Minggu, 15 Feb 2026 12:01 WIB

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Feb 2026 21:31 WIB
Penampakan reklame patah di Jalan Tidar Surabaya. (Foto: Arif/selalu.id).
Penampakan reklame patah di Jalan Tidar Surabaya. (Foto: Arif/selalu.id).

selalu.id - Reklame yang patah di Jalan Tidar Surabaya, yang hingga kini belum ditangani itu ternyata milik Anda Advertising (ADV).

Lantas, bagaimana langkah yang akan dilakukan?

Baca Juga: Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Juru Bicara Anda Advertising, Nana, membenarkan bahwa papan reklame tersebut merupakan milik perusahaannya. Ia mengatakan bahwa insiden reklame patah itu terjadi karena faktor cuaca ekstrem, bukan karena kelalaian perawatan.

“Iya, betul itu milik kami. Ini memang karena cuaca dan anginnya sangat kencang. Selama ini kami tidak pernah mengalami kejadian sampai seperti ini,” tegasnya saat dikonfirmasi selalu.id.

Nana menegaskan pihaknya rutin melakukan perawatan berkala terhadap konstruksi reklame, termasuk pengecatan, pengelasan, dan pemeriksaan struktur.

“Kami sudah melakukan maintenance rutin sesuai dengan yang dianjurkan pemerintah kota. Terakhir juga baru dilakukan perawatan berkala. Jadi memang ini lebih karena faktor cuaca ekstrem,” jelasnya.

Ia mengaku bersyukur tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena keselamatan warga menjadi kekhawatiran utama pihak perusahaan.

“Yang paling kami khawatirkan itu korban. Untungnya tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Nana.

Baca Juga: DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

Terkait langkah ke depan, Nana menyebut pihaknya akan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem serta memastikan penanganan darurat segera dilakukan di lokasi kejadian.

“Kami akan lebih aware terhadap kondisi billboard ke depan, apalagi cuaca belakangan ini ekstrem. Sekarang fokus kami mengevakuasi bagian reklame yang patah dulu,” tegasnya.

Nana menambahkan, proses evakuasi memerlukan alat berat berupa crane, yang saat ini masih dalam proses didatangkan ke lokasi.

“Kami masih menunggu crane karena memang harus pakai alat berat untuk penanganannya. Tim kami sudah di lokasi untuk segera melakukan penanganan begitu alat datang,” katanya.

Baca Juga: DPD Golkar Surabaya Buka Ruang Gagasan SOKSI, Siapkan Agenda Program Berbasis Pekerja

Saat ditanya soal kelayakan konstruksi, Nana menyatakan struktur reklame telah dibangun sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelasnya.

Insiden ini juga mendapat sorotan dari DPRD Surabaya yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan pengawasan reklame di ruang publik.

BPBD Surabaya sendiri menunda penanganan langsung pada Selasa (3/2/2026) malam karena kondisi dinilai masih membahayakan petugas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.