Rabu, 11 Feb 2026 00:19 WIB

Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 18 Des 2025 14:52 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta

selalu.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyoroti lonjakan harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Ia menilai langkah antisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap gejolak harga komoditas musiman belum berjalan optimal.

 

Baca Juga: Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Yuga menyebut, kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan seharusnya sudah dapat diprediksi sejak awal, terlebih dengan adanya faktor cuaca ekstrem yang berpotensi memicu gagal panen di daerah penghasil.

 

“Kalau momen keagamaan itu sebenarnya sudah bisa diprediksi. Harga pasti naik. Ditambah cuaca yang kurang baik. Yang justru saya soroti bukan beras atau gula, tapi komoditas sekunder yang menjelang primer, seperti cabai dan bawang. Ini yang sekarang naik kencang,” ujar Yuga kepada selalu.id, Kamis (18/12/2025).

 

Ia mengungkapkan, harga cabai merah di Surabaya saat ini telah menyentuh Rp70 ribu per kilogram dan berpotensi menembus Rp100 ribu per kilogram hingga akhir Desember jika tidak ada langkah pengendalian yang lebih kuat.

 

Menurutnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seharusnya sejak jauh hari menyiapkan skema pengamanan pasokan, termasuk membuka jalur distribusi dari daerah penghasil di luar Jawa Timur.

 

“Kalau Lumajang, Tuban, Lamongan, Banyuwangi gagal panen, jangan berhenti di situ. Bisa ambil dari Lombok atau NTB yang merupakan daerah penghasil besar. Informasi seperti ini justru sering lebih dulu diketahui pedagang,” katanya.

 

Politisi PSI itu menilai, operasi pasar saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan koordinasi lintas daerah serta penguasaan data distribusi oleh Pemkot dan PD Pasar.

 

“PD Pasar harus punya data. Harga di daerah asal berapa, ongkos kirim berapa, lalu harga jual wajar di Surabaya berapa. Jangan sampai pedagang berjalan sendiri tanpa kehadiran pemerintah, karena di situ rawan permainan distribusi,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat memahami faktor penyebab kenaikan harga.

Baca Juga: Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

 

“Ini soal permintaan tinggi dan pasokan terbatas. Secara ekonomi pasti harga naik. Tapi setelah Nataru, harga juga biasanya turun karena sifatnya fluktuatif,” ujarnya.

 

Terkait langkah Pemkot mendorong urban farming sebagai upaya pengendalian inflasi, Yuga menilai program tersebut positif, namun dampaknya masih terbatas.

 

“Urban farming itu alternatif yang baik, tapi harus realistis. Kalau dihitung tonasenya dibanding kebutuhan warga Surabaya, pengaruhnya mungkin hanya 5 sampai 10 persen. Meski begitu, tetap ada manfaatnya,” katanya.

 

Yuga menegaskan, pengendalian inflasi menjelang Nataru membutuhkan komunikasi intensif dengan daerah penghasil, sinergi kuat dengan PD Pasar, serta pengawasan distribusi sejak dini.

Baca Juga: Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

 

Sementara itu, ia mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang menggandeng Satgas Pangan dan BPOM dalam mengawasi peredaran parsel menjelang Nataru. Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk mencegah peredaran produk mendekati kedaluwarsa.

 

“Modus parsel itu sering kali isinya barang yang hampir kedaluwarsa. Ini berbahaya bagi warga, jadi pengawasan seperti ini memang perlu,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan pelaku UMKM agar tetap menjaga kepercayaan konsumen.

 

“Perhatikan tanggal kedaluwarsa. Jangan hanya mengejar keuntungan sesaat. Lebih baik jaga nama baik usaha,” pungkas Yuga.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.

PDS Gelar Edukasi Keselamatan Kebakaran untuk Anak-anak dalam Rangka Bulan K3

Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Barunawati ini diikuti sebanyak 44 anak TK dan 29 siswa kelas 1 SD Barunawati Surabaya.

Perkuat Konsolidasi dan Organisasi, PMI Surabaya Gelar Orientasi Kepalangmerahan

PMI Surabaya memiliki beberapa program yang siap direalisasikan pada tahun ini, salah satunya meningkatkan keterampilan dan kemampuan para relawan.

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026.

Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

Menurut Fathoni, posisi tersebut murni ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dalam pemilu 2024, yang mana Adela meraih suara terbanyak kedua.