Selasa, 03 Feb 2026 22:13 WIB

Surabaya Dipuji KPAI: RIAS Jadi Contoh Penanganan Anak Berbasis Keluarga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Mei 2025 13:34 WIB
Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS)
Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS)

selalu.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan apresiasi terhadap program Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS) yang diinisiasi Pemerintah Kota Surabaya. Inovasi pendidikan ini dinilai mampu menjadi role model nasional dalam menangani persoalan kedisiplinan dan pengembangan karakter anak.

 

Baca Juga: Rekrutmen Anak oleh Jaringan Terorisme Terbongkar, 110 Anak di 26 Provinsi Teridentifikasi

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua KPAI Ai Maryati Solihah saat mengunjungi RIAS di Jalan Kalijudan Indah XV No. 2-4, Surabaya, Selasa (28/5/2025), dalam rapat koordinasi bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

 

"RIAS menjadi rumah yang sesungguhnya bagi anak-anak. Penanaman kedisiplinan di sini menjawab persoalan hingga ke akar. Program ini patut dicontoh kota-kota lain," ujar Ai.

 

Menurutnya, pendekatan humanis dan terintegrasi di RIAS menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar ramah anak. Ia juga menyoroti dukungan lintas sektor, termasuk peran aktif pihak swasta dan komunitas, dalam mendorong pemenuhan hak anak atas pendidikan dan pengembangan diri.

 

Ai Maryati bahkan menyaksikan langsung interaksi anak-anak serta ruang belajar yang inklusif. Ia menyebut sejumlah anak peserta program RIAS kini berhasil menempuh pendidikan tinggi. “Peran pemerintah dan swasta sangat menentukan dalam membentuk karakter dan memenuhi hak anak,” imbuhnya.

 

Solusi dari Hulu

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, RIAS lahir dari keprihatinan terhadap anak-anak bermasalah yang sebagian besar berasal dari keluarga tidak harmonis. "Data kami menunjukkan 99 persen anak-anak yang bermasalah berasal dari keluarga yang tidak baik-baik saja," kata Cak Eri, sapaan akrabnya.

 

Karena itu, sejak 2023, Pemkot Surabaya menjalankan program RIAS dengan pendekatan "Satu Keluarga, Satu Sarjana", yang mencakup pendampingan pendidikan, layanan psikologis, dan dukungan orang tua asuh. “Kami ambil alih pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu, baik dari sisi biaya maupun bimbingan moral,” jelasnya.

 

Program ini tidak hanya menekankan akademik, tapi juga penguatan karakter melalui disiplin dan keterampilan hidup. Jam malam, kewajiban ibadah, serta aturan hidup bersama disepakati bersama orang tua anak.

 

“Akhlak adalah fondasi segalanya. Kami ingin membentuk anak-anak berkarakter kuat, saling menguatkan, bukan menjatuhkan,” tegas Eri.

 

Peran Ayah Jadi Fokus

Cak Eri menegaskan pentingnya peran ayah dalam membentuk karakter anak. Bahkan, ia turun langsung mengajar di Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), seperti yang ia lakukan di Tambak Segaran Wetan pada Senin (27/5).

Baca Juga: DPRD Jatim Desak KPI Evaluasi Tayangan Trans7 Soal Pesantren

 

“Anak yang mendapatkan kasih sayang ayah tidak mudah tergoda bujuk rayu. Ini yang saya tekankan kepada para ayah,” ujar Eri.

 

Ia menambahkan bahwa anak perempuan yang dekat dengan ayah cenderung lebih kuat menghadapi pengaruh negatif. Oleh sebab itu, Pemkot kini juga menguatkan pendampingan psikologis dan sosial untuk orang tua sebagai upaya membangun ketahanan keluarga.

 

"Masalah anak jangan hanya dibebankan ke anak. Kita perlu melihat sejauh mana orang tuanya memberi contoh," katanya.

 

Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani, turut menyampaikan bahwa SOTH tahun 2025 memprioritaskan edukasi soal peran ayah. "Ada 13 materi dalam SOTH, salah satunya khusus tentang keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak," jelasnya.

 

Menurutnya, kebahagiaan ibu saat merawat anak sangat dipengaruhi oleh sikap dan keterlibatan suami. “Penelitian menunjukkan, ibu lebih bahagia saat mendapat dukungan emosional dari ayah anaknya,” ungkap Bunda Rini.

Baca Juga: 3.800 Kasus Bullying di Indonesia, KPAI: Tiap Tahun Terus Naik

 

Program SOTH terus dikembangkan dengan menghadirkan para pejabat kota, termasuk lurah dan camat, sebagai narasumber. Tujuannya agar pengalaman mereka sebagai kepala keluarga bisa menjadi inspirasi bagi para peserta.

 

Menuju Kota Layak Anak Paripurna

Meski telah enam tahun berturut-turut meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) Utama, Pemkot Surabaya tak berpuas diri. Upaya pencegahan kenakalan remaja terus diperkuat melalui pelibatan orang tua, serta pendampingan berkelanjutan yang melibatkan rumah sakit, shelter, hingga program rehabilitasi.

 

Cak Eri berharap, pendekatan menyeluruh dalam program RIAS dan SOTH dapat mendorong Surabaya naik tingkat menjadi KLA Paripurna, dan menjadi contoh dalam program Child Friendly Cities Initiative (CFCI) bersama UNICEF.

 

“Kalau ayahnya tenang, ibunya bisa merawat anak dengan lebih baik. Di situlah kekuatan keluarga terbentuk,” pungkasnya. (ADV)

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.