Selasa, 03 Feb 2026 18:54 WIB

DPRD Jatim Desak KPI Evaluasi Tayangan Trans7 Soal Pesantren

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa, mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera mengevaluasi tayangan program “Xpose Uncensored” di Trans7 yang menuai polemik. Tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 itu dinilai menyudutkan pondok pesantren dan berpotensi mencemarkan citra lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

 

Baca Juga: Rekrutmen Anak oleh Jaringan Terorisme Terbongkar, 110 Anak di 26 Provinsi Teridentifikasi

Politisi Partai Demokrat tersebut menilai program itu menampilkan potongan video yang menggambarkan kehidupan pesantren secara tidak proporsional. “Narasi dalam tayangan tersebut menggambarkan pondok pesantren seolah-olah sebagai lembaga yang menonjolkan kemewahan dan mengeksploitasi warga pesantren. Ini mencederai perasaan warga pesantren dan merusak marwah lembaga keagamaan,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

 

Ia menilai narasi yang ditampilkan dalam program tersebut tidak menghadirkan klarifikasi dari pihak pesantren yang bersangkutan. Menurutnya, hal ini bertentangan dengan prinsip jurnalistik yang berimbang. “Narasi itu membentuk opini yang hanya menyoroti sisi negatif tanpa menghadirkan konteks atau penjelasan dari pihak pesantren. Ini tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik yang adil,” kata Dedi.

 

Baca Juga: Surabaya Dipuji KPAI: RIAS Jadi Contoh Penanganan Anak Berbasis Keluarga

Dedi mendesak KPI bertindak cepat untuk mencegah keresahan di kalangan masyarakat pesantren. “KPI kami harap segera mengambil langkah tegas, karena tayangan seperti ini bisa menimbulkan kegaduhan dan bahkan mengandung potensi SARA,” tegasnya.

 

Sebelumnya, tayangan “Xpose Uncensored” Trans7 memicu protes luas dari kalangan pesantren dan masyarakat. Episode tersebut menampilkan sosok KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, dengan framing yang dianggap negatif. Tayangan itu juga memunculkan tagar #BoikotTrans7 yang sempat menjadi trending di media sosial.

Baca Juga: 3.800 Kasus Bullying di Indonesia, KPAI: Tiap Tahun Terus Naik

 

Dedi menegaskan, media nasional harus berhati-hati dalam menyiarkan konten yang berkaitan dengan lembaga keagamaan. “Media seharusnya menjadi sarana edukasi dan perekat bangsa, bukan justru menyebarkan kesan negatif terhadap lembaga keagamaan. Ini soal tanggung jawab moral dan profesionalisme,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.