Jumat, 04 Sep 2026 13:45 WIB

Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 18 Des 2025 14:52 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta

selalu.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyoroti lonjakan harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Ia menilai langkah antisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap gejolak harga komoditas musiman belum berjalan optimal.

 

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Yuga menyebut, kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan seharusnya sudah dapat diprediksi sejak awal, terlebih dengan adanya faktor cuaca ekstrem yang berpotensi memicu gagal panen di daerah penghasil.

 

“Kalau momen keagamaan itu sebenarnya sudah bisa diprediksi. Harga pasti naik. Ditambah cuaca yang kurang baik. Yang justru saya soroti bukan beras atau gula, tapi komoditas sekunder yang menjelang primer, seperti cabai dan bawang. Ini yang sekarang naik kencang,” ujar Yuga kepada selalu.id, Kamis (18/12/2025).

 

Ia mengungkapkan, harga cabai merah di Surabaya saat ini telah menyentuh Rp70 ribu per kilogram dan berpotensi menembus Rp100 ribu per kilogram hingga akhir Desember jika tidak ada langkah pengendalian yang lebih kuat.

 

Menurutnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seharusnya sejak jauh hari menyiapkan skema pengamanan pasokan, termasuk membuka jalur distribusi dari daerah penghasil di luar Jawa Timur.

 

“Kalau Lumajang, Tuban, Lamongan, Banyuwangi gagal panen, jangan berhenti di situ. Bisa ambil dari Lombok atau NTB yang merupakan daerah penghasil besar. Informasi seperti ini justru sering lebih dulu diketahui pedagang,” katanya.

 

Politisi PSI itu menilai, operasi pasar saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan koordinasi lintas daerah serta penguasaan data distribusi oleh Pemkot dan PD Pasar.

 

“PD Pasar harus punya data. Harga di daerah asal berapa, ongkos kirim berapa, lalu harga jual wajar di Surabaya berapa. Jangan sampai pedagang berjalan sendiri tanpa kehadiran pemerintah, karena di situ rawan permainan distribusi,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat memahami faktor penyebab kenaikan harga.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

 

“Ini soal permintaan tinggi dan pasokan terbatas. Secara ekonomi pasti harga naik. Tapi setelah Nataru, harga juga biasanya turun karena sifatnya fluktuatif,” ujarnya.

 

Terkait langkah Pemkot mendorong urban farming sebagai upaya pengendalian inflasi, Yuga menilai program tersebut positif, namun dampaknya masih terbatas.

 

“Urban farming itu alternatif yang baik, tapi harus realistis. Kalau dihitung tonasenya dibanding kebutuhan warga Surabaya, pengaruhnya mungkin hanya 5 sampai 10 persen. Meski begitu, tetap ada manfaatnya,” katanya.

 

Yuga menegaskan, pengendalian inflasi menjelang Nataru membutuhkan komunikasi intensif dengan daerah penghasil, sinergi kuat dengan PD Pasar, serta pengawasan distribusi sejak dini.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

 

Sementara itu, ia mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang menggandeng Satgas Pangan dan BPOM dalam mengawasi peredaran parsel menjelang Nataru. Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk mencegah peredaran produk mendekati kedaluwarsa.

 

“Modus parsel itu sering kali isinya barang yang hampir kedaluwarsa. Ini berbahaya bagi warga, jadi pengawasan seperti ini memang perlu,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan pelaku UMKM agar tetap menjaga kepercayaan konsumen.

 

“Perhatikan tanggal kedaluwarsa. Jangan hanya mengejar keuntungan sesaat. Lebih baik jaga nama baik usaha,” pungkas Yuga.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.