Jumat, 04 Sep 2026 13:45 WIB

Hadapi Gejolak Harga, Surabaya Alihkan Urban Farming ke Cabai dan Bawang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Des 2025 11:32 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengubah fokus Surabaya Urban Farming Competition 2025 sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga pangan, khususnya cabai, yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.

 

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, kompetisi urban farming yang memasuki tahun keempat ini berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya menitikberatkan pada budidaya buah melon, pada 2025 Pemkot Surabaya memfokuskan pada cabai dan bawang merah.

 

Menurut Antiek, cabai dan bawang merah merupakan komoditas strategis yang harganya rentan bergejolak, terutama pada momen hari besar keagamaan dan akhir tahun.

 

“Pengalaman menunjukkan, setiap Idulfitri, Iduladha, hingga Natal dan Tahun Baru, harga cabai hampir selalu naik. Kondisi paling terasa terjadi saat Nataru karena faktor cuaca yang tidak menentu,” ujar Antiek, Selasa (16/12/2025).

 

Ia menjelaskan, urban farming cabai dan bawang tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi kelompok tani agar memahami teknik budidaya yang tepat, termasuk penanganan tanaman saat menghadapi cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

Meski dihadapkan pada tantangan iklim, Antiek mengapresiasi hasil panen kelompok tani Surabaya yang dinilai mampu bersaing dengan daerah sentra produksi lainnya.

 

“Ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang benar mulai dari pemupukan berimbang, pengaturan fase vegetatif dan generatif, hingga pengendalian hama urban farming tetap bisa menghasilkan panen berkualitas,” jelasnya.

 

DKPP Surabaya, lanjut Antiek, terus mendorong kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming, melalui pendampingan intensif oleh mentor. Pendampingan tersebut mencakup edukasi penyelamatan tanaman saat muncul gejala penyakit, seperti daun keriting.

Baca Juga: Harga Cabai di Surabaya Hari Ini Turun Drastis, Harga Ayam Masih Tinggi

 

Ke depan, Antiek berharap Surabaya Urban Farming Competition dapat berkelanjutan dan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila berbasis penguatan peran warga di tingkat RT dan RW.

 

“Ilmu yang sudah diperoleh harus ditularkan ke lingkungan sekitar. Dengan begitu, ketahanan pangan dan kemandirian warga bisa tumbuh dari kampung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.