Selasa, 21 Jul 2026 05:45 WIB

Hadapi Gejolak Harga, Surabaya Alihkan Urban Farming ke Cabai dan Bawang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Des 2025 11:32 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengubah fokus Surabaya Urban Farming Competition 2025 sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga pangan, khususnya cabai, yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.

 

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, kompetisi urban farming yang memasuki tahun keempat ini berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya menitikberatkan pada budidaya buah melon, pada 2025 Pemkot Surabaya memfokuskan pada cabai dan bawang merah.

 

Menurut Antiek, cabai dan bawang merah merupakan komoditas strategis yang harganya rentan bergejolak, terutama pada momen hari besar keagamaan dan akhir tahun.

 

“Pengalaman menunjukkan, setiap Idulfitri, Iduladha, hingga Natal dan Tahun Baru, harga cabai hampir selalu naik. Kondisi paling terasa terjadi saat Nataru karena faktor cuaca yang tidak menentu,” ujar Antiek, Selasa (16/12/2025).

 

Ia menjelaskan, urban farming cabai dan bawang tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi kelompok tani agar memahami teknik budidaya yang tepat, termasuk penanganan tanaman saat menghadapi cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

Meski dihadapkan pada tantangan iklim, Antiek mengapresiasi hasil panen kelompok tani Surabaya yang dinilai mampu bersaing dengan daerah sentra produksi lainnya.

 

“Ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang benar mulai dari pemupukan berimbang, pengaturan fase vegetatif dan generatif, hingga pengendalian hama urban farming tetap bisa menghasilkan panen berkualitas,” jelasnya.

 

DKPP Surabaya, lanjut Antiek, terus mendorong kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming, melalui pendampingan intensif oleh mentor. Pendampingan tersebut mencakup edukasi penyelamatan tanaman saat muncul gejala penyakit, seperti daun keriting.

Baca Juga: Harga Cabai di Surabaya Hari Ini Turun Drastis, Harga Ayam Masih Tinggi

 

Ke depan, Antiek berharap Surabaya Urban Farming Competition dapat berkelanjutan dan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila berbasis penguatan peran warga di tingkat RT dan RW.

 

“Ilmu yang sudah diperoleh harus ditularkan ke lingkungan sekitar. Dengan begitu, ketahanan pangan dan kemandirian warga bisa tumbuh dari kampung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.