Rabu, 22 Jul 2026 18:08 WIB

Mantan Pembalap Gokart Asia Puji Kualitas Bensin Shell Dibanding Pertamina: Filtrasi Lebih Bersih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Feb 2025 13:53 WIB
Adik Budi Hartawan. 
Adik Budi Hartawan. 

selalu.id – Ramainya peralihan pengguna BBM ke SPBU swasta seperti Shell akibat dugaan oplosan Pertamax dengan Pertalite juga mendapat perhatian dari mantan pembalap nasional dan Asia, Adik Budi Hartawan. 

 

Baca Juga: 12 Ribu Lebih Berita Migas dalam 6 Bulan, Cuma 2% yang Negatif. Kok Bisa?

Pria kelahiran 1993 asal Surabaya, Tenggilis, ini mengaku sudah sejak lama mempercayakan kendaraannya menggunakan bahan bakar Shell.

 

Adik, yang aktif di dunia balap gokart nasional dan Asia sejak 2009 hingga 2015, menilai bahwa kualitas bensin Shell jauh lebih unggul dibanding milik pemerintah, terutama dalam hal filtrasi mesin.

 

“Saya pakai Shell sejak 2010, waktu itu SPBU Shell di Panjang Jiwo masih buka sebelum sempat tutup sementara. Dari pengalaman saya di dunia balap, saya paham betul bagaimana bahan bakar yang baik untuk performa mesin. Kualitas Shell jelas di atas bensin milik pemerintah, filtrasinya lebih bagus,” ujar Adik kepada Selalu.id, Kamis (27/2/2025).

 

Menurutnya, selain dari segi kualitas, layanan di SPBU Shell juga memberikan keuntungan lebih bagi pelanggan.

 

“Beli bensin di Shell dapat poin di aplikasi, bisa ditukar merchandise atau kopi. Jadi ada keuntungan tambahan selain kualitas bahan bakarnya yang memang lebih baik,” kata Adik.

 

Sebagai mantan pembalap dan tahun 2024, dia pernah menjadi pelatih mahasiswa UNESA kejuaraan gokart tingkat Asia di Sentul, Jawa Barat, Adik mengaku sudah membuktikan sendiri kualitas bensin Shell saat masih aktif di ajang balap.

Baca Juga: Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

 

“Saya sudah membuktikan sendiri di mesin balap gokart saya. Filtrasi lebih bersih, mesin lebih awet, dan performa lebih stabil. Ini yang membuat saya lebih percaya pada kualitas Shell dibanding BBM dari Pertamina,” jelasnya.

 

“Saya membuktikan, eksperimen pada karburator mesin balap saya,” tambahnya.

 

Terkait kasus dugaan oplosan Pertamax dengan Pertalite yang viral belakangan ini, Adik menilai bahwa persoalannya lebih kepada kejujuran, bukan sekadar kualitas bahan bakar.

Baca Juga: Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

 

“Ini bukan soal kualitas, tapi kejujuran. Bayar Pertamax, tapi dapat Pertalite. Kita semua ini korban pembodohan publik,” tegasnya.

 

Menurutnya, wajar jika masyarakat mulai beralih ke SPBU swasta karena kepercayaan terhadap BBM milik pemerintah mulai terkikis.

 

“Ini bukan sekadar soal mobilitas, tapi soal kepercayaan. Bagaimana masyarakat bisa percaya kalau bahan bakar yang mereka beli tidak sesuai? Wajar saja kalau mereka berpindah ke Shell atau SPBU swasta lain yang transparan dalam kualitasnya,” pungkas Adik.

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.