Jumat, 05 Jun 2026 03:26 WIB

Efisiensi Dana Daerah Rp50,59 Triliun, Potensi Alami Memburuknya Pelayanan Publik

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmati
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmati

selalu.id – Efisiensi anggaran daerah yang mencapai Rp50,59 triliun yang terjadi akibat kebijakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 berpotensi memberikan dampak besar terhadap pelayanan publik di berbagai daerah, termasuk Surabaya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmati, menilai bahwa meskipun kebijakan ini bertujuan untuk menata keuangan negara, pemerintah kota harus bersiap menghadapi kemungkinan berkurangnya dana transfer dari pusat.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

“Di tengah efisiensi anggaran yang didasarkan pada Inpres 1 Tahun 2025, Surabaya harus menyiapkan strategi yang matang. Sebab, dari Rp50,59 triliun dana transfer pusat yang diefisienkan, Surabaya juga sangat mungkin terdampak,” ujar Aning, kepada selalu.id, Kamis (13/2/2025).

Meski berpotensi terdampak, Aning menilai Surabaya masih memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain karena kapasitas fiskalnya yang lebih besar.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Menurutnya, efisiensi anggaran yang dilakukan Pemkot diharapkan tetap dapat mendukung program-program prioritas.

“Efisiensi anggaran ini seharusnya tidak mengganggu pelayanan publik. Justru, hasil penghematan anggaran ini harus dialihkan ke program strategis seperti penguatan ketahanan pangan, pengendalian banjir, serta pengentasan kemiskinan dan pengangguran,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Namun, lebih lanjut Politisi PKS itu mengingatkan bahwa jika efisiensi anggaran dilakukan tanpa perencanaan yang matang, bisa berdampak buruk terhadap kualitas layanan bagi masyarakat.

“Jangan sampai efisiensi ini justru menurunkan kualitas pelayanan publik akibat proses rasionalisasi yang tidak tepat,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.