Belum Ditemukan

Sebelum dikabarkan hilang, korban terlihat berada di depan teras rumahnya. Tak berselang lama, korban dikabarkan hilang.

Persid Jember Tembus 8 Besar, Gus Fawait Siapkan Revitalisasi JSG

Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung kebangkitan Persid Jember secara menyeluruh.

Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkot Mojokerto Gelar Kerja Bakti Massal

Kerja bakti massal ini bukan program baru, melainkan agenda rutin yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinannya dan terus berlanjut hingga saat ini.

Gempa Pacitan Terasa hingga Mojokerto, Warga Panik

Hasan Assegaf, salah satu warga Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto mengatakan, getaran sangat terasa dan sempat membuat warga panik.

Motor Ninja Tabrak Pohon di Mojosari Mojokerto, Dua Orang Tewas

Motor warna hijau yang dikendarai kedua korban ini tanpa dilengkapi dengan nomor polisi (nopol) yang dipasang di bodi motor sport tersebut.