Kamis, 23 Jul 2026 15:26 WIB

Tatap Pilwali 2024, Eri Bandingkan Pembangunan RS Selama 20 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Jun 2024 22:50 WIB

Selalu.id - Penyelesaian pembangunan RS Surabaya Timur jadi fokus Eri Cahyadi, jika terpilih kembali menjadi Wali Kota Surabaya pada Pilwali 2024 mendatang. Eri mengaku pembangunan rumah sakit di Surabaya lebih progresif saat ia memimpin dibandingkan di masa sebelumnya.

Eri menjelaskan bahwa selama 20 tahun sebelumnya, Pemkot Surabaya hanya baru membangun dua rumah sakit. Yakni RSUD Bhakti Dharma Husada (RSUD BDH) dan RSUD Soewandhie. Sementara saat ia memimpin kota pahlawan, satu rumah sakit, yakni RS Surabaya Timur, sudah dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

“Alhamdulillah, kita dalam tiga tahun saja sudah membangun satu rumah sakit (RS Surabaya Timur). Kalau lima tahun harusnya tiga rumah sakit yang terbangun. RS Lapangan Tembak, RS Surabaya Timur, dan RS Surabaya Selatan,” ujar Eri pada Minggu (2/6/2024).

Orang nomor satu di Surabaya itu menjelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun untuk membangun Surabaya, terpotong sekitar dua tahun akibat pandemi Covid-19. Hal itulah yang membuat proses pembangunan RS Surabaya Timur baru berjalan di 2024.

“2025 itu seharusnya membangun Surabaya Selatan dan membangun RS Lapangan Tembak. Ini yang terpotong. RPJMD akan kita teruskan lagi,” ungkap Eri yang memenangkan Pilwali 2019 melalui PDI Perjuangan pada 2020.

Selain pembangunan rumah sakit, perbandingan pembangunan di bidang lain juga tak lepas dari penilaian Eri Cahyadi. Ia menyebut bahwa selama 20 tahun sebelumnya, baru sekitar enam ribu Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dibangun. Sementara di masa kepemimpinannya, Surabaya telah membangun tujuh ribu Rutilahu.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

“Pembangunan 20 tahun dua RS, kita tiga tahun sudah satu RS. PJU sudah ribuan titik yang dibangun. 20 tahun kalah dengan tiga tahun. Ini infrastuktur loh, infrastruktur mana yang akan dilihat,” tutur Eri.

Selama 20 tahun sebelumnya, Surabaya dipimpin oleh Bambang DH yang menjabat Wali Kota sejak 2002. Di era kepemimpinannya, Pemkot memiliki RSUD BDH di kawasan Surabaya barat, yang pada saat itu cenderung jauh dari akses kesehatan murah. 

Setelah masa Bambang DH berakhir, Tri Rismaharini memimpin Surabaya pada 2010. Di era satu-satunya Wali Kota perempuan Surabaya ini, RSUD Soewandhi didirikan dan diresmikan. RSUD ini masih jadi rujukan warga dengan kepesertaan KIS, BPJS, atau warga miskin. Terlebih aksesnya cukup terjangkau oleh warga Surabaya di wilayah utara dan timur.

Baca Juga: SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.