Rabu, 21 Okt 2026 23:21 WIB

Hibah Pokir DPRD Jatim

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Feb 2026 16:09 WIB
Gedung DPRD Jatim. (Dok. Istimewa).
Gedung DPRD Jatim. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Nama salah satu unsur pimpinan fraksi di DPRD Jatim disebut-sebut terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan laptop untuk pondok pesantren di Jawa Timur. 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasal dari partai berwarna kuning. 

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Ia yang disebut-sebut sebagai pengusul program melalui skema Pokok Pikiran (Pokir).

"Dugaan program pengadaan laptop dari pokir. Dari ketua fraksi G," sebut sumber, Senin (2/2/2026).  

Kabar dugaan korupsi pengadaan laptop ini mencuat bersamaan dengan digelarnya aksi yang dilakukan Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Gempar Jatim) di depan Kantor Inspektorat Jatim hari ini.

Dalam aksi, mereka mendesak dilakukan audit investigatif terhadap pengadaan laptop yang tercatat berada dalam rencana belanja Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jatim.

Ketua Gempar Jatim, Zahdi mengungkapkan paket pengadaan laptop untuk pondok pesantren yang tercatat dalam rencana pengadaan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jatim.

Berdasarkan data pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), terdapat sejumlah paket pengadaan laptop dalam program peningkatan peran serta masyarakat dalam pemberdayaan SDM dengan nilai ratusan juta rupiah per paket. 

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Metode pemilihan yang digunakan tercatat melalui mekanisme e-purchasing.

Di sisi lain, penelusuran pada katalog elektronik nasional memperlihatkan harga satuan beberapa produk laptop dengan spesifikasi sekelas prosesor Intel Core i5 generasi ke-12, RAM 16 GB, dan SSD 512 GB berada di kisaran Rp12 juta hingga Rp13 juta per unit, tergantung penyedia.

Perbandingan inilah yang memunculkan pertanyaan dari kalangan masyarakat sipil. 

"Ini perlu ada audit menyeluruh untuk memastikan kesesuaian spesifikasi barang dengan harga yang dibayarkan negara. Pesantren bukan objek eksperimen kebijakan gagal, apalagi tempat pembuangan barang bermasalah," tegas Zahdi saat dikonfirmasi. 

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Pihaknya menduga ada potensi ketidaksesuaian spesifikasi serta indikasi harga yang tidak wajar, sehingga meminta Inspektorat Jatim turun tangan melakukan audit investigatif, khususnya pada pengadaan yang berada di bawah kewenangan Biro Kesra.

Selain itu, Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

"Kami juga mendesak Gubernur Jawa Timur dan pimpinan DPRD Jatim mengambil tanggungjawab politik untuk memastikan program bantuan tidak bermasalah dalam pelaksanaannya," tegas Zahdi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.