Minggu, 23 Agu 2026 10:08 WIB

3.800 Kasus Bullying di Indonesia, KPAI: Tiap Tahun Terus Naik

Psikolog sosial, Ananta Yudiarso
Psikolog sosial, Ananta Yudiarso

selalu.id - Kasus bullying atau perundungan belakang ini mulai marak, bahkan setiap tahun angka perundungan naik terutama di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ada sekitar 3.800 kasus perundungan di Indonesia sepanjang 2023.

Sedangkan di awal 2024 didapati juga sebanyak 141 kasus. Dari seluruh aduan itu, 35 persen terjadi di lingkungan sekolah atau satuan pendidikan. Menurut psikolog sosial, Ananta Yudiarso, perundungan yang terus meningkat terutama di dunia pendidikan harus disikapi dengan serius.

Karena, lanjut Ananta mengatakan, fenomena perundungan atau bullying ini melibatkan tidak hanya satu atau dua, tapi banyak sebenarnya dan banyak juga yang mengetahui perilaku perundungan itu, hanya mungkin takut untuk melapor.

"Jadi kompleks sebenarnya ini. Nah, itu yang harus diperhatikan. Dan yang ketiga, hati-hati di dalam penanganan bullying. Karena ini tidak hanya satu orang dengan orang yang lainnya bahkan biasanya banyak maka ya harus hati-hati dalam penanganannya," ujar Ananta kepada selalu.id saat dikonfirmasi via selular, Senin (30/9/2024).

Dia juga berharap jangan sampai orang yang dulunya menjadi korban kemudian menjadi pelaku perundungan. "Jadi pelaku perundungan ini karena pengalaman dia di masa lalu jadi hati-hati dalam penanganannya ini, tidak serta-merta untuk menyalahkan si pelakunya," terangnya.

Selama ini masih banyak orang yang tidak paham batasan terkait perundungan. Karena selama ini perundungan kerap dijadikan sesuatu yang wajar namun tidak disadari bahwa korban bisa saja mengalami gangguan pada mental.

"Maka harus paham, batas-batasan untuk memperlakukan orang jangan sampai dikatakan hal itu dianggap sebagai bullying. Kemudian dampak dari pelaku bullying tadi itu bisa berakibat gangguan mental dan sehingga orang yang melakukan bullying akan paham bahwa ini sebenarnya ranah pidana," tutur dosen Ubaya ini.

Agar kasus bullying atau perundungan tidak semakin meningkat butuh peran pemerintah maupun stekholder untuk berperan aktif sampai ke level bawah. Tentu harus diiringi dengan keberanian masyarakat dalam melaporkan kasus tersebut.

"Jangan sampai bertahun-tahun baru melapor, kan selama ini seperti itu. Jadi masyarakat harus berani melapor apabila ada kejadian seperti itu (perundungan)," tegasnya.

Apalagi di dunia media sosial (medsos) saat ini, banyak sekali tekanan yang kerap dialami oleh penggunanya. Ananta mengakui bahwa  cyberbullying menjadi ancaman nyata terutama bagi anak mudah atau Gen Z yang lebih aktif di online.

"Pelecehan atau kritik yang diterima secara online bisa mengakibatkan rasa malu, harga diri yang rendah, dan perasaan terisolasi. Kecemasan akan kehilangan kesempatan atau tidak terlibat dalam aktivitas sosial yang dilihat di media sosial dapat memicu depresi dan kecemasan sosial," pungkasnya.

Baca Juga: Rekrutmen Anak oleh Jaringan Terorisme Terbongkar, 110 Anak di 26 Provinsi Teridentifikasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Adu Taktik Kemerdekaan, Saat Jurnalis Surabaya Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Turnamen Domino

Tak hanya laga domino, kemeriahan ajang ini turut dirangkai dengan Lomba Foto On The Spot yang terbuka bagi masyarakat umum.

Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

Armuji mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong kader PDIP Surabaya.

Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

Rafi mengaku keinginannya memimpin KONI Sidoarjo telah muncul sejak lama.

Meniti Kasih di Ruang Tak Terbatas: Ketika Seni, Kuliner dan Cinta Menyatu di Grand Wedding Fair 2026

Untuk melengkapi persiapan calon pengantin, pameran yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB ini juga menghadirkan lebih dari 30 penawaran eksklusif.

Semarak HUT RI ke-81, 120 Regu Ramaikan Gerak Jalan Merah Putih di Kota Mojokerto

Mengusung tema kemerdekaan dan Majapahit, para peserta menampilkan kreatifitasnya dengan mengenakan beragam kostum.

Perkuat Minat Baca, PT Pelindo Daya Sejahtera Serahkan Bantuan Perpustakaan ke SD Al Istiqomah Surabaya

Bantuan buku mulai dari ilmu pengetahuan umum, ensiklopedia, pendidikan karakter, kumpulan cerita anak, hingga buku‑buku edukatif lainnya.