Sabtu, 24 Okt 2026 00:53 WIB

Rekrutmen Anak oleh Jaringan Terorisme Terbongkar, 110 Anak di 26 Provinsi Teridentifikasi

Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah
Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah

selalu.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi langkah cepat Polri melalui Densus 88 Antiteror dalam mengungkap praktik rekrutmen anak oleh jaringan terorisme di ruang digital.

 

Baca Juga: Densus 88 Antiteror Polri Sergap 11 Teroris di Indonesia saat Latihan Militansi

KPAI menyebut keberhasilan ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi anak dari paparan ideologi kekerasan.

 

Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, menyampaikan bahwa kerja sama Polri, BNPT, dan sejumlah pemangku kepentingan telah menyelamatkan masa depan ratusan anak.

 

“Upaya ini bukan hanya penegakan hukum, tetapi penyelamatan anak-anak Indonesia dari eksploitasi jaringan terorisme,” ujar Margaret dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).

 

Berdasarkan paparan Polri, lebih dari 110 anak di 26 provinsi teridentifikasi terlibat sebagai korban rekrutmen melalui media sosial, permainan daring, dan platform komunikasi tertutup.

 

Margaret memastikan seluruh proses penanganan anak dilakukan berdasarkan UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak. Prinsip utama yang diterapkan adalah kepentingan terbaik bagi anak, termasuk mekanisme diversi, keadilan restoratif, pendampingan wajib, dan perlakuan manusiawi.

Baca Juga: KPAI Desak Transparansi Manifes Kapal Virgo Transport 8, Keselamatan Anak jadi Prioritas

 

“Kami memastikan setiap anak tidak diposisikan sebagai pelaku, tetapi sebagai korban yang harus dilindungi hak-haknya. Pendampingan psikologis dan hukum diberikan secara menyeluruh,” tegas Margaret.

 

KPAI menilai penguatan sistem pendukung menjadi langkah pencegahan yang penting. Keluarga disebut sebagai benteng pertama, sementara sekolah dan masyarakat perlu meningkatkan pengawasan.

 

“Literasi digital anak harus dikuatkan agar mereka tidak mudah terjebak propaganda ekstrem,” kata Margaret.

Baca Juga: Black Owl Akui Kelalaian Supervisor dalam Kasus Dugaan Pelecehan Anak

 

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Polri mengungkap kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi nasional dalam menjaga generasi muda dari radikalisasi digital.

 

“Polri telah melakukan langkah signifikan. Tugas berikutnya adalah memastikan perlindungan berkelanjutan bagi anak-anak Indonesia,” tutupnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.