Sabtu, 06 Jun 2026 08:25 WIB

Tatap Pilwali 2024, Eri Bandingkan Pembangunan RS Selama 20 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Jun 2024 22:50 WIB

Selalu.id - Penyelesaian pembangunan RS Surabaya Timur jadi fokus Eri Cahyadi, jika terpilih kembali menjadi Wali Kota Surabaya pada Pilwali 2024 mendatang. Eri mengaku pembangunan rumah sakit di Surabaya lebih progresif saat ia memimpin dibandingkan di masa sebelumnya.

Eri menjelaskan bahwa selama 20 tahun sebelumnya, Pemkot Surabaya hanya baru membangun dua rumah sakit. Yakni RSUD Bhakti Dharma Husada (RSUD BDH) dan RSUD Soewandhie. Sementara saat ia memimpin kota pahlawan, satu rumah sakit, yakni RS Surabaya Timur, sudah dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Pengamat Tanggapi Poster Rini-Fikser: Masih Fase Coba-coba!

“Alhamdulillah, kita dalam tiga tahun saja sudah membangun satu rumah sakit (RS Surabaya Timur). Kalau lima tahun harusnya tiga rumah sakit yang terbangun. RS Lapangan Tembak, RS Surabaya Timur, dan RS Surabaya Selatan,” ujar Eri pada Minggu (2/6/2024).

Orang nomor satu di Surabaya itu menjelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun untuk membangun Surabaya, terpotong sekitar dua tahun akibat pandemi Covid-19. Hal itulah yang membuat proses pembangunan RS Surabaya Timur baru berjalan di 2024.

“2025 itu seharusnya membangun Surabaya Selatan dan membangun RS Lapangan Tembak. Ini yang terpotong. RPJMD akan kita teruskan lagi,” ungkap Eri yang memenangkan Pilwali 2019 melalui PDI Perjuangan pada 2020.

Selain pembangunan rumah sakit, perbandingan pembangunan di bidang lain juga tak lepas dari penilaian Eri Cahyadi. Ia menyebut bahwa selama 20 tahun sebelumnya, baru sekitar enam ribu Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dibangun. Sementara di masa kepemimpinannya, Surabaya telah membangun tujuh ribu Rutilahu.

Baca Juga: Beredar Poster Bacakada Surabaya-Jatim, Pengamat: Ini Instrumen Cek Ombak!

“Pembangunan 20 tahun dua RS, kita tiga tahun sudah satu RS. PJU sudah ribuan titik yang dibangun. 20 tahun kalah dengan tiga tahun. Ini infrastuktur loh, infrastruktur mana yang akan dilihat,” tutur Eri.

Selama 20 tahun sebelumnya, Surabaya dipimpin oleh Bambang DH yang menjabat Wali Kota sejak 2002. Di era kepemimpinannya, Pemkot memiliki RSUD BDH di kawasan Surabaya barat, yang pada saat itu cenderung jauh dari akses kesehatan murah. 

Setelah masa Bambang DH berakhir, Tri Rismaharini memimpin Surabaya pada 2010. Di era satu-satunya Wali Kota perempuan Surabaya ini, RSUD Soewandhi didirikan dan diresmikan. RSUD ini masih jadi rujukan warga dengan kepesertaan KIS, BPJS, atau warga miskin. Terlebih aksesnya cukup terjangkau oleh warga Surabaya di wilayah utara dan timur.

Baca Juga: Armuji jadi Wali Kota Surabaya Sementara, Senang Pasti Ini Rekk!

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.