Kamis, 04 Jun 2026 21:51 WIB

Status RTRW Belum Tuntas, Pembangunan RS di Karangpilang Terancam Dipindah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Apr 2025 12:35 WIB
Lapangan sepak bola di Karangpilang
Lapangan sepak bola di Karangpilang

selalu.id – Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, mengungkapkan keraguannya terhadap rencana pembangunan rumah sakit di atas lahan bekas lapangan bola Jalan Mastrip Anggrek 1, Karangpilang. Salah satu alasan utamanya adalah belum finalnya status Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

"RTRW-nya belum tuntas. Harus ada nomor register dari Kementerian Dalam Negeri setelah evaluasi gubernur. Kalau belum keluar, belum bisa diundangkan. Otomatis, pembangunannya juga belum bisa jalan," ujar Aning, Senin (21/4/2025).

 

Aning menilai, lokasi rumah sakit yang berada di tengah permukiman padat dan dekat jalan raya rawan macet perlu dikaji ulang. Ia menegaskan pentingnya kesesuaian zonasi dalam RTRW untuk menghindari potensi masalah hukum dan teknis di kemudian hari.

 

"Kalau tidak sesuai, bisa saja lokasi rumah sakit dipindah," tegasnya.

 

Meski anggaran pembangunan rumah sakit senilai Rp308 miliar telah tercantum dalam rencana APBD 2026, sebagian bersumber dari pinjaman luar negeri, Aning mengingatkan bahwa pembahasannya belum masuk ke Badan Anggaran DPRD.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

“Di ranwal-nya Dinas terkait, tercantum Rp160 miliar dari pinjaman luar. Tapi itu pun belum dibahas,” jelasnya.

 

Sebagai alternatif, Aning menyarankan agar Pemkot mempertimbangkan menggunakan aset eksisting, seperti gedung bekas RS Covid-19 di kawasan Lapangan Tembak.

 

“Bangunannya sudah ada, tinggal renovasi dan tambah fasilitas. Lebih hemat anggaran dan waktu,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Panggil Lagi DPRKPP Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari

 

Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat layanan kesehatan di Surabaya bagian utara, mengingat Rumah Sakit Soewandhi saat ini mengalami kelebihan kapasitas pasien.

 

"Kalau mau efisien dan cepat dirasakan manfaatnya, lebih baik di Lapangan Tembak. Asetnya tidak mangkrak, anggaran lebih hemat, dan bisa cepat beroperasi," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Gugat MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.