Selasa, 03 Feb 2026 00:09 WIB

Pemkot Surabaya Bakal Sekolahkan Anak Keluarga Miskin, Begini Syaratnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 25 Mei 2025 15:38 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya bakal membiayai pendidikan anak-anak dari keluarga miskin, serta menyediakan asrama.

Wali Kota Eri Cahyadi menekankan, bantuan itu hanya diberikan jika anak-anak mematuhi aturan sederhana: harus sudah berada di rumah pada pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

“Kami siap tanggung biaya sekolah, asalkan anak-anak ini mau berubah. Minimal jam 10 malam sudah di rumah. Kalau masih keluyuran, kami anggap tidak ada pengawasan dari orang tua,” kata Wali Kota Eri dalam kegiatan “Kelas Sinergi Keluarga untuk Remaja yang Lebih Baik” di Gedung Sawunggaling, Sabtu (24/5/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 500 orang tua dari keluarga berpenghasilan rendah (desil 1-3) yang anak-anaknya pernah terjaring razia Satpol PP.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa perubahan perilaku remaja tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah, tetapi harus dimulai dari rumah.

“Saya ingin membuka pikiran orang tuanya. Banyak yang tidak mengawasi anaknya, tidak peduli, dan itu bisa kena pasal pembiaran,” tegasnya.

Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai fasilitas pendidikan dan pembinaan karakter untuk remaja, mulai dari Sekolah Kebangsaan, Kampung Anak Negeri, hingga Asrama Bibit Unggul.

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

Bahkan, tersedia kuota 200 anak untuk program Satu Keluarga Satu Sarjana, serta 200 tempat tambahan untuk jenjang SMP dan SMA.

“Kalau keluarganya tidak mampu, serahkan ke pemkot. Kami sekolahkan di tempat yang layak, bukan ditaruh di penampungan semata. Ada ruang kelas, ada pendamping, dan ada masa depan,” jelas Eri.

Ia juga membantah anggapan bahwa asrama pemerintah adalah tempat hukuman. Justru, lanjutnya, tempat-tempat itu dirancang untuk menciptakan lingkungan positif dan mendidik, bagi anak-anak yang sebelumnya terbiasa hidup di jalanan, mengamen, atau terlibat perkelahian.

Menurut Eri, akar dari banyak masalah remaja adalah pola asuh yang minim kasih sayang dan perhatian. Karena itu, ia meminta agar orang tua tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada pemerintah.

Baca Juga: Prihatin Anak Driver Ojol Ikut Keliling, Eri Siapkan PAUD dan Penitipan Gratis

“Kalau masih mampu, ya awasi sendiri. Tapi kalau tidak mampu, kami bantu. Inilah gotong royong membangun masa depan anak-anak Surabaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya Ida Widyawati menyampaikan, pihaknya langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti arahan wali kota, termasuk mengikutsertakan orang tua berpenghasilan di bawah Rp 4 juta dalam program padat karya.

“Banyak anak yang bermasalah berasal dari keluarga tidak lengkap, mereka cari perhatian dengan cara yang salah. Maka kita perkuat pendidikan keluarga juga,” jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.