Senin, 02 Feb 2026 00:27 WIB

Pemkot Surabaya Bakal Sekolahkan Anak Keluarga Miskin, Begini Syaratnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 25 Mei 2025 15:38 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya bakal membiayai pendidikan anak-anak dari keluarga miskin, serta menyediakan asrama.

Wali Kota Eri Cahyadi menekankan, bantuan itu hanya diberikan jika anak-anak mematuhi aturan sederhana: harus sudah berada di rumah pada pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

“Kami siap tanggung biaya sekolah, asalkan anak-anak ini mau berubah. Minimal jam 10 malam sudah di rumah. Kalau masih keluyuran, kami anggap tidak ada pengawasan dari orang tua,” kata Wali Kota Eri dalam kegiatan “Kelas Sinergi Keluarga untuk Remaja yang Lebih Baik” di Gedung Sawunggaling, Sabtu (24/5/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 500 orang tua dari keluarga berpenghasilan rendah (desil 1-3) yang anak-anaknya pernah terjaring razia Satpol PP.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa perubahan perilaku remaja tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah, tetapi harus dimulai dari rumah.

“Saya ingin membuka pikiran orang tuanya. Banyak yang tidak mengawasi anaknya, tidak peduli, dan itu bisa kena pasal pembiaran,” tegasnya.

Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai fasilitas pendidikan dan pembinaan karakter untuk remaja, mulai dari Sekolah Kebangsaan, Kampung Anak Negeri, hingga Asrama Bibit Unggul.

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

Bahkan, tersedia kuota 200 anak untuk program Satu Keluarga Satu Sarjana, serta 200 tempat tambahan untuk jenjang SMP dan SMA.

“Kalau keluarganya tidak mampu, serahkan ke pemkot. Kami sekolahkan di tempat yang layak, bukan ditaruh di penampungan semata. Ada ruang kelas, ada pendamping, dan ada masa depan,” jelas Eri.

Ia juga membantah anggapan bahwa asrama pemerintah adalah tempat hukuman. Justru, lanjutnya, tempat-tempat itu dirancang untuk menciptakan lingkungan positif dan mendidik, bagi anak-anak yang sebelumnya terbiasa hidup di jalanan, mengamen, atau terlibat perkelahian.

Menurut Eri, akar dari banyak masalah remaja adalah pola asuh yang minim kasih sayang dan perhatian. Karena itu, ia meminta agar orang tua tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada pemerintah.

Baca Juga: Prihatin Anak Driver Ojol Ikut Keliling, Eri Siapkan PAUD dan Penitipan Gratis

“Kalau masih mampu, ya awasi sendiri. Tapi kalau tidak mampu, kami bantu. Inilah gotong royong membangun masa depan anak-anak Surabaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya Ida Widyawati menyampaikan, pihaknya langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti arahan wali kota, termasuk mengikutsertakan orang tua berpenghasilan di bawah Rp 4 juta dalam program padat karya.

“Banyak anak yang bermasalah berasal dari keluarga tidak lengkap, mereka cari perhatian dengan cara yang salah. Maka kita perkuat pendidikan keluarga juga,” jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.