Kamis, 04 Jun 2026 22:00 WIB

Hadapi Gejolak Harga, Surabaya Alihkan Urban Farming ke Cabai dan Bawang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Des 2025 11:32 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengubah fokus Surabaya Urban Farming Competition 2025 sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga pangan, khususnya cabai, yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.

 

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, kompetisi urban farming yang memasuki tahun keempat ini berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya menitikberatkan pada budidaya buah melon, pada 2025 Pemkot Surabaya memfokuskan pada cabai dan bawang merah.

 

Menurut Antiek, cabai dan bawang merah merupakan komoditas strategis yang harganya rentan bergejolak, terutama pada momen hari besar keagamaan dan akhir tahun.

 

“Pengalaman menunjukkan, setiap Idulfitri, Iduladha, hingga Natal dan Tahun Baru, harga cabai hampir selalu naik. Kondisi paling terasa terjadi saat Nataru karena faktor cuaca yang tidak menentu,” ujar Antiek, Selasa (16/12/2025).

 

Ia menjelaskan, urban farming cabai dan bawang tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi kelompok tani agar memahami teknik budidaya yang tepat, termasuk penanganan tanaman saat menghadapi cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

Meski dihadapkan pada tantangan iklim, Antiek mengapresiasi hasil panen kelompok tani Surabaya yang dinilai mampu bersaing dengan daerah sentra produksi lainnya.

 

“Ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang benar mulai dari pemupukan berimbang, pengaturan fase vegetatif dan generatif, hingga pengendalian hama urban farming tetap bisa menghasilkan panen berkualitas,” jelasnya.

 

DKPP Surabaya, lanjut Antiek, terus mendorong kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming, melalui pendampingan intensif oleh mentor. Pendampingan tersebut mencakup edukasi penyelamatan tanaman saat muncul gejala penyakit, seperti daun keriting.

Baca Juga: Harga Cabai di Surabaya Hari Ini Turun Drastis, Harga Ayam Masih Tinggi

 

Ke depan, Antiek berharap Surabaya Urban Farming Competition dapat berkelanjutan dan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila berbasis penguatan peran warga di tingkat RT dan RW.

 

“Ilmu yang sudah diperoleh harus ditularkan ke lingkungan sekitar. Dengan begitu, ketahanan pangan dan kemandirian warga bisa tumbuh dari kampung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Gugat MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.