Rabu, 22 Jul 2026 03:22 WIB

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Feb 2026 21:31 WIB
Penampakan reklame patah di Jalan Tidar Surabaya. (Foto: Arif/selalu.id).
Penampakan reklame patah di Jalan Tidar Surabaya. (Foto: Arif/selalu.id).

selalu.id - Reklame yang patah di Jalan Tidar Surabaya, yang hingga kini belum ditangani itu ternyata milik Anda Advertising (ADV).

Lantas, bagaimana langkah yang akan dilakukan?

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Juru Bicara Anda Advertising, Nana, membenarkan bahwa papan reklame tersebut merupakan milik perusahaannya. Ia mengatakan bahwa insiden reklame patah itu terjadi karena faktor cuaca ekstrem, bukan karena kelalaian perawatan.

“Iya, betul itu milik kami. Ini memang karena cuaca dan anginnya sangat kencang. Selama ini kami tidak pernah mengalami kejadian sampai seperti ini,” tegasnya saat dikonfirmasi selalu.id.

Nana menegaskan pihaknya rutin melakukan perawatan berkala terhadap konstruksi reklame, termasuk pengecatan, pengelasan, dan pemeriksaan struktur.

“Kami sudah melakukan maintenance rutin sesuai dengan yang dianjurkan pemerintah kota. Terakhir juga baru dilakukan perawatan berkala. Jadi memang ini lebih karena faktor cuaca ekstrem,” jelasnya.

Ia mengaku bersyukur tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena keselamatan warga menjadi kekhawatiran utama pihak perusahaan.

“Yang paling kami khawatirkan itu korban. Untungnya tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Nana.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Terkait langkah ke depan, Nana menyebut pihaknya akan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem serta memastikan penanganan darurat segera dilakukan di lokasi kejadian.

“Kami akan lebih aware terhadap kondisi billboard ke depan, apalagi cuaca belakangan ini ekstrem. Sekarang fokus kami mengevakuasi bagian reklame yang patah dulu,” tegasnya.

Nana menambahkan, proses evakuasi memerlukan alat berat berupa crane, yang saat ini masih dalam proses didatangkan ke lokasi.

“Kami masih menunggu crane karena memang harus pakai alat berat untuk penanganannya. Tim kami sudah di lokasi untuk segera melakukan penanganan begitu alat datang,” katanya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Saat ditanya soal kelayakan konstruksi, Nana menyatakan struktur reklame telah dibangun sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelasnya.

Insiden ini juga mendapat sorotan dari DPRD Surabaya yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan pengawasan reklame di ruang publik.

BPBD Surabaya sendiri menunda penanganan langsung pada Selasa (3/2/2026) malam karena kondisi dinilai masih membahayakan petugas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.