Rabu, 04 Feb 2026 11:12 WIB

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Feb 2026 21:31 WIB
Penampakan reklame patah di Jalan Tidar Surabaya. (Foto: Arif/selalu.id).
Penampakan reklame patah di Jalan Tidar Surabaya. (Foto: Arif/selalu.id).

selalu.id - Reklame yang patah di Jalan Tidar Surabaya, yang hingga kini belum ditangani itu ternyata milik Anda Advertising (ADV).

Lantas, bagaimana langkah yang akan dilakukan?

Baca Juga: Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Juru Bicara Anda Advertising, Nana, membenarkan bahwa papan reklame tersebut merupakan milik perusahaannya. Ia mengatakan bahwa insiden reklame patah itu terjadi karena faktor cuaca ekstrem, bukan karena kelalaian perawatan.

“Iya, betul itu milik kami. Ini memang karena cuaca dan anginnya sangat kencang. Selama ini kami tidak pernah mengalami kejadian sampai seperti ini,” tegasnya saat dikonfirmasi selalu.id.

Nana menegaskan pihaknya rutin melakukan perawatan berkala terhadap konstruksi reklame, termasuk pengecatan, pengelasan, dan pemeriksaan struktur.

“Kami sudah melakukan maintenance rutin sesuai dengan yang dianjurkan pemerintah kota. Terakhir juga baru dilakukan perawatan berkala. Jadi memang ini lebih karena faktor cuaca ekstrem,” jelasnya.

Ia mengaku bersyukur tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena keselamatan warga menjadi kekhawatiran utama pihak perusahaan.

“Yang paling kami khawatirkan itu korban. Untungnya tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Nana.

Baca Juga: Operasional Dermaga Jamrud Selatan Surabaya Kembali Normal Pasca Insiden Kapal Pacific 88

Terkait langkah ke depan, Nana menyebut pihaknya akan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem serta memastikan penanganan darurat segera dilakukan di lokasi kejadian.

“Kami akan lebih aware terhadap kondisi billboard ke depan, apalagi cuaca belakangan ini ekstrem. Sekarang fokus kami mengevakuasi bagian reklame yang patah dulu,” tegasnya.

Nana menambahkan, proses evakuasi memerlukan alat berat berupa crane, yang saat ini masih dalam proses didatangkan ke lokasi.

“Kami masih menunggu crane karena memang harus pakai alat berat untuk penanganannya. Tim kami sudah di lokasi untuk segera melakukan penanganan begitu alat datang,” katanya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Saat ditanya soal kelayakan konstruksi, Nana menyatakan struktur reklame telah dibangun sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelasnya.

Insiden ini juga mendapat sorotan dari DPRD Surabaya yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan pengawasan reklame di ruang publik.

BPBD Surabaya sendiri menunda penanganan langsung pada Selasa (3/2/2026) malam karena kondisi dinilai masih membahayakan petugas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.