Senin, 20 Jul 2026 07:55 WIB

Kisah Nur Hasanah, Penjual Krupuk Asal Probolinggo yang Berhasil Naik Haji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Mei 2024 21:04 WIB
Jemaah haji kloter 43 asal Probolinggo, Nur Hasanah
Jemaah haji kloter 43 asal Probolinggo, Nur Hasanah

selalu.id - Seorang jemaah haji wanita dengan tertatih-tatih berjalan ke masjid Al Mabrur, Asrama Haji Sukolilo, untuk tunaikan kewajiban salat. Sosok tersebut adalah Nur Hasanah (49), jemaah haji kloter 43 asal Probolinggo.

Nur Hasanah menceritakan, ia mengalami cidera di kaki karena syaraf terjepit sehingga dia hanya bisa berjalan pelan dan agak pincang.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

"Saya disarankan dokter untuk melakukan operasi tetapi saya menolak karena mau berangkat haji. Kalau sudah pulang nanti, saya konsultasikan lagi," tutur ibu dari 3 anak ini.

Nur menjelaskan, sehari-hari dia berjualan kerupuk di Pasar Wonoasih, Probolinggo.

"Saya berjualan kerupuk renteng di pasar mulai jam 3 dini hari sampai jam setengah 10 pagi. Ya tergantung ramai atau tidaknya. Kalau sepi, jam 9 saya sudah pulang," tuturnya.

Sebagai pedagang, dia mengaku pendapatannya tidak tentu.

"Namanya juga jualan, terkadang sepi terkadang ramai," akunya.

Ia mengaku menggoreng dan mengemas kerupuknya sendiri.

"Alhamdulillah kini saya bisa mempekerjakan orang untuk membantu saya menggoreng dan membungkus kerupuk. Kalau kerupuk mentahnya, saya mengambil dari Sidoarjo," jelasnya.

Nur Hasanah tak menyangka jika seorang penjual kerupuk seperti dirinya bisa mendapat panggilan untuk berangkat haji.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

"Alhamdulillah barokah, sambil dibantu suami saya bertani saat itu. Kalau sekarang suami sudah tidak kerja lagi karena sakit stroke," jelasnya.

Meskipun jalan harus dituntun, Nur Hasanah sudah siap lahir batin berangkat haji.

"Yah kondisi saya seperti ini, susah jalan. Suami saya juga sudah 3 tahun ini sakit stroke tetapi Alhamdulillah kami bisa berangkat." ucapnya penuh syukur.

Nur mengenang awal mula dia mendaftar haji pada 2011.

"Saya dan suami, Pak Kholili dari dulu ingin mendaftar haji tetapi uang kami saat itu belum mencukupi," terangnya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Kebetulan saat itu ada BMT Syariah yang menawarkan dana talangan haji.

"Saat itu, saya punya uang sebelas juta, kurang 14 juta, saya pun pinjam ke BMT. Dalam waktu satu tahun, saya bisa melunasi hutang saya di BMT," jelasnya.

Sambil menunggu masa keberangkatannya, Nur rutin menabung di BMT.

"Setiap hari saya menabung kadang 5 ribu, kadang 10 ribu. Tiap hari Jumat libur. Ketika nabung pada hari Sabtu, saya nabung untuk jatah dua hari," jelasnya.

Nur Hasanah dan suami tercintanya, Kholili mestinya tahun ini berangkat bertiga bersama ibunda. Namun takdir berkata lain, sang ibunda telah mendahului menghadap Ilahi. Di tanah suci nanti dia akan memanjatkan doa terbaiknya untuk ibunda tercinta serta untuk anak-anak beserta keluarga di tanah air. Dia juga ingin memanjatkan doa untuk kesembuhan sakitnya dan suaminya.

"Semoga diijabah Allah SWT," harapnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.