Selasa, 20 Okt 2026 11:06 WIB

Hadapi Gejolak Harga, Surabaya Alihkan Urban Farming ke Cabai dan Bawang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Des 2025 11:32 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengubah fokus Surabaya Urban Farming Competition 2025 sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga pangan, khususnya cabai, yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.

 

Baca Juga: Cabai Rawit Tembus Rp92 Ribu per Kilogram, Siap-siap Inflasi Makin Pedas

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, kompetisi urban farming yang memasuki tahun keempat ini berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya menitikberatkan pada budidaya buah melon, pada 2025 Pemkot Surabaya memfokuskan pada cabai dan bawang merah.

 

Menurut Antiek, cabai dan bawang merah merupakan komoditas strategis yang harganya rentan bergejolak, terutama pada momen hari besar keagamaan dan akhir tahun.

 

“Pengalaman menunjukkan, setiap Idulfitri, Iduladha, hingga Natal dan Tahun Baru, harga cabai hampir selalu naik. Kondisi paling terasa terjadi saat Nataru karena faktor cuaca yang tidak menentu,” ujar Antiek, Selasa (16/12/2025).

 

Ia menjelaskan, urban farming cabai dan bawang tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi kelompok tani agar memahami teknik budidaya yang tepat, termasuk penanganan tanaman saat menghadapi cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Sejumlah Wilayah Indonesia Naik, Ada yang Rp200 Ribu per Kilo

Meski dihadapkan pada tantangan iklim, Antiek mengapresiasi hasil panen kelompok tani Surabaya yang dinilai mampu bersaing dengan daerah sentra produksi lainnya.

 

“Ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang benar mulai dari pemupukan berimbang, pengaturan fase vegetatif dan generatif, hingga pengendalian hama urban farming tetap bisa menghasilkan panen berkualitas,” jelasnya.

 

DKPP Surabaya, lanjut Antiek, terus mendorong kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming, melalui pendampingan intensif oleh mentor. Pendampingan tersebut mencakup edukasi penyelamatan tanaman saat muncul gejala penyakit, seperti daun keriting.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

 

Ke depan, Antiek berharap Surabaya Urban Farming Competition dapat berkelanjutan dan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila berbasis penguatan peran warga di tingkat RT dan RW.

 

“Ilmu yang sudah diperoleh harus ditularkan ke lingkungan sekitar. Dengan begitu, ketahanan pangan dan kemandirian warga bisa tumbuh dari kampung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.