34 Pria Diamankan di Pesta Gay Surabaya, DPRD Minta Usut Dugaan ASN Terlibat
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 20 Okt 2025 14:45 WIB
selalu.id – Sebanyak 34 pria diamankan dalam penggerebekan pesta seks sesama jenis di sebuah hotel kawasan Ngagel, Surabaya, Minggu (19/10/2025) dini hari. Kasus ini memunculkan dugaan keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN).
Baca Juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, meminta kepolisian dan pemerintah kota mengusut tuntas dugaan tersebut. Ia menegaskan, keterlibatan ASN dalam tindakan amoral merupakan pelanggaran berat, baik secara hukum maupun moral.
“Kalau benar ada PNS yang ikut diamankan, ini harus diusut tuntas. Jangan ada pembiaran. ASN itu panutan masyarakat, seharusnya memberikan contoh, bukan justru terlibat hal seperti ini,” tegas Saifuddin, Senin (20/10/2025).
Politikus Demokrat yang akrab disapa Bang Udin itu mendorong agar proses hukum dilakukan secara profesional dan transparan. Ia juga meminta pemerintah kota menindak secara administratif sesuai aturan kepegawaian bila dugaan tersebut terbukti.
“Panggil, klarifikasi, dan tindak sesuai peraturan. Jangan sampai nama baik ASN Surabaya tercoreng karena ulah oknum,” ujarnya.
Baca Juga: Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo
Bang Udin menilai kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk tidak mengabaikan penurunan moral di masyarakat. Ia mendorong adanya langkah pencegahan melalui edukasi agama, moral, dan psikologi.
“Harus ada gerakan bersama, libatkan tokoh agama, sekolah, dan psikolog. Pencegahan jauh lebih penting agar hal serupa tak terulang,” tambahnya.
Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin
Ia menegaskan, Komisi A DPRD Surabaya akan memanggil Satpol PP dan dinas terkait guna membahas pengawasan terhadap tempat hiburan dan penginapan yang berpotensi disalahgunakan.
“Surabaya ini kota berkarakter dan bermartabat. Jangan sampai dikotori dengan perilaku menyimpang seperti ini,” tutupnya.
Editor : Ading
