Selasa, 03 Feb 2026 03:12 WIB

Status RTRW Belum Tuntas, Pembangunan RS di Karangpilang Terancam Dipindah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Apr 2025 12:35 WIB
Lapangan sepak bola di Karangpilang
Lapangan sepak bola di Karangpilang

selalu.id – Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, mengungkapkan keraguannya terhadap rencana pembangunan rumah sakit di atas lahan bekas lapangan bola Jalan Mastrip Anggrek 1, Karangpilang. Salah satu alasan utamanya adalah belum finalnya status Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

"RTRW-nya belum tuntas. Harus ada nomor register dari Kementerian Dalam Negeri setelah evaluasi gubernur. Kalau belum keluar, belum bisa diundangkan. Otomatis, pembangunannya juga belum bisa jalan," ujar Aning, Senin (21/4/2025).

 

Aning menilai, lokasi rumah sakit yang berada di tengah permukiman padat dan dekat jalan raya rawan macet perlu dikaji ulang. Ia menegaskan pentingnya kesesuaian zonasi dalam RTRW untuk menghindari potensi masalah hukum dan teknis di kemudian hari.

 

"Kalau tidak sesuai, bisa saja lokasi rumah sakit dipindah," tegasnya.

 

Meski anggaran pembangunan rumah sakit senilai Rp308 miliar telah tercantum dalam rencana APBD 2026, sebagian bersumber dari pinjaman luar negeri, Aning mengingatkan bahwa pembahasannya belum masuk ke Badan Anggaran DPRD.

 

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

“Di ranwal-nya Dinas terkait, tercantum Rp160 miliar dari pinjaman luar. Tapi itu pun belum dibahas,” jelasnya.

 

Sebagai alternatif, Aning menyarankan agar Pemkot mempertimbangkan menggunakan aset eksisting, seperti gedung bekas RS Covid-19 di kawasan Lapangan Tembak.

 

“Bangunannya sudah ada, tinggal renovasi dan tambah fasilitas. Lebih hemat anggaran dan waktu,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat layanan kesehatan di Surabaya bagian utara, mengingat Rumah Sakit Soewandhi saat ini mengalami kelebihan kapasitas pasien.

 

"Kalau mau efisien dan cepat dirasakan manfaatnya, lebih baik di Lapangan Tembak. Asetnya tidak mangkrak, anggaran lebih hemat, dan bisa cepat beroperasi," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.