Jumat, 05 Jun 2026 12:51 WIB

Fiskal Seret, DPRD Surabaya Dorong Penanganan Banjir Berbasis Alam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 26 Mei 2025 17:17 WIB
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan

selalu.id – DPRD Kota Surabaya mendorong Pemkot untuk mengubah paradigma penanganan banjir, tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga mengembangkan solusi berbasis alam yang dinilai lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyebut tantangan pengendalian banjir kini semakin kompleks karena dampak perubahan iklim yang bersifat eksponensial, sementara kemampuan fiskal kota tumbuh lambat.

 

“Kita ini berhadapan dengan deret ukur dampak iklim, tapi alat kita hanya deret hitung. Kalau terus andalkan saluran dan pompa saja, kita ketinggalan,” ujar Eri, Senin (25/5/2025).

 

Ia menekankan perlunya perpaduan antara sistem teknis seperti box culvert dan rumah pompa dengan pendekatan berbasis alam untuk hasil yang lebih menyeluruh dan tahan lama.

 

Eri menyebut ada lima langkah kunci yang bisa ditempuh Pemkot, termasuk menghidupkan vegetasi dan kawasan penyangga sungai. Ia mencontohkan penataan Kali Lamong dan saluran Kalianak yang dinilai positif dan perlu direplikasi di wilayah lain.

 

Selain pembangunan bozem dan waduk, Eri juga mendorong gerakan biopori di lingkungan rumah warga. Lahan kosong milik Pemkot maupun PSU pengembang dapat dimanfaatkan sebagai ruang hijau dan tampungan air.

 

Sebagai wilayah hilir, kata Eri, Surabaya tidak bisa menangani banjir sendirian. Diperlukan kerja sama lintas daerah, khususnya dengan wilayah hulu, guna memperkuat vegetasi dan mengatur debit air.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

“Kalau hulu rusak, hilir pasti kena imbas. Ini kerja bareng, tidak bisa jalan sendiri,” tegasnya.

 

Eri juga menyoroti fenomena urban sprawl yang mengubah daerah tangkapan air menjadi kawasan hunian dan komersial. Ia menilai konsep compact city harus diterapkan untuk menata ruang secara lebih efisien.

 

Masalah sampah juga disorot sebagai penyebab utama banjir. Eri menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari hulu, yakni di tingkat rumah tangga dan kampung, dengan memperbanyak bank sampah, TPS3R, dan TPS terpadu.

 

“Kalau sampah tidak ditangani dari rumah warga, semua upaya teknis akan percuma,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

Eri menutup dengan menegaskan bahwa solusi berbasis alam bukan berarti tanpa biaya, tetapi jauh lebih efisien dalam jangka panjang dibanding bergantung sepenuhnya pada infrastruktur.

 

“Di tengah fiskal yang terbatas, ini jalan cerdas untuk masa depan kota yang tahan bencana dan tetap hijau,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.