Kamis, 17 Sep 2026 12:49 WIB

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menteri Agama Nasaruddin Umar bersilaturahim ke Pesantren Al Itqon Bugen Semarang. (Dok. Kemenag).
Menteri Agama Nasaruddin Umar bersilaturahim ke Pesantren Al Itqon Bugen Semarang. (Dok. Kemenag).

selalu.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren (DJENPES) sudah memasuki tahap akhir. 

Menag menegaskan, satuan kerja setingkat eselon I tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintahan Prabowo Subianto dalam memberdayakan pesantren di seluruh Indonesia.
 
Pernyataan itu disampaikan Menag saat melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Al Itqon di Kecamatan Bugen, Kabupaten Semarang. 

Baca Juga: Ekstranas VIII di Lamongan Dibuka, Ajang Berbagi Perkembangan Vokasi di Madrasah

Pada kesempatan yang sama, Menag menyerahkan bantuan finansial sebesar Rp100 juta kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di bawah naungan pesantren tersebut.
 
“Direktorat Jenderal Pesantren sudah terbentuk. Ini menandakan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi agar semakin mandiri,” katanya, Jumat (6/2/2026).
 
Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Selain ruang belajar yang layak, pesantren juga perlu penguatan sarana digital agar santri tidak tertinggal perkembangan zaman.
 
“Kita juga ingin para guru dan pengelola pesantren mendapatkan penguatan kompetensi, baik dalam keilmuan keislaman maupun metodologi pembelajaran yang adaptif dengan kebutuhan generasi saat ini,” jelas Menag.
 
Menag juga mendorong pesantren untuk mengembangkan kemandirian ekonomi melalui unit usaha produktif. 

Baca Juga: Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

“Pemberdayaan ekonomi bukan hanya untuk menopang operasional, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran kewirausahaan bagi santri,” paparnya.
 
Sementara Pengasuh Pesantren Al Itqon, K.H. Kharis Shodaqoh, mengucapkan apresiasi atas perhatian Kementerian Agama. 

Menurutnya, bantuan yang diterima akan digunakan untuk memperkuat sarana pembelajaran dan pengembangan kegiatan pendidikan.
 
“Kami akan manfaatkan bantuan ini agar santri tidak hanya kuat secara keilmuan agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan sosial dan akademik di masyarakat,” ungkap Kiai Kharis.
 
Pesantren Al Itqon menerapkan kurikulum yang memadukan 40 persen kajian kitab kuning dan 60 persen kurikulum nasional. 

Baca Juga: Menag Nasaruddin Dikabarkan Mundur dari Jabatannya Demi Kursi PBNU, Berikut Ini Faktanya

Metode pembelajaran tradisional seperti bandongan, sorogan, dan halaqah dipadukan dengan pendekatan modern seperti diskusi tematik dan proyek kolaboratif.
 
Kementerian Agama berharap, penguatan dukungan terhadap madrasah dan pesantren dapat melahirkan generasi santri yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tengah dinamika perubahan zaman.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pengelolaan Program dan Anggaran 2027, Begini Pesan Menteri Haji dan Umrah

Tantangan yang dihadapi pada tahun 2027 diperkirakan semakin kompleks, terlebih dalam situasi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tekanan.

Gas Muncul dari Sumur di Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Pantau Potensi Bahaya

Fenomena tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi potensi sumber daya alam.

Pedagang Tanjung Sari Cemas dan Pertanyakan Jam Operasional Tak Merata ke Satpol PP Surabaya

Petugas datang berulang kali dalam sehari untuk melakukan pemantauan dan dokumentasi.

Kecelakaan Dua Motor di Mojokerto, Satu Pemotor asal Jombang Tewas

Polisi masih menyelidiki kronologi lengkap dan penyebab pasti tabrakan dua sepeda motor tersebut.

Hasil Carabao Cup: Man United Angkat Koper, Kena Comeback Brighton

Brighton mampu comeback 2-3 dan MU harus angkat koper dari ajang Carabao Cup 2026/2026 di hadapan pendukungnya sendiri.

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.