Kamis, 04 Jun 2026 18:32 WIB

Calon Jemaah Haji Asal Madiun Meninggal saat Hendak Berangkat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Mei 2024 13:17 WIB
Ibadah haji. Foto: Istimewa
Ibadah haji. Foto: Istimewa

selalu.id - Sebanyak sekira 10 ribu jemaah haji yang berasal dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) atau 29 kloter telah berangkat ke tanah suci, Madinah, pada Sabtu (18/5/2024) kemarin.

Ketua Tim Kesehatan, petugas penyelenggara ibadah ibadah haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, dr. Mochamad Gesta Robi Farmawan menyebutkan total sebanyak 10.754 orang dengan rincian 10.609 jemaah haji dan 145 petugas atau telah mencapai 27 persen dari total kuota Embarkasi Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Di antara puluh ribuan yang telah diberangkatkan, ada satu jemaah yang telah syahid sebelum berangkat ke tanah suci setelah dua hari dirawat di RS Haji.

Sastro Wiryo Kasan Rejo (78), jemaah haji kloter 16 asal Kabupaten Madiun wafat pada Jumat (17/5/2024), dikarenakan sakit gangguan pencernaan.

"Penyebab meninggalnya karena sepsis shock infeksi (infeksi sistem pencernaan). Karena awal masuk ada keluhan tidak bisa BAB, akhirnya masuk ke klinik Asrama Haji Embarkasi Surabaya, kemudian dilakukan observasi tidak membaik akhirnya dirujuk ke RS Haji dan akhirnya wafat pada Jumat pagi pukul 07.00 WIB," kata Gesta, Minggu (19/5/2024).

Gesta menyampaikan bahwa Sastro Wiryo berangkat haji bersama sang istri. Beberapa jam sebelum berangkat ia tidak bisa berangkat karena harus menjalani perawatan di RS Haji, namun istrinya tetap berangkat ke tanah suci.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris mengatakan jemaah haji kloter 16 tersebut saat hendak berangkat ke Bandara Juanda, mengalami sakit dilarikan ke rumah sakit, tapi istrinya yang berangkat.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Jadi tanggal 15 malam itu, ketika ada jemaah yang ketika hendak berangkat atau last minute keberangkatan ke tanah suci tiba-tiba sakit, namun istrinya tetap berangkat," tutur Haris.

Ia juga mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. "Beliau telah syahid. Insya Allah husnul khatimah dan tetap tercatat sebagai haji yang mabrur," ujarnya.

Jemaah tersebut nantinya akan mendapatkan asuransi, pasalnya asuransi mengcover jemaah sejak masuk ke asrama haji embarkasi.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Kini jenazah Sastro Wiryo sudah dikebumikan Jumat siang di kampung halamannya di Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Sementara itu, ada 12 orang yang hingga kini masih tertunda keberangkatannya di AHES, 7 orang karena sakit dan 5 orang adalah pendamping.

Hari ini, AHES menerima kedatangan 3 kloter, yakni kloter 30, kloter 31, dan kloter 32 yang semuanya berasal dari Kabupaten Pasuruan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.