Selasa, 03 Feb 2026 13:29 WIB

Komisi B DPRD Surabaya: Dirut Baru KBS Harus Punya Visi Besar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Mar 2025 20:58 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono

selalu.id – Kebun Binatang Surabaya (KBS) diharapkan berkembang lebih modern dan inovatif, tidak hanya sebagai destinasi wisata konvensional. Salah satu program yang dinilai perlu dikembangkan adalah Night Zoo, yang bisa menjadi daya tarik baru bagi pengunjung yang kini mulai berkurang.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, menegaskan bahwa pemilihan Direktur Utama (Dirut) KBS yang baru harus mempertimbangkan rekam jejak keberhasilan serta visi yang jelas.

 

“Dirut KBS yang baru harus memiliki visi yang sesuai dengan keinginan Pemkot dan Wali Kota. Selain itu, yang terpenting adalah rekam jejaknya. Jangan sekadar janji, tapi harus ada success story dari pengalaman sebelumnya,” ujar Baktiono, Rabu (26/3/2025).

 

Menurutnya, pemimpin KBS yang baru harus mampu meningkatkan jumlah pengunjung tidak hanya pada hari libur, tetapi juga di hari biasa, serta tetap menjaga fungsi konservasi dan edukasi.

 

Baktiono menyoroti bahwa KBS tidak boleh stagnan sejak didirikan pada 1916. Ia bahkan menilai beberapa fasilitas, seperti diorama ikan, lebih baik sebelum tahun 2000 dibandingkan saat ini.

 

“Harus punya visi jangka panjang untuk pengembangan KBS, bahkan membuka KBS kedua. Tidak hanya di Wonokromo, tapi juga di lokasi lain yang bisa menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota,” tegasnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

 

Salah satu konsep yang disoroti adalah pengembangan Night Zoo, yang diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, ia menilai konsep ini belum dikelola secara optimal.

 

“Konsep malam hari itu belum berjalan maksimal. Night Zoo bisa dibuat lebih menarik dengan menambahkan restoran, hiburan yang tidak mengganggu hewan, atau bahkan penginapan,” paparnya.

 

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

Menurutnya, pengembangan Night Zoo dapat dilakukan dengan menambahkan berbagai fasilitas pendukung agar wisatawan tidak hanya datang di siang hari, tetapi juga menikmati pengalaman unik di malam hari.

 

Lebih lanjut, Baktiono menekankan pentingnya kerja sama dengan pengusaha dan sponsor untuk mengembangkan KBS agar lebih menarik bagi pengunjung. Ia menyebut konsep wisata modern seperti Taman Safari Bali bisa menjadi referensi bagi KBS.

 

“Kenapa konsep seperti itu tidak bisa diterapkan? Sehingga pengunjung tidak kesulitan mencari parkir, bisa datang sore atau malam, parkir di Terminal Intermoda Joyoboyo, lalu menikmati KBS, Kota Lama, atau Tunjungan dalam satu rangkaian wisata,” jelasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.