Minggu, 06 Sep 2026 06:24 WIB

Jelang Nataru, Harga Telur Ayam dan Cabai di Surabaya Melonjak

Hanafi penjual telur ayam
Hanafi penjual telur ayam

selalu.id - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga telur ayam di pasar tradisional Surabaya mengalami lonjakan signifikan. Dalam tiga hari terakhir, harga telur ayam meroket dari Rp24.000 per kilogram menjadi Rp32.000 per kilogram. Kenaikan harga ini membuat para pedagang mengeluh karena omset penjualan mereka menurun.

Hanafi, seorang pedagang telur ayam di Pasar Dukuh Kupang Surabaya, mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur ayam dalam tiga hari terakhir telah berdampak pada penjualannya. "Ada kenaikan pak ya, memang 3 harian ini naik terus pak. Dulunya sebelum itu kan cuman 24 gitu, sekarang sampai 32 saya jual. Ya tiap harinya naik, sekarang 32 saya jual ya dalam tiga hari yang sudah ini pak," terangnya.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

"Ya kalau bisa jelang Natal dan Tahun Baru dinormalkan, kasihan rakyat ini. Dampak juga ini pak, biasanya beli 2 kilo jadi 1 kilo. Kadang yang mau beli nggak jadi karena naik," lanjut ujar Hanafi kepada selalu.id di Surabaya, Rabu (11/12/2024).

Tidak hanya telur ayam, harga cabai rawit dan cabai merah besar juga mengalami kenaikan. Harga cabai rawit yang sebelumnya Rp25.000 per kilogram kini menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah besar naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Harga bawang putih juga ikut naik dari Rp45.000 menjadi Rp47.000 per kilogram.

Baca Juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

"Kayak sayur naik, cabai kecil cabai merah naik. Yang asalnya 25 cabai kecil sekarang 35, cabai besar 30," ungkap Sofia, seorang pedagang sayur di Pasar Dukuh Kupang.

Kenaikan harga bahan pangan jelang Nataru ini dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah. "Kalau bisa setiap mau Natal Tahun Baru harganya normal lah, jangan naik semua tinggi semua naiknya. Ya pak susah terlalu tinggi, kebutuhan lain banyak," keluh Kurniawan, seorang pembeli bahan pangan.

Baca Juga: Harga Cabai di Surabaya Hari Ini Turun Drastis, Harga Ayam Masih Tinggi

Baik pedagang pasar maupun masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan stabilisasi harga untuk meringankan beban mereka. Kenaikan harga bahan pangan jelang Nataru memang menjadi fenomena tahunan yang kerap terjadi. Namun, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menekan kenaikan harga, seperti operasi pasar atau subsidi biaya angkut.

Kenaikan harga sejumlah bahan pangan jelang Nataru di Surabaya menjadi bukti bahwa kebutuhan pokok masyarakat rentan terhadap fluktuasi harga. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menstabilkan harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.