Selasa, 21 Jul 2026 22:36 WIB

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Feb 2026 11:57 WIB
Pertemuan Audiensi Gempar Jatim bersama Inspektorat Jatim.
Pertemuan Audiensi Gempar Jatim bersama Inspektorat Jatim.

selalu.id - Dugaan korupsi penyimpangan dalam pengadaan laptop untuk pondok pesantren di Jawa Timur menyeret tiga unsur dari program yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jatim. Tiga unsur ini adi sasaran sorotan Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Gempar Jatim).

Ketiga unsur itu yakni DPRD Jatim, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dan Inspektorat Jawa Timur. Terkait dugaan penyelewengan ini, Gempar Jatim pun mendatangi kantor Inspektorat Jatim, pada Senin (2/2/2026). 

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Gempar Jatim Adipati Edi menegaskan pihaknya sudah melakukan pertemuan kepada perwakilan Inspektorat. Ia mengaku laporan mereka akan ditindaklanjuti. 

“Inspektorat akan menindaklanjuti laporan yang kami sampaikan," kata Adipati, kepada selalu.id.

Informasi yang diperoleh Selalu.id, ada salah satu pimpinan fraksi di DPRD Jawa Timur yang diduga menjadi pengusul program. Usulan itu masuk melalui skema Pokir dewan dan dikaitkan dengan partai berwarna kuning. 

Selain unsur legislatif, program ini juga berkaitan dengan Biro Kesra Pemprov Jatim sebagai pelaksana anggaran, serta Inspektorat Jawa Timur yang kini didesak melakukan audit investigatif.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

"Dari hasil audiensi, kami juga menunggu perkembangan dari Inspektorat Jatim, dan tidak menutup kemungkinan akan ada Aksi Jilid II di tiga titik, yakni DPRD Jatim, Biro Kesra Pemprov Jatim, dan Inspektorat Jatim,” ujar Adipati. 

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), terdapat sejumlah paket pengadaan laptop dalam program peningkatan peran serta masyarakat dalam pemberdayaan SDM.

Nilai setiap paket tercatat mencapai ratusan juta rupiah dengan metode pemilihan penyedia melalui mekanisme e-purchasing.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

Penelusuran pada katalog elektronik nasional menunjukkan harga laptop dengan spesifikasi prosesor Intel Core i5 generasi ke-12, RAM 16 GB, dan SSD 512 GB berada di kisaran Rp12 juta hingga Rp13 juta per unit, tergantung penyedia.

Perbandingan harga ini dianggap Gempar Jatim, memunculkan pertanyaan dari kalangan masyarakat sipil. Terkait kesesuaian antara spesifikasi dan nilai pengadaan yang ditemukan di lapangan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.