Sabtu, 26 Sep 2026 04:35 WIB

Tatap Pilwali 2024, Eri Bandingkan Pembangunan RS Selama 20 Tahun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Jun 2024 22:50 WIB

Selalu.id - Penyelesaian pembangunan RS Surabaya Timur jadi fokus Eri Cahyadi, jika terpilih kembali menjadi Wali Kota Surabaya pada Pilwali 2024 mendatang. Eri mengaku pembangunan rumah sakit di Surabaya lebih progresif saat ia memimpin dibandingkan di masa sebelumnya.

Eri menjelaskan bahwa selama 20 tahun sebelumnya, Pemkot Surabaya hanya baru membangun dua rumah sakit. Yakni RSUD Bhakti Dharma Husada (RSUD BDH) dan RSUD Soewandhie. Sementara saat ia memimpin kota pahlawan, satu rumah sakit, yakni RS Surabaya Timur, sudah dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

“Alhamdulillah, kita dalam tiga tahun saja sudah membangun satu rumah sakit (RS Surabaya Timur). Kalau lima tahun harusnya tiga rumah sakit yang terbangun. RS Lapangan Tembak, RS Surabaya Timur, dan RS Surabaya Selatan,” ujar Eri pada Minggu (2/6/2024).

Orang nomor satu di Surabaya itu menjelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun untuk membangun Surabaya, terpotong sekitar dua tahun akibat pandemi Covid-19. Hal itulah yang membuat proses pembangunan RS Surabaya Timur baru berjalan di 2024.

“2025 itu seharusnya membangun Surabaya Selatan dan membangun RS Lapangan Tembak. Ini yang terpotong. RPJMD akan kita teruskan lagi,” ungkap Eri yang memenangkan Pilwali 2019 melalui PDI Perjuangan pada 2020.

Selain pembangunan rumah sakit, perbandingan pembangunan di bidang lain juga tak lepas dari penilaian Eri Cahyadi. Ia menyebut bahwa selama 20 tahun sebelumnya, baru sekitar enam ribu Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dibangun. Sementara di masa kepemimpinannya, Surabaya telah membangun tujuh ribu Rutilahu.

Baca Juga: Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

“Pembangunan 20 tahun dua RS, kita tiga tahun sudah satu RS. PJU sudah ribuan titik yang dibangun. 20 tahun kalah dengan tiga tahun. Ini infrastuktur loh, infrastruktur mana yang akan dilihat,” tutur Eri.

Selama 20 tahun sebelumnya, Surabaya dipimpin oleh Bambang DH yang menjabat Wali Kota sejak 2002. Di era kepemimpinannya, Pemkot memiliki RSUD BDH di kawasan Surabaya barat, yang pada saat itu cenderung jauh dari akses kesehatan murah. 

Setelah masa Bambang DH berakhir, Tri Rismaharini memimpin Surabaya pada 2010. Di era satu-satunya Wali Kota perempuan Surabaya ini, RSUD Soewandhi didirikan dan diresmikan. RSUD ini masih jadi rujukan warga dengan kepesertaan KIS, BPJS, atau warga miskin. Terlebih aksesnya cukup terjangkau oleh warga Surabaya di wilayah utara dan timur.

Baca Juga: Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.