Sabtu, 05 Sep 2026 19:06 WIB

Status RTRW Belum Tuntas, Pembangunan RS di Karangpilang Terancam Dipindah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Apr 2025 12:35 WIB
Lapangan sepak bola di Karangpilang
Lapangan sepak bola di Karangpilang

selalu.id – Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, mengungkapkan keraguannya terhadap rencana pembangunan rumah sakit di atas lahan bekas lapangan bola Jalan Mastrip Anggrek 1, Karangpilang. Salah satu alasan utamanya adalah belum finalnya status Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"RTRW-nya belum tuntas. Harus ada nomor register dari Kementerian Dalam Negeri setelah evaluasi gubernur. Kalau belum keluar, belum bisa diundangkan. Otomatis, pembangunannya juga belum bisa jalan," ujar Aning, Senin (21/4/2025).

 

Aning menilai, lokasi rumah sakit yang berada di tengah permukiman padat dan dekat jalan raya rawan macet perlu dikaji ulang. Ia menegaskan pentingnya kesesuaian zonasi dalam RTRW untuk menghindari potensi masalah hukum dan teknis di kemudian hari.

 

"Kalau tidak sesuai, bisa saja lokasi rumah sakit dipindah," tegasnya.

 

Meski anggaran pembangunan rumah sakit senilai Rp308 miliar telah tercantum dalam rencana APBD 2026, sebagian bersumber dari pinjaman luar negeri, Aning mengingatkan bahwa pembahasannya belum masuk ke Badan Anggaran DPRD.

 

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

“Di ranwal-nya Dinas terkait, tercantum Rp160 miliar dari pinjaman luar. Tapi itu pun belum dibahas,” jelasnya.

 

Sebagai alternatif, Aning menyarankan agar Pemkot mempertimbangkan menggunakan aset eksisting, seperti gedung bekas RS Covid-19 di kawasan Lapangan Tembak.

 

“Bangunannya sudah ada, tinggal renovasi dan tambah fasilitas. Lebih hemat anggaran dan waktu,” ujarnya.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

 

Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat layanan kesehatan di Surabaya bagian utara, mengingat Rumah Sakit Soewandhi saat ini mengalami kelebihan kapasitas pasien.

 

"Kalau mau efisien dan cepat dirasakan manfaatnya, lebih baik di Lapangan Tembak. Asetnya tidak mangkrak, anggaran lebih hemat, dan bisa cepat beroperasi," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.