Selasa, 21 Jul 2026 07:50 WIB

Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 18 Des 2025 14:52 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta

selalu.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyoroti lonjakan harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Ia menilai langkah antisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap gejolak harga komoditas musiman belum berjalan optimal.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Yuga menyebut, kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan seharusnya sudah dapat diprediksi sejak awal, terlebih dengan adanya faktor cuaca ekstrem yang berpotensi memicu gagal panen di daerah penghasil.

 

“Kalau momen keagamaan itu sebenarnya sudah bisa diprediksi. Harga pasti naik. Ditambah cuaca yang kurang baik. Yang justru saya soroti bukan beras atau gula, tapi komoditas sekunder yang menjelang primer, seperti cabai dan bawang. Ini yang sekarang naik kencang,” ujar Yuga kepada selalu.id, Kamis (18/12/2025).

 

Ia mengungkapkan, harga cabai merah di Surabaya saat ini telah menyentuh Rp70 ribu per kilogram dan berpotensi menembus Rp100 ribu per kilogram hingga akhir Desember jika tidak ada langkah pengendalian yang lebih kuat.

 

Menurutnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seharusnya sejak jauh hari menyiapkan skema pengamanan pasokan, termasuk membuka jalur distribusi dari daerah penghasil di luar Jawa Timur.

 

“Kalau Lumajang, Tuban, Lamongan, Banyuwangi gagal panen, jangan berhenti di situ. Bisa ambil dari Lombok atau NTB yang merupakan daerah penghasil besar. Informasi seperti ini justru sering lebih dulu diketahui pedagang,” katanya.

 

Politisi PSI itu menilai, operasi pasar saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan koordinasi lintas daerah serta penguasaan data distribusi oleh Pemkot dan PD Pasar.

 

“PD Pasar harus punya data. Harga di daerah asal berapa, ongkos kirim berapa, lalu harga jual wajar di Surabaya berapa. Jangan sampai pedagang berjalan sendiri tanpa kehadiran pemerintah, karena di situ rawan permainan distribusi,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat memahami faktor penyebab kenaikan harga.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

 

“Ini soal permintaan tinggi dan pasokan terbatas. Secara ekonomi pasti harga naik. Tapi setelah Nataru, harga juga biasanya turun karena sifatnya fluktuatif,” ujarnya.

 

Terkait langkah Pemkot mendorong urban farming sebagai upaya pengendalian inflasi, Yuga menilai program tersebut positif, namun dampaknya masih terbatas.

 

“Urban farming itu alternatif yang baik, tapi harus realistis. Kalau dihitung tonasenya dibanding kebutuhan warga Surabaya, pengaruhnya mungkin hanya 5 sampai 10 persen. Meski begitu, tetap ada manfaatnya,” katanya.

 

Yuga menegaskan, pengendalian inflasi menjelang Nataru membutuhkan komunikasi intensif dengan daerah penghasil, sinergi kuat dengan PD Pasar, serta pengawasan distribusi sejak dini.

Baca Juga: Kabar Gembira, Bayi Lahir Asli Surabaya Langsung Dapat Akta-KIA hingga KK Baru Gratis

 

Sementara itu, ia mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang menggandeng Satgas Pangan dan BPOM dalam mengawasi peredaran parsel menjelang Nataru. Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk mencegah peredaran produk mendekati kedaluwarsa.

 

“Modus parsel itu sering kali isinya barang yang hampir kedaluwarsa. Ini berbahaya bagi warga, jadi pengawasan seperti ini memang perlu,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan pelaku UMKM agar tetap menjaga kepercayaan konsumen.

 

“Perhatikan tanggal kedaluwarsa. Jangan hanya mengejar keuntungan sesaat. Lebih baik jaga nama baik usaha,” pungkas Yuga.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.