Kamis, 04 Jun 2026 17:04 WIB

Komisi B DPRD Surabaya: Dirut Baru KBS Harus Punya Visi Besar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Mar 2025 20:58 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono

selalu.id – Kebun Binatang Surabaya (KBS) diharapkan berkembang lebih modern dan inovatif, tidak hanya sebagai destinasi wisata konvensional. Salah satu program yang dinilai perlu dikembangkan adalah Night Zoo, yang bisa menjadi daya tarik baru bagi pengunjung yang kini mulai berkurang.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, menegaskan bahwa pemilihan Direktur Utama (Dirut) KBS yang baru harus mempertimbangkan rekam jejak keberhasilan serta visi yang jelas.

 

“Dirut KBS yang baru harus memiliki visi yang sesuai dengan keinginan Pemkot dan Wali Kota. Selain itu, yang terpenting adalah rekam jejaknya. Jangan sekadar janji, tapi harus ada success story dari pengalaman sebelumnya,” ujar Baktiono, Rabu (26/3/2025).

 

Menurutnya, pemimpin KBS yang baru harus mampu meningkatkan jumlah pengunjung tidak hanya pada hari libur, tetapi juga di hari biasa, serta tetap menjaga fungsi konservasi dan edukasi.

 

Baktiono menyoroti bahwa KBS tidak boleh stagnan sejak didirikan pada 1916. Ia bahkan menilai beberapa fasilitas, seperti diorama ikan, lebih baik sebelum tahun 2000 dibandingkan saat ini.

 

“Harus punya visi jangka panjang untuk pengembangan KBS, bahkan membuka KBS kedua. Tidak hanya di Wonokromo, tapi juga di lokasi lain yang bisa menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

Salah satu konsep yang disoroti adalah pengembangan Night Zoo, yang diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, ia menilai konsep ini belum dikelola secara optimal.

 

“Konsep malam hari itu belum berjalan maksimal. Night Zoo bisa dibuat lebih menarik dengan menambahkan restoran, hiburan yang tidak mengganggu hewan, atau bahkan penginapan,” paparnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Panggil Lagi DPRKPP Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari

Menurutnya, pengembangan Night Zoo dapat dilakukan dengan menambahkan berbagai fasilitas pendukung agar wisatawan tidak hanya datang di siang hari, tetapi juga menikmati pengalaman unik di malam hari.

 

Lebih lanjut, Baktiono menekankan pentingnya kerja sama dengan pengusaha dan sponsor untuk mengembangkan KBS agar lebih menarik bagi pengunjung. Ia menyebut konsep wisata modern seperti Taman Safari Bali bisa menjadi referensi bagi KBS.

 

“Kenapa konsep seperti itu tidak bisa diterapkan? Sehingga pengunjung tidak kesulitan mencari parkir, bisa datang sore atau malam, parkir di Terminal Intermoda Joyoboyo, lalu menikmati KBS, Kota Lama, atau Tunjungan dalam satu rangkaian wisata,” jelasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.