Senin, 02 Feb 2026 18:13 WIB

Hadapi Gejolak Harga, Surabaya Alihkan Urban Farming ke Cabai dan Bawang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Des 2025 11:32 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengubah fokus Surabaya Urban Farming Competition 2025 sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga pangan, khususnya cabai, yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.

 

Baca Juga: Komisi B Surabaya Nilai Urban Farming Pemkot Kurang Berdampak Tekan Harga Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, kompetisi urban farming yang memasuki tahun keempat ini berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya menitikberatkan pada budidaya buah melon, pada 2025 Pemkot Surabaya memfokuskan pada cabai dan bawang merah.

 

Menurut Antiek, cabai dan bawang merah merupakan komoditas strategis yang harganya rentan bergejolak, terutama pada momen hari besar keagamaan dan akhir tahun.

 

“Pengalaman menunjukkan, setiap Idulfitri, Iduladha, hingga Natal dan Tahun Baru, harga cabai hampir selalu naik. Kondisi paling terasa terjadi saat Nataru karena faktor cuaca yang tidak menentu,” ujar Antiek, Selasa (16/12/2025).

 

Ia menjelaskan, urban farming cabai dan bawang tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi kelompok tani agar memahami teknik budidaya yang tepat, termasuk penanganan tanaman saat menghadapi cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

Meski dihadapkan pada tantangan iklim, Antiek mengapresiasi hasil panen kelompok tani Surabaya yang dinilai mampu bersaing dengan daerah sentra produksi lainnya.

 

“Ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang benar mulai dari pemupukan berimbang, pengaturan fase vegetatif dan generatif, hingga pengendalian hama urban farming tetap bisa menghasilkan panen berkualitas,” jelasnya.

 

DKPP Surabaya, lanjut Antiek, terus mendorong kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming, melalui pendampingan intensif oleh mentor. Pendampingan tersebut mencakup edukasi penyelamatan tanaman saat muncul gejala penyakit, seperti daun keriting.

Baca Juga: Urban Farming Jadi Strategi Surabaya Hadapi Nataru dan Cuaca Ekstrem

 

Ke depan, Antiek berharap Surabaya Urban Farming Competition dapat berkelanjutan dan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila berbasis penguatan peran warga di tingkat RT dan RW.

 

“Ilmu yang sudah diperoleh harus ditularkan ke lingkungan sekitar. Dengan begitu, ketahanan pangan dan kemandirian warga bisa tumbuh dari kampung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.