Rabu, 04 Feb 2026 03:52 WIB

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Feb 2026 21:31 WIB
Penampakan reklame patah di Jalan Tidar Surabaya. (Foto: Arif/selalu.id).
Penampakan reklame patah di Jalan Tidar Surabaya. (Foto: Arif/selalu.id).

selalu.id - Reklame yang patah di Jalan Tidar Surabaya, yang hingga kini belum ditangani itu ternyata milik Anda Advertising (ADV).

Lantas, bagaimana langkah yang akan dilakukan?

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Juru Bicara Anda Advertising, Nana, membenarkan bahwa papan reklame tersebut merupakan milik perusahaannya. Ia mengatakan bahwa insiden reklame patah itu terjadi karena faktor cuaca ekstrem, bukan karena kelalaian perawatan.

“Iya, betul itu milik kami. Ini memang karena cuaca dan anginnya sangat kencang. Selama ini kami tidak pernah mengalami kejadian sampai seperti ini,” tegasnya saat dikonfirmasi selalu.id.

Nana menegaskan pihaknya rutin melakukan perawatan berkala terhadap konstruksi reklame, termasuk pengecatan, pengelasan, dan pemeriksaan struktur.

“Kami sudah melakukan maintenance rutin sesuai dengan yang dianjurkan pemerintah kota. Terakhir juga baru dilakukan perawatan berkala. Jadi memang ini lebih karena faktor cuaca ekstrem,” jelasnya.

Ia mengaku bersyukur tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena keselamatan warga menjadi kekhawatiran utama pihak perusahaan.

“Yang paling kami khawatirkan itu korban. Untungnya tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Nana.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Terkait langkah ke depan, Nana menyebut pihaknya akan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem serta memastikan penanganan darurat segera dilakukan di lokasi kejadian.

“Kami akan lebih aware terhadap kondisi billboard ke depan, apalagi cuaca belakangan ini ekstrem. Sekarang fokus kami mengevakuasi bagian reklame yang patah dulu,” tegasnya.

Nana menambahkan, proses evakuasi memerlukan alat berat berupa crane, yang saat ini masih dalam proses didatangkan ke lokasi.

“Kami masih menunggu crane karena memang harus pakai alat berat untuk penanganannya. Tim kami sudah di lokasi untuk segera melakukan penanganan begitu alat datang,” katanya.

Baca Juga: Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Saat ditanya soal kelayakan konstruksi, Nana menyatakan struktur reklame telah dibangun sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelasnya.

Insiden ini juga mendapat sorotan dari DPRD Surabaya yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan pengawasan reklame di ruang publik.

BPBD Surabaya sendiri menunda penanganan langsung pada Selasa (3/2/2026) malam karena kondisi dinilai masih membahayakan petugas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.