Senin, 19 Okt 2026 23:42 WIB

Komisi B Surabaya Nilai Urban Farming Pemkot Kurang Berdampak Tekan Harga Pangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 18 Des 2025 15:07 WIB

selalu.id – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menilai program urban farming yang digencarkan Pemerintah Kota Surabaya belum memberikan dampak signifikan dalam menahan lonjakan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Cabai Rawit Tembus Rp92 Ribu per Kilogram, Siap-siap Inflasi Makin Pedas

Yuga menyampaikan, kenaikan harga cabai, bawang, dan komoditas hortikultura lain merupakan pola yang berulang setiap momentum hari besar keagamaan dan seharusnya telah diantisipasi sejak awal.

 

“Urban farming itu bagus, tapi kalau dilihat dari sisi tonase dibanding kebutuhan warga Surabaya, dampaknya sangat terbatas. Pengaruhnya ke inflasi mungkin hanya sekitar 5 sampai 10 persen. Artinya, ini lebih tepat sebagai alternatif, bukan penopang utama pengendalian harga,” kata Yuga, Rabu (18/12/2025).

 

Ia menilai, pengendalian inflasi pangan menjelang Nataru perlu lebih bertumpu pada pengamanan pasokan dan distribusi. Menurutnya, koordinasi aktif dengan daerah penghasil, pelaksanaan operasi pasar, serta penguasaan data distribusi oleh PD Pasar menjadi langkah yang lebih menentukan.

 

Yuga menekankan, ketika daerah penghasil di Jawa Timur mengalami gangguan panen, Pemkot Surabaya seharusnya segera membuka jalur pasokan dari wilayah lain yang memiliki produksi melimpah, seperti Nusa Tenggara Barat atau Jawa Tengah.

 

“Kalau daerah penghasil utama bermasalah, harus ada langkah cepat mencari pasokan alternatif. Jangan menunggu harga di pasar sudah melonjak tinggi,” tegas politisi PSI tersebut.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Sejumlah Wilayah Indonesia Naik, Ada yang Rp200 Ribu per Kilo

 

Meski demikian, Yuga tetap mengapresiasi urban farming sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat perkotaan. Namun, ia mengingatkan agar program tersebut ditempatkan secara proporsional dalam strategi pengendalian inflasi.

 

“Urban farming tetap penting, kualitas hasil panennya juga baik. Tapi ketahanan pangan kota tidak bisa hanya mengandalkan produksi lokal. Pasokan dari luar daerah dan pengawasan distribusi tetap menjadi kunci,” ujarnya.

 

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Ia menambahkan, kebijakan pengendalian harga pangan perlu disusun secara menyeluruh dengan menggabungkan data produksi, distribusi, dan pola konsumsi masyarakat, agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.

 

Sebelumnya, Pemkot Surabaya melalui Surabaya Urban Farming Competition 2025 menegaskan urban farming sebagai salah satu langkah memperkuat ketahanan pangan kota. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyebut cabai dan bawang merah dipilih karena kerap menjadi pemicu inflasi saat hari besar dan kondisi cuaca ekstrem.

 

“Kami mendorong kelompok tani membudidayakan cabai dan bawang agar Surabaya lebih siap menghadapi kenaikan harga menjelang Nataru,” ujar Antiek.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).