Selasa, 03 Feb 2026 04:53 WIB

DPRD Jatim: Stop Wisuda PAUD hingga SMA, Bebani Orang Tua

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan (Fraksi Golkar)
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan (Fraksi Golkar)

selalu.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyoroti maraknya penyelenggaraan wisuda di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Ia menilai tradisi tersebut tidak mendesak dan justru membebani orang tua siswa.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Banyak wali murid merasa terbebani dengan biaya wisuda yang kadang diwajibkan oleh pihak sekolah,” ujar Jairi kepada selalu.id, Rabu (7/5/2025).

 

Menurutnya, wisuda selama ini identik dengan seremoni dan kenang-kenangan, namun urgensi pelaksanaannya perlu dipertanyakan. “Dulu saat saya sekolah, tidak ada kewajiban wisuda. Wisuda itu lazimnya di perguruan tinggi,” katanya.

 

Ia menegaskan, jika wisuda tetap dilaksanakan, pemerintah semestinya menanggung seluruh biayanya. Beberapa daerah, lanjutnya, telah memperbolehkan pelaksanaan wisuda asalkan tidak memberatkan orang tua.

 

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Meski begitu, Jairi tetap merekomendasikan agar wisuda di jenjang pendidikan dasar dan menengah dihentikan. “Dari Komisi E, kami menyarankan tidak perlu lagi ada wisuda di PAUD hingga SMP. Ini berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta,” tegasnya.

 

Kebijakan ini, menurutnya, juga mencakup SMA. “Baik negeri maupun swasta, semua harus merasakan kebijakan ini secara adil,” tambahnya.

 

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

Jairi menyebut bahwa Komisi E tidak merekomendasikan wisuda di jenjang tersebut karena ada hal yang lebih prioritas. Ia menilai alokasi anggaran dan sumber daya pendidikan seharusnya diarahkan untuk kebutuhan yang lebih substansial bagi perkembangan siswa.

 

“Bahkan untuk kuliah S1 dan S2, kami juga tidak merekomendasikan wisuda. Masih banyak hal yang lebih penting,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.