Kamis, 04 Jun 2026 16:47 WIB

Kisah Nur Hasanah, Penjual Krupuk Asal Probolinggo yang Berhasil Naik Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Mei 2024 21:04 WIB
Jemaah haji kloter 43 asal Probolinggo, Nur Hasanah
Jemaah haji kloter 43 asal Probolinggo, Nur Hasanah

selalu.id - Seorang jemaah haji wanita dengan tertatih-tatih berjalan ke masjid Al Mabrur, Asrama Haji Sukolilo, untuk tunaikan kewajiban salat. Sosok tersebut adalah Nur Hasanah (49), jemaah haji kloter 43 asal Probolinggo.

Nur Hasanah menceritakan, ia mengalami cidera di kaki karena syaraf terjepit sehingga dia hanya bisa berjalan pelan dan agak pincang.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Saya disarankan dokter untuk melakukan operasi tetapi saya menolak karena mau berangkat haji. Kalau sudah pulang nanti, saya konsultasikan lagi," tutur ibu dari 3 anak ini.

Nur menjelaskan, sehari-hari dia berjualan kerupuk di Pasar Wonoasih, Probolinggo.

"Saya berjualan kerupuk renteng di pasar mulai jam 3 dini hari sampai jam setengah 10 pagi. Ya tergantung ramai atau tidaknya. Kalau sepi, jam 9 saya sudah pulang," tuturnya.

Sebagai pedagang, dia mengaku pendapatannya tidak tentu.

"Namanya juga jualan, terkadang sepi terkadang ramai," akunya.

Ia mengaku menggoreng dan mengemas kerupuknya sendiri.

"Alhamdulillah kini saya bisa mempekerjakan orang untuk membantu saya menggoreng dan membungkus kerupuk. Kalau kerupuk mentahnya, saya mengambil dari Sidoarjo," jelasnya.

Nur Hasanah tak menyangka jika seorang penjual kerupuk seperti dirinya bisa mendapat panggilan untuk berangkat haji.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Alhamdulillah barokah, sambil dibantu suami saya bertani saat itu. Kalau sekarang suami sudah tidak kerja lagi karena sakit stroke," jelasnya.

Meskipun jalan harus dituntun, Nur Hasanah sudah siap lahir batin berangkat haji.

"Yah kondisi saya seperti ini, susah jalan. Suami saya juga sudah 3 tahun ini sakit stroke tetapi Alhamdulillah kami bisa berangkat." ucapnya penuh syukur.

Nur mengenang awal mula dia mendaftar haji pada 2011.

"Saya dan suami, Pak Kholili dari dulu ingin mendaftar haji tetapi uang kami saat itu belum mencukupi," terangnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Kebetulan saat itu ada BMT Syariah yang menawarkan dana talangan haji.

"Saat itu, saya punya uang sebelas juta, kurang 14 juta, saya pun pinjam ke BMT. Dalam waktu satu tahun, saya bisa melunasi hutang saya di BMT," jelasnya.

Sambil menunggu masa keberangkatannya, Nur rutin menabung di BMT.

"Setiap hari saya menabung kadang 5 ribu, kadang 10 ribu. Tiap hari Jumat libur. Ketika nabung pada hari Sabtu, saya nabung untuk jatah dua hari," jelasnya.

Nur Hasanah dan suami tercintanya, Kholili mestinya tahun ini berangkat bertiga bersama ibunda. Namun takdir berkata lain, sang ibunda telah mendahului menghadap Ilahi. Di tanah suci nanti dia akan memanjatkan doa terbaiknya untuk ibunda tercinta serta untuk anak-anak beserta keluarga di tanah air. Dia juga ingin memanjatkan doa untuk kesembuhan sakitnya dan suaminya.

"Semoga diijabah Allah SWT," harapnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.