Sabtu, 24 Okt 2026 00:40 WIB

DPRD Jatim Desak KPI Evaluasi Tayangan Trans7 Soal Pesantren

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa, mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera mengevaluasi tayangan program “Xpose Uncensored” di Trans7 yang menuai polemik. Tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 itu dinilai menyudutkan pondok pesantren dan berpotensi mencemarkan citra lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

 

Baca Juga: KPAI Desak Transparansi Manifes Kapal Virgo Transport 8, Keselamatan Anak jadi Prioritas

Politisi Partai Demokrat tersebut menilai program itu menampilkan potongan video yang menggambarkan kehidupan pesantren secara tidak proporsional. “Narasi dalam tayangan tersebut menggambarkan pondok pesantren seolah-olah sebagai lembaga yang menonjolkan kemewahan dan mengeksploitasi warga pesantren. Ini mencederai perasaan warga pesantren dan merusak marwah lembaga keagamaan,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

 

Ia menilai narasi yang ditampilkan dalam program tersebut tidak menghadirkan klarifikasi dari pihak pesantren yang bersangkutan. Menurutnya, hal ini bertentangan dengan prinsip jurnalistik yang berimbang. “Narasi itu membentuk opini yang hanya menyoroti sisi negatif tanpa menghadirkan konteks atau penjelasan dari pihak pesantren. Ini tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik yang adil,” kata Dedi.

 

Baca Juga: Rekrutmen Anak oleh Jaringan Terorisme Terbongkar, 110 Anak di 26 Provinsi Teridentifikasi

Dedi mendesak KPI bertindak cepat untuk mencegah keresahan di kalangan masyarakat pesantren. “KPI kami harap segera mengambil langkah tegas, karena tayangan seperti ini bisa menimbulkan kegaduhan dan bahkan mengandung potensi SARA,” tegasnya.

 

Sebelumnya, tayangan “Xpose Uncensored” Trans7 memicu protes luas dari kalangan pesantren dan masyarakat. Episode tersebut menampilkan sosok KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, dengan framing yang dianggap negatif. Tayangan itu juga memunculkan tagar #BoikotTrans7 yang sempat menjadi trending di media sosial.

Baca Juga: Surabaya Dipuji KPAI: RIAS Jadi Contoh Penanganan Anak Berbasis Keluarga

 

Dedi menegaskan, media nasional harus berhati-hati dalam menyiarkan konten yang berkaitan dengan lembaga keagamaan. “Media seharusnya menjadi sarana edukasi dan perekat bangsa, bukan justru menyebarkan kesan negatif terhadap lembaga keagamaan. Ini soal tanggung jawab moral dan profesionalisme,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.