Sabtu, 06 Jun 2026 00:02 WIB

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menteri Agama Nasaruddin Umar bersilaturahim ke Pesantren Al Itqon Bugen Semarang. (Dok. Kemenag).
Menteri Agama Nasaruddin Umar bersilaturahim ke Pesantren Al Itqon Bugen Semarang. (Dok. Kemenag).

selalu.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren (DJENPES) sudah memasuki tahap akhir. 

Menag menegaskan, satuan kerja setingkat eselon I tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintahan Prabowo Subianto dalam memberdayakan pesantren di seluruh Indonesia.
 
Pernyataan itu disampaikan Menag saat melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Al Itqon di Kecamatan Bugen, Kabupaten Semarang. 

Baca Juga: 1.752 CPNS Kanwil Kemenag Jatim Resmi Diangkat Jadi PNS

Pada kesempatan yang sama, Menag menyerahkan bantuan finansial sebesar Rp100 juta kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di bawah naungan pesantren tersebut.
 
“Direktorat Jenderal Pesantren sudah terbentuk. Ini menandakan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi agar semakin mandiri,” katanya, Jumat (6/2/2026).
 
Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Selain ruang belajar yang layak, pesantren juga perlu penguatan sarana digital agar santri tidak tertinggal perkembangan zaman.
 
“Kita juga ingin para guru dan pengelola pesantren mendapatkan penguatan kompetensi, baik dalam keilmuan keislaman maupun metodologi pembelajaran yang adaptif dengan kebutuhan generasi saat ini,” jelas Menag.
 
Menag juga mendorong pesantren untuk mengembangkan kemandirian ekonomi melalui unit usaha produktif. 

Baca Juga: Menteri Agama: Tidak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual!

“Pemberdayaan ekonomi bukan hanya untuk menopang operasional, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran kewirausahaan bagi santri,” paparnya.
 
Sementara Pengasuh Pesantren Al Itqon, K.H. Kharis Shodaqoh, mengucapkan apresiasi atas perhatian Kementerian Agama. 

Menurutnya, bantuan yang diterima akan digunakan untuk memperkuat sarana pembelajaran dan pengembangan kegiatan pendidikan.
 
“Kami akan manfaatkan bantuan ini agar santri tidak hanya kuat secara keilmuan agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan sosial dan akademik di masyarakat,” ungkap Kiai Kharis.
 
Pesantren Al Itqon menerapkan kurikulum yang memadukan 40 persen kajian kitab kuning dan 60 persen kurikulum nasional. 

Baca Juga: Peringati Hardiknas, Kakanwil Kemenag Jatim Ajak Perkuat Pendidikan Bermutu dan Berkarakter

Metode pembelajaran tradisional seperti bandongan, sorogan, dan halaqah dipadukan dengan pendekatan modern seperti diskusi tematik dan proyek kolaboratif.
 
Kementerian Agama berharap, penguatan dukungan terhadap madrasah dan pesantren dapat melahirkan generasi santri yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tengah dinamika perubahan zaman.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.