Sabtu, 26 Sep 2026 00:00 WIB

Fiskal Seret, DPRD Surabaya Dorong Penanganan Banjir Berbasis Alam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 26 Mei 2025 17:17 WIB
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan

selalu.id – DPRD Kota Surabaya mendorong Pemkot untuk mengubah paradigma penanganan banjir, tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga mengembangkan solusi berbasis alam yang dinilai lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

 

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyebut tantangan pengendalian banjir kini semakin kompleks karena dampak perubahan iklim yang bersifat eksponensial, sementara kemampuan fiskal kota tumbuh lambat.

 

“Kita ini berhadapan dengan deret ukur dampak iklim, tapi alat kita hanya deret hitung. Kalau terus andalkan saluran dan pompa saja, kita ketinggalan,” ujar Eri, Senin (25/5/2025).

 

Ia menekankan perlunya perpaduan antara sistem teknis seperti box culvert dan rumah pompa dengan pendekatan berbasis alam untuk hasil yang lebih menyeluruh dan tahan lama.

 

Eri menyebut ada lima langkah kunci yang bisa ditempuh Pemkot, termasuk menghidupkan vegetasi dan kawasan penyangga sungai. Ia mencontohkan penataan Kali Lamong dan saluran Kalianak yang dinilai positif dan perlu direplikasi di wilayah lain.

 

Selain pembangunan bozem dan waduk, Eri juga mendorong gerakan biopori di lingkungan rumah warga. Lahan kosong milik Pemkot maupun PSU pengembang dapat dimanfaatkan sebagai ruang hijau dan tampungan air.

 

Sebagai wilayah hilir, kata Eri, Surabaya tidak bisa menangani banjir sendirian. Diperlukan kerja sama lintas daerah, khususnya dengan wilayah hulu, guna memperkuat vegetasi dan mengatur debit air.

 

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

“Kalau hulu rusak, hilir pasti kena imbas. Ini kerja bareng, tidak bisa jalan sendiri,” tegasnya.

 

Eri juga menyoroti fenomena urban sprawl yang mengubah daerah tangkapan air menjadi kawasan hunian dan komersial. Ia menilai konsep compact city harus diterapkan untuk menata ruang secara lebih efisien.

 

Masalah sampah juga disorot sebagai penyebab utama banjir. Eri menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari hulu, yakni di tingkat rumah tangga dan kampung, dengan memperbanyak bank sampah, TPS3R, dan TPS terpadu.

 

“Kalau sampah tidak ditangani dari rumah warga, semua upaya teknis akan percuma,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

 

Eri menutup dengan menegaskan bahwa solusi berbasis alam bukan berarti tanpa biaya, tetapi jauh lebih efisien dalam jangka panjang dibanding bergantung sepenuhnya pada infrastruktur.

 

“Di tengah fiskal yang terbatas, ini jalan cerdas untuk masa depan kota yang tahan bencana dan tetap hijau,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.

Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Lereng Terjal Gunung Limas Ponorogo

Kebakaran yang dilaporkan warga itu menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.