Selasa, 20 Okt 2026 22:46 WIB

Status RTRW Belum Tuntas, Pembangunan RS di Karangpilang Terancam Dipindah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Apr 2025 12:35 WIB
Lapangan sepak bola di Karangpilang
Lapangan sepak bola di Karangpilang

selalu.id – Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, mengungkapkan keraguannya terhadap rencana pembangunan rumah sakit di atas lahan bekas lapangan bola Jalan Mastrip Anggrek 1, Karangpilang. Salah satu alasan utamanya adalah belum finalnya status Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya.

 

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

"RTRW-nya belum tuntas. Harus ada nomor register dari Kementerian Dalam Negeri setelah evaluasi gubernur. Kalau belum keluar, belum bisa diundangkan. Otomatis, pembangunannya juga belum bisa jalan," ujar Aning, Senin (21/4/2025).

 

Aning menilai, lokasi rumah sakit yang berada di tengah permukiman padat dan dekat jalan raya rawan macet perlu dikaji ulang. Ia menegaskan pentingnya kesesuaian zonasi dalam RTRW untuk menghindari potensi masalah hukum dan teknis di kemudian hari.

 

"Kalau tidak sesuai, bisa saja lokasi rumah sakit dipindah," tegasnya.

 

Meski anggaran pembangunan rumah sakit senilai Rp308 miliar telah tercantum dalam rencana APBD 2026, sebagian bersumber dari pinjaman luar negeri, Aning mengingatkan bahwa pembahasannya belum masuk ke Badan Anggaran DPRD.

 

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

“Di ranwal-nya Dinas terkait, tercantum Rp160 miliar dari pinjaman luar. Tapi itu pun belum dibahas,” jelasnya.

 

Sebagai alternatif, Aning menyarankan agar Pemkot mempertimbangkan menggunakan aset eksisting, seperti gedung bekas RS Covid-19 di kawasan Lapangan Tembak.

 

“Bangunannya sudah ada, tinggal renovasi dan tambah fasilitas. Lebih hemat anggaran dan waktu,” ujarnya.

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

 

Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat layanan kesehatan di Surabaya bagian utara, mengingat Rumah Sakit Soewandhi saat ini mengalami kelebihan kapasitas pasien.

 

"Kalau mau efisien dan cepat dirasakan manfaatnya, lebih baik di Lapangan Tembak. Asetnya tidak mangkrak, anggaran lebih hemat, dan bisa cepat beroperasi," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.